• Info Terkini

    Saturday, June 30, 2012

    Tips Menulis Ala FAM Indonesia (1)

    TIPS MENULIS #1:

    Bagi pemula, tulislah apa saja: cerpen, puisi, novel, artikel, resensi, dll. Dalam proses menulis, jangan perhatikan tanda baca. Menulis saja terus hingga titik paling akhir. Sesudah tulisan Anda selesai, lakukan editing sebaik mungkin.

    TIPS MENULIS #2:

    Arsipkan tulisan Anda. Buat file di komputer, misal “Naskah Belum Selesai” dan “Naskah Sudah Selesai”. Ketika menulis lalu tiba-tiba tulisan itu mandeg di tengah jalan, tidak tahu apalagi yang harus ditulis, jangan buang naskah itu. Simpan di file “Naskah Belum Selesai”. Buat tulisan baru. Mandeg lagi, simpan juga di file “Naskah Belum Selesai”. Begitu seterusnya. Suatu hari nanti, ketika pikiran sudah tenang, silakan membaca lagi naskah-naskah yang belum selesai tadi, dan pasti akan mengalir lanjutan tulisannya. Silakan mencoba.

    TIPS MENULIS #3:

    Ide itu bertebaran di mana-mana. Ia berkelebatan setiap saat. Bagaimana agar ide itu tidak hilang begitu saja? Tangkap dia! Caranya, setiap kali ide datang, tuliskan ide itu ke dalam buku catatan. Bila malas membawa buku catatan ke mana pergi, gunakan handphone, ketik dalam bentuk sms saja, lalu simpan. Setiba di rumah, “kunyah-kunyah” ide itu, lalu kembangkan menjadi tulisan. Mana tahu, ide yang menurut Anda biasa, ketika ia telah menjadi tulisan akan menjadi karya luar biasa.

    TIPS MENULIS #4:

    Tidak semua orang punya selera yang sama ketika mencicipi sebuah hidangan makanan. Begitupun dalam menulis, masing-masing penulis punya “selera” sendiri ketika menulis suatu tulisan. Maka, jadilah diri Anda sendiri. Jangan jadi orang lain. Tulislah apa yang Anda suka. Takut dikatakan tidak bagus atau tidak bermutu? Jangan pusingkan soal bagus tidaknya, atau soal bermutu tidaknya. Tugas pertama Anda adalah menulis, dan terus menulis. Sebab, bagaimana mau bicara tentang mutu bila ia tidak pernah dituliskan?

    TIPS MENULIS #5:

    Fokus dan seriuslah. Di awal menulis, Anda boleh menulis tentang apa saja (puisi, cerpen, novel, kolom, dll). Tetapi kelak, ketika Anda telah menemukan gaya Anda sendiri, serta telah mendapatkan keasyikan menulis genre tertentu, maka fokuslah pada salah satu tulisan itu. Sejak kecil, Penyair Taufiq Ismail fokus menulis puisi hingga di usia senja. Lewat puisi ia berkeliling dunia, dan menjadi sastrawan besar Indonesia. Padahal, latar akademis beliau seorang dokter hewan. Mengamalkan dua kata ini—fokus dan serius—Anda akan sukses menjadi penulis hebat.

    TIPS MENULIS #6:

    Editing itu penting. FAM Indonesia menemukan banyak sekali karya anggota yang diposting ke dinding group FAM tanpa editing. Padahal dari segi isi tulisan itu bagus. Penulis terkesan terburu-buru menerbitkan tulisannya. Berkarya jangan instan. Bersungguh-sungguhlah.

    TIPS MENULIS #7:

    Biasakan menulis sehari minimal 1 lembar tulisan (cerpen, puisi, novel, esail, dll). Jadikan kebutuhan sepertinya makan dan minum. Bila itu dapat dilakukan, sekurang-kurangnya 1 tahun Anda akan memiliki 1-2 naskah buku. Hitung-hitungannya begini: 1 hari = 1 lembar tulisan. 1 minggu 7 hari = 7 lembar tulisan. 1 bulan 30 hari = 30 lembar tulisan. 1 tahun 365 hari = 365 lembar tulisan = 1 naskah buku tebal. Silakan dibuktikan sendiri.

    TIPS MENULIS #8:

    Perhatikan kerapian naskah karyamu. Sebagus apapun karya Anda tetapi bila pengetikannya asal-asalan, jangan harap akan dapat ‘mencuri hati’ redaktur media massa atau penerbit. Bisa-bisa naskah Anda akan masuk ke tong sampah atau di delete dari peredaran. Agar naskah Anda rapi, ketik menggunakan komputer, ukuran kertas A4, jenis huruf Times New Roman, ukuran huruf 12, spasi berjarak 1½, margin kiri 4, margin atas 3, margin kanan 3, margin bawah 3. Bubuhkan nomor halaman. Di bawah judul tulisan bubuhkan nama penulis, dan di akhir tulisan sertakan biodata penulis.

