• Info Terkini

    Senin, 04 Juni 2012

    FAM Indonesia Cabang Surabaya, Medan dan Pandeglang Segera Terbentuk


    Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang berkantor pusat di Pare, Kediri, Jawa Timur sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan membanjirnya calon anggota yang meminta bergabung di forum kepenulisan nasional ini. Selain itu, mampir juga di grup facebook FORUM AISHITERU MENULIS yang merupakan wadah silaturahim anggota FAM dan terlihat seribuan lebih sudah anggota grup itu walau tidak semuanya menjadi anggota resmi FAM Indonesia.
    Perkembangan yang sangat pesat ini, tentu sangat menggembirakan sekali. Sambutan hangat tidak saja datang dari para penulis senior dan pemula di Tanah Air, tetapi juga dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Taiwan bahkan Mesir. Siapa yang menduga bila akhirnya FAM Indonesia akan menjadi wadah pemersatu penulis-penulis muda Indonesia di tengah maraknya forum kepenulisan lainnya di negeri ini. Kehadiran FAM Indonesia, tentu saja, akan ikut mewarnai.

    Pesatnya perkembangan anggota itu, mau tidak mau pengurus FAM Pusat bersikap untuk segera membentuk cabang FAM di daerah-daerah. Saat ini, tiga kota di Indonesia diinisiasi terbentuknya cabang FAM Indonesia. Ketiga kota itu adalah Surabaya, Medan, dan Pandeglang. Calon ketua cabang di masing-masing kota itu pun telah dipersiapkan setelah melihat aktivitas mereka yang cukup produktif terutama di dunia tulis menulis.

    Untuk mengenal ketiga calon ketua cabang FAM Indonesia itu, FAM menurunkan profil mereka sebagai berikut:

    1. Satria Nova (Surabaya), Anak Muda dengan Segudang Karya 

    Satria Nova, seorang lelaki yang dilahirkan di Lamongan, 16 November 1989 dengan nama lengkap Satrianova Mabbruri Kusumawardhana. Anak pertama dari tiga bersaudara ini sekarang tengah berjuang menyelesaikan kuliahnya di kampus perjuangan. Saat ini, dia tercatat sebagai mahasiswa semester 8 jurusan Teknik Perkapalan ITS.

    Cerita kependidikannya dimulai dari SD Negeri Babat VII, kemudian SMP Negeri 1 Babat, dan SMA Negeri 1 Babat. Lalu pada tahun 2008 dia lulus SMA dan melanjutkan studinya ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Di sinilah dia mulai mengenal dunia tulis menulis. Pada semester 3 dia terpilih menjadi pemimpin redaksi majalah dakwah kampus yang bernama “Ultrassafinah”. Dan pada semester 5 dia diamanahi sebagai pemimpin umum majalah tersebut.

    Dari sini pula dia mulai belajar menulis. Akhirnya pada bulan Maret 2010 tepatnya ketika dia tengah berjuang menghadapi ujian tengah semester dia memulai “membuat jejaknya” sebagai seorang penulis. Beberapa karyanya berupa artikel, opini dan gagasan telah dimuat di beberapa surat kabar nasional seperti Jawa Pos dan Republika. Tak berhenti di situ, ia juga telah menulis beberapa buku. Anda bisa membaca buku karyanya yang sudah diterbitkan diantaranya:

    - Siapa Sahabat Yang Kau Pilih? (Az Zahra Media, Yogyakarta)
    - 30 Kisah Pelaku Sedekah (Az Zahra Media, Yogyakarta)
    - Campus Undercover: Kuliah apa Kuli Yah? (Luc Publishing, Surabaya)
    - Agar Menulis Senikmat Bicara (Lukita, Yogyakarta).
    - Ternyata Menulis Itu Mudah dan Menghasilkan Uang (Elex Media, Jakarta)
    - Bulan Ramadhan: Bebas dari Belenggu Setan & Hawa Nafsu (Elex Media, Jakarta)
    - Permata dalam Lumpur (Elex Media, Jakarta)

    Selain kuliah, Satria juga aktif di berbagai kegiatan kampus, termasuk menjadi pembicara dalam berbagai kesempatan seperti bedah buku, kajian, diskusi, workshop, pelatihan, seminar dan berbagai acara sejenis lainnya. Kini, Satria tengah sibuk mengejar mimpi-mimpinya dan membuat “jejak hidupnya”. Buku-bukunya yang telah beredar merupakan salah satu mimpi yang telah berhasil dia wujudkan dan sebuah jejak yang telah ia tinggalkan.

