• Info Terkini

    Monday, July 9, 2012

    4 Puisi Terpilih Lomba Milad Sekjen FAM Indonesia

    HANDIWUNG

    Oleh Nuryaman Emil Hamzah
    IDFAM255U cakacab FAM Pandeglang

    Hamparan padi berundak menghijau
    Jadi saksi abadi tak terganti
    Gunung tampak syahdu merenung
    Berselimut belukar terbalut kabut
    Air mengalir menerpa bebatuan
    Meluncur… melandai… menuju muara
    Semilir angin menarikan nyiur dan bambu

    Udara nan sejuk titikkan embun di dedaunan
    Di sinilah Aliya kecil lahir
    Kebun, sawah, sungai… teman setianya
    Berlari di pematang, menantang belalang
    Jemarinya menari di sela rumpun padi
    Tentu tak asing baginya dan tak pernah terlupa
    “Handiwung” sungai kecil yang melarutkannya
    Bersama udang-udang kecil menemaninya berenang
    Kini 37 tahun berlalu
    Andai mereka dapat bicara
    Andai mereka dapat jelmakan aksara
    Lembaran sejarah itu tak kan tergudangkan
    Liku-liku pelik unik kadang menggelitik
    Warnai perjalanan Aliya kecil di situ
    Andai mereka bisa bercengkerama di dunia maya
    Mereka kan bicara “Selamat Milad Aliya Nurlela”
    Kau terlahir dan besar bersama kami
    Tapi kau dilahirkan untuk umat, bukan hanya untuk kami
    Berkarya… bermakna… berguna bagi sesama
    “Pakena Gawe Rahayu Pakeun Heubeul Jaya Dina Buana”

    PELANGI DALAM AKSARAMU

    Oleh Titi Haryati Abbas
    Anggota group “Forum Aishiteru Menulis”

    Saat gundah rebah di ujung langit
    Pijar luka ini pekatkan bilik hati
    Degup jantung tertahan pekikkan namamu
    Hantarkan setangkup harapan yang senantiasa kau tawarkan

    Nur, namamu bermakna cahaya
    Pemberi terang manakala gulita
    Sibakkan galau diantara buih lara
    Saat kalimat-kalimat indahmu yang sarat hikmah
    Bergulir pasti tawarkan oase di gersang dahaga kemelutku

    Nur, tak henti batin merindu
    Menatap senyum lembutmu
    Menggapai harap diantara aksara-aksaramu
    Yang bertaburan ibarat pelangi biaskan cerah
    Pada tiap-tiap jiwa yang ringkih
    Bahkan pada barisan jiwa tegar
    Kau sematkan semangat tebarkan pelita

    Nur, janjikan aku satu aksara
    Bilakah rindu ini terbayar
    Dalam luluh angan menjabat erat tangan

    QURRATA A’YUNI

    Oleh Ervyta Sari
    IDFAM560M Anggota FAM Cairo Mesir

    Alhamdulillah...
    Cahaya bulan tinggi gemerlapkan hati
    Lentera wajahmu mengusir sakit nan letih ini
    Suara manjamu menenangkan qalbi
    Kini kau hadir bak permata hati

    Alhamdulillah...
    Lantunan iqamah penghias telinga pertama kali
    Nama islami bak doa kini menemani
    Aliya Nurlela, nama indah penuh arti
    Sekotak asa ayah bunda kini terpatri
    Moga kau menjadi qurrata a'yuni

    Alhamdulillah...
    Kau hadir selamat dengan izin-Nya di bumi
    Tak lupa, kau dititipkan sebait misi islami
    Sejuta harap ayah bunda kini bersemi
    Moga kau tak lupa untuk selalu mengabdi
    Mengabdikan diri pada Ilahi Rabbi

    Sanah helwah ya gamilah.... Kulu 'amin wa antum bikhair...

    ALIYA NURLELA

    Oleh Abdul Kadir Halimin
    IDFAM350M Anggota FAM Barru, Sulsel

    Matanya indah menyejukkan bak sinar rembulan malam
    Mencairkan setiap suasana yang mencekam dari tatapan sinis orang syirik
    Bibirnya yang mungil berwarna merah jambu
    Mampu mengeluarkan Firman yang dapat menggetarkan hati seluruh umat
    Kulitnya yang bersih bak kertas kosong
    Takkan ia berani memamerkannya di muka khalayak
    Sungguh wanita yang anggun nan idaman kaum Adam
    Siapakah gerangan wanita itu?
    Sosok yang selalu memiliki pikiran cemerlang, yang dapat memberikan perubahan besar bagi umat
    Dialah wanita cerdas!
    Wanita yang dapat merubah dunia dengan perasaan dan kelembutan
    Menjalankan setiap amanah dari yang Maha Kuasa dengan penuh dedikasi
    Menghalau hawa nafsu syetan di garis depan dengan tangguh
    Menentang seluruh bentuk penindasan
    Menyuarakan kebebasan berekspresi bagi kaum Hawa
    Namun ia tetap sadar akan kodratnya sebagai seorang wanita Muslimah,
    Dialah wanita sejati!
    Kartini masa kini!
    Menyuarakan kebenaran dengan pena emasnya,
    Dialah wanita tangguh berhati lembut!
    Fatimah di abad sekarang!
    Berperang di garis depan dengan pikiran cemerlangnya
    Menyuarakan segala bentuk kebebasan yang sesuai syariat Islam
    Dialah wanita sejuta bintang.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: 4 Puisi Terpilih Lomba Milad Sekjen FAM Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top