    TIPS MENULIS #9:

    Amalkan rumus ini: ABG. A (Aktif), B (Baca), G (Gaul). Seorang calon penulis hebat ia harus seorang ABG. Ia AKTIF bertanya, memerhatikan, mengamati, merefleksi terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Dia juga banyak BACA buku, koran, majalah, info-info berguna di internet, bahkan tulisan-tulisan di baliho/reklame di jalanan sekalipun tak luput dari bacaannya. Yang terpenting, dia juga seorang yang GAUL dengan cara mengikuti dan menghadiri peristiwa-peristiwa seni, sastra, pementasan teater, diskusi, peluncuran buku, dan lain-lain. Jangan jadi penulis yang kuper, atau cuek-bebek!

    TIPS MENULIS #10

    Jadikan menulis sebagai investasi masa depan bisnis Anda. Awalnya mungkin ia tidak menghasilkan apa-apa secara materi. Tetapi kelak, ketika tulisan-tulisan Anda telah banyak, telah mampu dipilah dan dipilih mana tulisan yang berkualitas lalu menjadi buku, terbit, dan beredar luas, menempati posisi mega best seller bahkan international best seller, Anda tinggal memetik hasilnya. Uang akan mengalir deras mengisi pundi-pundi kekayaan Anda. Pengarang-pengarang sukses dunia, hari ini, telah membuktikan dahsyatnya hasil investasi mereka lewat karya tulis.

    TIPS MENULIS #11

    Menulis karya sastra bukan semata tugas anak sastra yang kuliah di Fakultas Sastra. Siapapun boleh menulis karya sastra (cerpen, puisi, novel). Anda tidak perlu minder menulis karya sastra walau latar belakang pendidikan Anda bukan lulusan sarjana sastra. Santai saja. Asalkan Anda segera menulis lalu karya itu terbit, maka kelak pantaslah Anda disebut sebagai seorang sastrawan. Jadi, segeralah menulis.

    TIPS MENULIS #12

    Catatlah setiap kalimat yang penting dalam buku yang dibaca. Tulis tangan dengan rapi—bila diketik juga penuh kerapian. Jaga jarak alineanya, jangan berserakan, rapat-renggangnya apik. Ketika menulis kembali kutipan-kutipan itu untuk memperkaya tulisan Anda, jangan lupa disebutkan sumber di mana kutipan itu diambil. Jadilah penulis yang jujur. Jangan jadi plagiator.

    TIPS MENULIS #13

    Sebelum menulis tentang orang lain, tulislah tentang diri Anda sendiri. Sebab, menulis tentang orang lain, belum tentu Anda tahu sedalam-dalamnya seluk beluk orang itu. Tetapi bila ide tulisan bersumber dari diri Anda, tidak ada orang lain yang lebih tahu tentang Anda selain diri Anda sendiri. Tentu, Anda punya segudang pengalaman suka duka selama hidup, punya cita-cita atau mimpi yang belum tergapai, dan lain sebagainya. Nah, jadikan itu modal awal Anda untuk menulis cerpen, puisi bahkan novel. Andrea Hirata, Ahmad Fuadi, Habiburrahman El Shirazy, Gol A Gong, Helvy Tiana Rossa, Asma Nadia, Pipiet Senja, dan sederet nama penulis best seller lainnya telah membuktikan bahwa sejumlah karya hebat mereka lahir dari pengalaman pribadi.

    TIPS MENULIS #14

    Sudah kuno bila ibu rumah tangga setiap hari urusannya hanya dapur, sumur, dan kasur. Seorang ibu rumah tangga, berapapun kesibukannya, berapapun jumlah anaknya, di jaman modern hari ini memiliki banyak kesempatan jadi penulis, dan lahan itu bisa menambah penghasilan keluarga. Artinya, menej waktu sebaik mungkin. Buat jadual kerja harian Anda. Mustahil rasanya bila sehari tidak dapat menyisakan waktu 30 menit – 1 jam saja untuk menulis. Sebab, dalam sehari Tuhan hanya menyediakan waktu 24 jam. Penulis sukses maupun yang masih bermimpi jadi penulis sama-sama dimodali waktu 24 jam. Jadi, silakan mengatur waktu itu sebaik mungkin.

    TIPS MENULIS #15

    Bergaullah. Miliki banyak kawan. Jangan ‘kuper’ (kurang pergaulan). Semakin banyak kawan, semakin pula banyak kesempatan bagi Anda untuk mempelajari karakter manusia. Tentu saja, ketika Anda menulis cerpen atau novel, misalnya, Anda dengan mudah dapat membayangkan karakter tokoh-tokoh ciptaan Anda layaknya seperti siapa. Tokoh berkarakter baik atau buruk, bisa Anda tulis setelah membandingkannya dengan karakter kawan-kawan Anda. Hanya yang perlu diingat, bila Anda menulis karakter seseorang yang sangat Anda kenal, demikian pula sebaliknya, jangan sekali-sekali menulis nama aslinya. Buatlah nama tokoh lain, dramatisir jalan ceritanya, sehingga orang yang Anda ceritakan tidak tahu bila cerita itu tentang dia. Jadi, berhati-hatilah menulis nama tokoh, bila tidak ingin ‘berabe’ karier kepenulisan Anda. Sebab bila tahu, dan si pemilik nama tidak setuju dirinya dijadikan objek, yang bersangkutan akan tersinggung. Bisa-bisa Anda berurusan dengan polisi lantaran dituduh melakukan pencemaran baik.

    Salam aishiteru,
    FAM INDONESIA
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Tips Menulis Ala FAM Indonesia (1) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top