• Info Terkini

    Thursday, June 21, 2012

    Ulasan Cerpen "Sahabatku Kini Musuhku" Karya Arini Fitria Nabilah

    Sahabatku Kini Musuhku

    Karya Arini Fitria Nabilah
    IDFAM450S Anggota FAM Pandeglang

    Kebahagiaan dirasakan Erin ketika lulus dari MTs. Dia melanjutkan ke SMA bersama teman-temannya satu sekolah, tapi sayang mereka beda kelas. Tapi Erin sangat kecewa ketika mendapati sahabat baiknya Helmy menjauh darinya.

    Helmy lebih memilih berteman dengan Debby dan meninggalkan Erin. Tapi syukurlah Alin membantunya, sehingga ia dapat menghapus Helmy dari ingatannya bahwa mereka pernah bersahabat.

    Cerita di atas merupakan sepenggal cerpen berjudul “Sahabatku Kini Musuhku.” Namun ada beberapa hal penting yang menjadi catatan untuk penulis:

    1. Tokoh cerita tidak jelas, terkadang memakai “aku” namun tiba-tiba berubah menjadi Erin.

    2. Penggunaan EYD yang masih kacau, juga cara meletakkan tanda baca.

    3. Tidak ada kejelasan konflik antara tokoh cerita dan Helmy.

    4. Cerita bertele-tele dan menimbulkan kesan hanya memperbanyak halaman. Seperti bunyi bel “Tttttttt…” sebanyak lima kali dan menggunakan sebaris (selebihnya kosong).

    Berikut, petikan cerpen pada halaman pertama alinea ketiga:

    “ Bel sekolah pun berbunyi,tandanya semua siswa memulai kegiatan belajarnya di kelas masing-masing. Aku berharap bel istirahat cepat berbunyi karena aku dah gak betah dikelas, dilihatnya jam tangan Erin yang masih terus berjalan dan belum juga waktu istirahat. Huffft…aku semakin BT karena guru yang ngajar juga ngebosenin dan beberapa siswa sampai ada yang tertidur pulas. Hmmm…aku sih gak bakalan ngantuk tapi bosennya minta ampun.”

    Apa yang membingungkan dari penggalan cerita diatas? Ya, “aku” yang berubah menjadi “Erin” (ini juga ditemukan di alinea lain). Tulisan “dah” seharusnya “sudah,” “gak” seharusnya “enggak,” “dikelas” seharusnya “di kelas”. Kemudian BT itu apakah singkatan sehingga menggunakan huruf kapital? Seharusnya tulis saja “bête.” Disamping itu, kesalahan lainnya penggunaan huruf setelah tanda kutip yang seharusnya menggunakan huruf kapital “hahaha kamu ngaco banget deh” seharusnya “Ha-ha-ha, kamu ngaco banget deh.”

    Hal penting yang harus menjadi catatan bagi penulis cerpen ini adalah, membaca ulang cerpen yang sudah dibuat dan diedit kembali jika memiliki kekurangan.

    Kelemahan lainnya dari cerpen ini juga tidak memuat unsur pembelajaran, hanya cerita anak sekolah yang lalai (baca penggalan cerpen di atas, tentang siswa yang tidur di kelas, lalu… gurunya bagaimana?). Tapi cerpen ini layak diapresiasi, karena sebagai pemula, penulis sudah berani melahirkan tulisannya.

    Teruslah menulis dan berkarya, karena bukan tidak mungkin seseorang yang berani menulis dan mempublikasikan tulisannya kelak ia akan menjadi penulis hebat.

    Salam Aishiteru
    TIM FAM INDONESIA
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen "Sahabatku Kini Musuhku" Karya Arini Fitria Nabilah Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top