    Satria sangat senang jika ada yang menghubunginya di email satrianova16@gmail.com atau via Handphone di 085655479927. Bisa juga lewat facebook di http://facebook.com/satria.nova1 dan twitter di @satria_nova. Ia sangat senang jika mengenal banyak orang untuk saling berbagi pengetahuan. Untuk itu, jangan sungkan-sungkan untuk menghubunginya dan mengajaknya berdiskusi.

    Mulai bulan Juni Satria akan berkiprah menjadi Ketua Cabang FAM Indonesia untuk wilayah Surabaya. Semoga kiprah anak muda ini akan menambah catatan karyanya dalam dunia kepenulisan.

    2. Rahimah Ib (Medan), Hidup Hampa Tanpa Menulis 

    Rahimah Ib, lahir di Bireun, Aceh, 1 Januari 1971. Dia mengantongi ID FAM Nomor 101U, anggota FAM dari Medan, Sumatera Utara. Menikah dengan Ibrahim Nst pada tahun 1993,dan dianugerahi empat cahaya mata (Liza, Syifa, Biladan, dan Wafi). Kini ia menetap di Jl. Banten No. 5 Diski, Medan, Sumatera Utara.

    Menulis sebenarnya sudah ia lakoni sejak Sekolah Dasar, tetapi dipublikasikan mulai SMA, menulis di media-media lokal. Beberapa tulisan yang pernah dimuat belum lama ini diantaranya “Langitku 1 & 2” (Harian Waspada, 2011), “Emak” (Harian Waspada, 2011), “Perempuan Kedua” (Harian Waspada, 2011), Puisi “Bocah Jalanan” (Harian Waspada, Mei 2012) dan sejumlah lainnya.

    Ia mengungkapkan, awal menulis dikarenakan kebutuhan materi (maklum, kehidupan sulit membuat seseorang harus bangkit. Dengan kata lain menulis mengharapkan honor). Tapi kemudian menulis sudah menjadi satu kebutuhan, alias candu. Tanpa menulis hidup terasa hampa, kosong. Maka dari itu, sesibuk apapun, Rahimah Ib tetap menulis. Kesibukan tugas sebagai Ibu rumah tangga ataupun guru (Wakasek), bukanlah alasan untuk tidak menulis. Prinsipnya adalah, menulis membuat hidup lebih hidup! Lebih bersemangat dan terasa bermakna.

    Cita-cita Rahimah Ib adalah ingin segera punya buku hasil tulisannya sendiri, insya Allah sedang dirintisnya. Dia memohon doa dari sahabat FAM. Ibu guru yang hobi menulis dan membaca ini punya motto dalam hidupnya, “Hidup hanya sekali, catatlah Sejarah!”

    3. Nuryaman Emil Hamzah (Pandeglang) 

    Seorang laki-laki yang diberi nama Nuryaman Emil Hamzah oleh kedua orang tua yang berprofesi sebagai pendidik di lingkungan Kementerian Agama ini, dilahirkan pada hari Rabu tanggal 26 Nopember 1969.

    Terlahir di sebuah kampung kecil bernama Cilimus yang merupakan bagian dari desa Indragiri. Desa Indragiri yang berarti “air” dan “gunung” ini memang secara geografis terdiri atas pegunungan dan aliran air sungai. Oleh sebab itu desa ini mempunyai panorama alam yang indah dan sejuk. Secara teritorial, Desa Indragiri termasuk dalam wilayah kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis, Propinsi Jawa Barat.

