• Info Terkini

    Saturday, June 9, 2012

    Abdul Kadir Halimin, Terus Menulis Selamanya

    [Profil Anggota FAM Indonesia, Abdul Kadir Halimin, FAM350M, Makassar]

    Abdul Kadir Halimin, lahir di Kota Parepare 27 Februari 1994, 18 tahun silam. Menginjak usia kanak-kanak keluarganya hijrah ke salah satu kampung kecil di Kabupaten Barru, yakni Kampung Baru, Desa Ajakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Sulawesi Selatan. Masa kanak-kanaknya dihabiskan di kampung tersebut.

    Menapaki pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama, ia hijrah ke pusat kota kecamatan Soppeng Riaja untuk memudahkan akses ke sekolah. Hari-harinya dilalui dengan penuh semangat untuk menggapai semua cita-cita mengubah kondisi keluarga. Terlahir dalam lingkungan keluarga yang sederhana membuat ia tetap bersyukur dan memiliki impian yang besar untuk membahagiakan kelurganya kelak. Ayahnya Halimin hanya tamatan SMP dan tidak memiliki pekerjaan tetap, tapi hal tersebut tidak menciutkan semangatnya untuk menggapai impiannya menjadi seorang Dokter. Ya, sejak kecil ia memiliki cita-cita menjadi seorang dokter, namun karena keterbatasan biaya, saat ini ia tidak mendaftarkan diri di sekolah kedokteran. Ia hanya mendaftarkan diri di salah satu perguruan tinggi yang ada di Kota Makassar, Fakultas Teknik.


    Awal tahun 2002 merupakan tahun duka bagi laki-laki yang disapa Kadie ini. Ibunya yang sangat ia sayangi berpulang ke sisi yang Maha Kuasa secara tragis. Hari-harinya tanpa sosok seorang ibu sangat membuat ia haus akan kasih sayang seorang perempuan mulia, karena saat itu ia baru menginjakkan kaki di bangku kelas 2 SD. Ia kemudian diasuh oleh sang nenek sampai sekarang. Berangkat dari situlah ia memiliki keinginan yang besar untuk membahagiakan orang-orang yang dekat dengan dia; ayah, nenek dan tantenya. Ia memiliki suatu impian bisa memberangkatkan ketiganya kelak untuk mengunjungi Baitullah.

    Dunia tulis menulis mulai aktif ditekuninya beberapa bulan belakangan ini, tapi sebenarnya sudah sejak SMP ia mulai menulis berbagai karangan seperti puisi dan cerpen, namun ia tidak terlalu fokus menggeluti bidang ini dulunya. Dikatakan tidak fokus, karena ia tidak pandai didalam membagi waktunya kala itu, terpilih untuk menduduki kelas unggulan di sekolahnya membuat ia disibukkan akan Jadwal Les Sore yang padat serta berbagai penelitian-penelitian ilmiah lainnya, terlebih lagi ada berbagai kegiatan Eskul yang ia geluti. Namun hal ini tetap membuat ia memiliki semangat yang berkobar di dalam jiwa, suatu saat bisa menerbitkan sebuah karya yang bisa memberikan perubahan bagi umat manusia melalui buah penanya. Dan beberapa bulan belakangan ini, ia kembali semangat untuk terus menulis, tepatnya ketika libur panjang selesai Ujian Nasional ini. Sambil mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), ia juga semakin giat mengasah kemampuan menulisnya, apalagi setelah bergabung di Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia ini, ia semakin percaya diri untuk terus mengasah kemampuanna di bidang tulis menulis.

    Untuk saat ini, belum ada karyanya yang berhasil untuk dipublikasikan di media seperti suratkabar, seringkali ia mengirimkan karyanya ke koran lokal di kota Makassar, namun tidak mendapat respon yang pasti dari pihak yang dituju. Karya-karyanya hanya dipublikasikan oleh dirinya sendiri melalui akunnya di blog pribadi http://abdulkadirhalimin.blogspot.com. Sambil terus mencoba mengirimkan karyanya di berbagai media massa.

    Menulis akan terus ia tekuni sampai kapan pun, selama inspirasi ini ada dan Yang Maha Kuasa masih memberikannya kesempatan untuk berkarya. ‘Hembusan Nafas dan Detak Jarum Jam Adalah Inspirasi’. Dan ia pernah berjanji kepada dirinya sendiri bahwa untuk ke depannya ia akan terus belajar agar bisa membagi waktu, antara menulis dan menggapai cita-cita. Karena ia pernah berpikir alangkah nikmatnya nanti hasilnya jika ia sukses di bidang pekerjaan yang ia cita-citakan sejak kecil, dan juga sukses di bidang tulis-menulis yang memberikannya banyak inspirasi dan membuat hidupnya lebih berwarna. So, terus berkaya dan semangat untuk berdakwah di jalur tulisan.

    Salam Aishiteru.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Abdul Kadir Halimin, Terus Menulis Selamanya Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top