• Info Terkini

    Monday, June 4, 2012

    Ulasan Cerpen “Jangan Tinggalkan Tyas Lagi” Karya Hamidah (Bukittinggi)

    HAMIDAH
    Kali ini FAM Indonesia mengulas cerpen yang berjudul “Jangan Tinggalkan Tyas Lagi” karya Hamidah (nama facebook: Amy) ID FAM295M. Cerpen ini bercerita tentang seorang gadis buta berusia 5 tahun, yang kurang mendapat perhatian dari ibunya. Ayahnya menjadi satu-satunya sosok yang selama ini membuatnya nyaman dengan belaian lembut tangan kasarnya, juga dongeng-dongengnya.

    Penulis cukup baik dalam membuat alur cerita. Judul yang digunakan cocok dengan isinya. Kisah ini mulai menarik ketika sampai pada penggalan kisah kedua, ketika sang ayah memergoki istrinya yang pulang malam lagi. Sementara awal cerita, terlihat biasa saja.

    Beberapa hal yang harus diperbaiki penulis adalah penggunaan EYD dan penulisan istilah. Misalnya saja baby sister yang seharusnya babysitter, penulisan “di” yang seharusnya dipisah jika diikuti kata tempat, dan kata “nya” di akhir kalimat yang penulisannya seharusnya digabung dengan kata sebelumnya. Contoh kesalahan ini bisa dilihat di paragraf pertama dan kedua yang diberi tanda petik satu (‘): “Pria berjas hitam legam itu agak pelan meniti tangga pualam menuju kamar putri semata ‘wayang nya’ di lantai dua. Mungkin dia agak sedikit pusing saja barangkali, atau ada suatu hal yang beliau pikirkan, entahlah. Setiba di atas, pria itu bertemu dengan ‘baby sister’ putrinya. Suster Ani. Suster Ani tahu setiap malam adalah waktu Tuannya tersebut menghabiskan waktu bersama si gadis kecil.” “Makan ‘malam nya’ sudah saya sediakan ‘dikamar’ Non Tyas, Tuan” Ujar suster Ani penuh hormat. Bisa dibilang cerpen ini tergolong “sad story”. Namun endingnya tidak sepenuhnya sedih. Ada secercah kebahagiaan di tengah kesedihan Tyas disaat ia bertemu dengan ayahnya di tengah guyuran hujan dikeheningan malam. Ada baiknya jika cerita ini dibuat sepenuhnya dalam bentuk “sad story”.


    Untuk ukuran cerpen, akan lebih baik jika penulis membiarkan pembaca untuk menyimpulkan sendiri kelanjutan kisah yang ditulis. Hal ini bisa dibuat dengan cara mendesain akhir cerita yang terputus, tapi tidak menggantung. Misalnya saja, untuk kasus cerpen ini, akhir cerita bisa dibuat dengan sang ayah yang diusir dari rumah berlari menjemput seorang gadis buta setelah diberitahu oleh pembeli di warung makan. Karena terburu-buru, ia tak melihat truk yang melaju kencang dan tewas tertabrak.

    Secara keseluruhan, penulis kisah ini sudah bagus dalam mendesain cerita. Sepertinya ini bukan cerpen pertama yang dibuat jika dilihat dari gaya dan teknik penulisannya. FAM yakin, jika penulis sering-sering menulis, kualitas tulisannya akan semakin baik.
    Semangat berkarya.

    Salam Aishiteru
    TIM FAM INDONESIA
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen “Jangan Tinggalkan Tyas Lagi” Karya Hamidah (Bukittinggi) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top