    Mulai memasuki dunia pendidikan di sebuah sekolah dasar di kampung Cilimus bernama SDN Indragiri 2 berhubung pada saat itu belum ada Taman Kanak-Kanak, otomatis penyesuaian kebiasaan anak-anak dengan dunia pendidikan dimulai dari SD. Sekolah yang dijadikan tempat belajar terletak di atas bukit yang berjarak sekitar 1 Km dari rumah dengan posisi jalan menanjak. Lepas dari SD melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah yang berada di desa tetangga berjarak sekitar 4 Km ditempuh dengan jalan kaki dengan kondisi jalan naik turun. Walau demikian dari sejak kelas 1 SD sampai kelas 3 MTs belum pernah bergeser dari posisi rangking 1.

    Setelah menamatkan sekolah di Madrasah Tsanawiyah dengan Nilai Ebtanas Murni (NEM) tertinggi, lalu memasuki Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di kota Ciamis. Menamatkan pendidikan di SPG dengan raihan NEM tertinggi pula, lalu mengikuti testing masuk IAIN dan UMPTN. Walau lolos di 2 perguruan tinggi yaitu IAIN Sunan Gunung Djati Bandung dan IKIP Bandung, tetapi pilihan saat itu masuk IAIN jurusan Pendidikan Agama Islam.

    Sejak masuk IAIN menulis ini baru dimulai, 4 tulisannya seputar pendidikan Islam berhasil dimuat di Majalah Pendidikan lokal Jawa Barat. Sedangkan ilmu kepenulisan hanya didapat dari Diklat Jurnalistik yang diselenggarakan LPPM Salman ITB dan koran Islam Salam di Bandung.

    Ketika di IAIN pula, bertemu dengan seorang wanita adik tingkat Jurusan Bahasa dan Sastera Arab berasal dari Pandeglang yang akhirnya menjadi istri dan berhasil memboyongnya berkiprah di Pandeglang. Di Pandeglang memilih berusaha di bidang jual beli dan perbaikan komputer, berbeda dengan latar belakang pendidikan. Sampai sekarang bertempat tinggal di Jl. Raya Labuan Km 3 No. 27 (Aisha Computer) Majasari Pandeglang Banten 42217 dengan alamat e-mail: nemilhamzah@yahoo.co.id no hp. 081380818151.

    Tampil sebagai orang yang kurang banyak bicara, membuat orang menyebut sebagai pendiam. Padahal entah kenapa pikiran selalu berputar memikirkan berbagai hal dan seringkali sebagian dari apa yang dipikirkan dituangkan dalam bentuk tulisan, walaupun tulisan itu tidak pernah dipublikasikan. Ada pula salah satu organisasi ke-Islam-an cabang Pandeglang yang mempercayakannya untuk menggarap Buletin Dakwah Mingguan. Dengan  bergabung bersama FAM Indonesia semoga tulisan yang teronggok berupa lembaran kertas dan file usang bisa digali kembali.

    Dengan motto hidup “Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain, maka akan mendapat manfaat yang tidak disangka-sangka” membuat keinginannya selalu menjadi yang terbaik bagi orang lain.

    Kini, lelaki berprestasi ini ditunjuk FAM Indonesia untuk memimpin anggota FAM di kota Pandeglang. Semoga prestasi di bidang akademik yang ia dapatkan sejak di sekolah dasar menjadi satu potensi yang dapat dibagikan kepada para anggota FAM, khususnya di kota Pandeglang.

    Selamat untuk Satria Nova, Rahimah Ib, dan Nuryaman Emil Hamzah. Semoga amanah yang diberikan mampu diemban serta ikut menyebarkan dakwah bil qalam ke seluruh pelosok negeri, hingga bendera FAM Indonesia dapat benar-benar berkibar di puncak Everest kelak. Insya Alah.

    Salam Aishiteru
    FAM INDONESIA
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    3 comments:

    1. di Makassar sya tunggu..!!

      BalasHapus
    2. Bentuk segera cabang FAM Indonesia di kotamu. Add facebook FAM Indonesia: "AISHITERU MENULIS". Ikuti diskusi kepenulisan bersama Tim FAM Indonesia di Grup FB "FORUM AISHITERU MENULIS (FAM) INDONESIA". Bergabung menjadi anggota Hubungi Sekjen FAM Aliya Nurlela, Hp: 0812 5982 1511.

      BalasHapus

    Item Reviewed: FAM Indonesia Cabang Surabaya, Medan dan Pandeglang Segera Terbentuk Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top