• Info Terkini

    Thursday, June 7, 2012

    Ulasan Cerpen “Si Pengkhianat Bangau” Karya Sepri Ayhu (Ayhumie)

    Sahabat FAM Indonesia. Apa kabar Anda hari ini? Semoga senantiasa sehat walafiat. Kali ini FAM Indonesia mengulas cerpen karya Sepri Ayhu (IDFAM275M).

    Ayhu membuka ceritanya: Di sebuah gurun yang dilanda kekeringan, ada seekor bangau yang sedang mencari makanan. Bangau menemukan sebuah telaga yang didalamnya terdapat seekor kepiting dan tiga ekor ikan. Bangau berpikir bahwa dia telah menemukan makanan yang lezat, namun ikan memohon pertolongan untuk dipindahkan ke tempat yang lebih baik karena air telaga yang semakin surut.


    Berikut dialog antara ikan dan bangau, “Hai Bangau yang baik… tolonglah kami, kami kan mati bila terus disini, lihatlah airnya semakin lama semakin surut”. Bangaupun menjawab, “Baiklah, aku kan membantu kalian… asalkan kalian memberikan makanan padaku”. Setelah ikan menyetujui untuk membantunya pergi ke arah barat, bangau mulai terlebih dahulu memindahkan kepiting.

    Dalam pikiran bangau sudah terbersit niat jahat, dia akan menghabisi ikan menjadi santapan lezatnya. Benar saja, setelah kepiting dipindahkan, kini giliran ikan yang dipindahkan. Tapi apa yang terjadi? Bangau berkhianat dan tidak memindahkan ikan-ikan itu, tapi malah menyantap ketiganya. Kepiting mulai curiga dan dia berjalan, kepiting terkejut ketika menemukan bangau dibalik pohon yang sedang menyantap temannya, sang ikan. Tentu saja kepiting marah besar dan segera menjepit leher bangau, “Ampun… ampun! Lepaskan aku!” Bangau berkata dengan kesakitan. “Aku tidak akan melepaskanmu..dasar pengkhianat besar! Tega-teganya kau memakan temanku!” Kepiting terus mencekik si Bangau, sampai akhirnya si Bangau tak bisa bernapas lagi, dan mati.

    Cerita anak di atas adalah cerita Fabel yang menjadi cara jitu menanamkan moral kepada anak-anak, bahwa berkhianat itu adalah perbuatan tercela dan sangat dibeci Allah karena merupakan salah satu ciri-ciri orang munafik. Berkhianat membawa keburukan pada diri sendiri (dicontohkan bangau yang akhirnya mati dijepit kepiting). Nilai pembelajaran pada cerita anak diatas terasa “mengena”. Namun ada beberapa kelemahan, sebaiknya judul “Si Pengkhianat Bangau” diganti menjadi “Bangau Si Pengkhianat”. Ada juga beberapa kesalahan EYD dan tanda baca, seperti dialog diatas. Penulis menggunakan kata “kan” yang seharusnya “akan”.
    Namun, secara keseluruhan, cerita anak ini adalah cerita yang menarik dan mampu menyampaikan pesan moral secara efektif.

    Ide cerita Ayhu juga bukan cerita biasa. Agaknya sejumlah cerita bernada sama sudah pernah ditulis oleh pengarang lainnya. Di sini Ayhu harus berhati-hati. Tertarik dengan suatu cerita yang pernah ada sebelumnya sah-sah saja, asal tidak melakukan pengulangan-pengulangan yang cenderung epigon (mengikut). Walau demikian FAM Indonesia memberikan apresiasi terhadap cerpen Ayhu karena sudah menulisnya. Untuk karya-karya Ayhu berikutnya, FAM menyarankan agar menulis tema-tema sosial terkini yang sangat banyak betebaran di sekitar kita.

    Salam aishiteru untuk Ayhu.

    TIM FAM INDONESIA
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen “Si Pengkhianat Bangau” Karya Sepri Ayhu (Ayhumie) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top