• Info Terkini

    Monday, November 12, 2012

    Apa dan Siapa Sekjen FAM Indonesia?

    ALIYA NURLELA, SEKJEN FAM INDONESIA
    Aliya Nurlela, lahir di Ciamis, Jawa Barat, 2 Juni 1975 adalah seorang motivator dan penulis Indonesia. Cerpen, esai dan cerita anak karyanya diterbitkan sejumlah media, di antaranya Mitra Desa (Ciamis), Rakyat Sumbar (Bukittinggi), Metro Andalas, Singgalang (Padang), AcehXpress (Aceh), Mata Banua, Majalah Mentari dan sejumlah media online. Beberapa media menerbitkan profil dan kisah inspiratifnya, di antaranya Kompas.com, Portal Netsain.net (Jerman), dan Majalah Kartini (Jakarta).

    Aliya Nurlela juga diundang menjadi pembicara di berbagai sekolah dan kampus untuk berbagi motivasi kepenulisan, menjadi juri lomba kepenulisan baik cerpen dan puisi. Ia juga editor di Penerbit FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia.

    Aliya Nurlela lahir dan besar di Ciamis. Ia merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara dari keluarga pegawai negeri. Ayahnya (almarhum) seorang pegawai Depag (Penilik Pendidikan Agama Islam) di Kabupaten Ciamis dan ibunya seorang guru bahasa Inggris dan bahasa Arab di MTs Cinyasag, Panawangan.

    Selain sebagai pegawai negeri, ayahnya juga seorang mubalig di desa dan tokoh masyarakat yang disegani. Kedua orangtuanya membangun rumah di sudut kampung yang jauh dari tetangga. Rumah sederhana dengan lingkungan yang asri, berhadapan dengan pesawahan, sungai dan bukit. Rumahnya dipenuhi koleksi berbagai buku, majalah, surat kabar dan kaset.

    Sewaktu remaja Aliya Nurlela bergiat di komunitas seni dan teater, menjadi asisten guru kesenian, vokalis, pemain aktif di tiga kelompok teater, instruktur vokal lagu-lagu daerah nusantara, sinden di kelompok degung Sunda dan menguasai beberapa alat musik. Kelas tiga SMA, ia memutuskan berjilbab dan berhenti dari semua kegiatan seni. Setelah itu, Aliya Nurlela aktif dalam kegiatan dakwah kampus dan mendapat amanah menjadi ketua bidang kemuslimahan (dua kali berturut-turut) selama dua tahun. Aktif mengisi kajian keislaman di beberapa kampus, mengisi seminar keputrian, mengelola buletin muslimah, membina kreatifitas muslimah dan menjadi delegasi kegiatan-kegiatan kemuslimahan dan keislaman antar kampus se-Indonesia. 

    Masa SD, MTs, SMA dilaluinya di Ciamis. Setelah itu Aliya Nurlela melanjutkan studi (kuliah) ke perguruan tinggi negeri di Kota Jember, Jawa Timur.

    Buku-buku tunggalnya yang sudah terbit: Novel Lukisan Cahaya di Batas Kota Galuh (FAM Publishing, Kediri 2014). Buku nonfiksi; Sedekah Kunci Pembuka Pintu Rezeki (Lukita, Jogja 2010), 100 % Insya Allah Sembuh (Lukita, Jogja 2011), 100 % Insya Allah Sembuh (Edisi revisi, FAM Publishing, 2013), Flamboyan Senja (FAM Publishing, Kediri 2013), Sepucuk Surat Beku di Jendela (FAM Publishing, Kediri 2015). Beberapa buku lainnya; baik fiksi maupun nonfiksi sedang dalam proses terbit. Buku cerpennya menjadi rujukan di pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMP/Sederajat (2014), yang diterbitkan penerbit nasional. 

    Karya-karyanya juga tergabung dalam beberapa buku antologi: Antologi Kisah Inspiratif Aku Bahagia Jadi Muslimah (FAM Publishing, 2014), Buku cerpen; Fesbuk (Leutikaprio, Jogja 2012), Fesbuk edisi revisi (FAM Publishing 2013), Antologi Cerpen Jembatan Merah (FAM Publishing, Kediri 2013), Antologi Semangkuk Kata Cinta (FAM Publishing, Kediri 2013), Antologi Cerpen The Secret of Heart (Pustaka Jingga,  2013), Antologi Cerpen Sepasang Hati di Langit Kelabu (FAM Publishing, 2015) dan Antologi Cerpen Separuh Hati yang Sunyi (FAM Publishing, 2015). Profilnya tercatat dalam buku Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid 1 (FAM Publishing, 2015). 

    Pada tanggal 2 Maret 2012, Aliya Nurlela mendirikan wadah kepenulisan nasional bersama jurnalis dan novelis Muhammad Subhan.Wadah tersebut bernama Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Dalam beberapa bulan wadah tersebut sudah memiliki anggota dari berbagai daerah di nusantara dan di beberapa negara seperti Hongkong, Malaysia, Mesir, Taiwan, Saudi dan Jerman. Saat ini, FAM sudah memiliki divisi penerbitan yaitu Penerbit FAM Publishing dan divisi usaha yaitu FAM Preneurship.Wadah ini juga telah menggelar beberapa event lomba—termasuk event lomba tingkat nasional—dan memiliki sejumlah cabang di beberapa kota. 

    Aliya Nurlela (bersama keluarga) sekarang berdomisili di dua kota; Malang dan Kediri. Ia menjabat sebagai Sekjen Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dan Manajer FAM Publishing (Divisi Penerbitan FAM Indonesia). Sudah ratusan judul buku yang diterbitkan FAM Publishing, selama kurun waktu 3 tahun. 

    Pesannya kepada generasi muda Indonesia, “berkaryalah! Sebelum  kehilangan semua; kehilangan kesempatan, kesehatan dan usia.” 

    Aliya Nurlela dapat dihubungi melalui alamat email: aliya_nurlaela@yahoo.co.id atau  nomor HP 081259821511 dan kunjungi www.famindonesia.com. (*)

    Lihat koleksi buku-buku karya anggota FAM Indonesia DI SINI
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Apa dan Siapa Sekjen FAM Indonesia? Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top