• Info Terkini

    Saturday, July 14, 2012

    Biografi Penyair Dunia, Muhammad Iqbal

    Muhammad Iqbal, Penyair yang lahir pada bulan Dzulhijjah 1289 H, atau 22 Februari 1873 M di Sialkot. Ia memulai pendidikannya pada masa kanak-kanak pada ayahnya, Nur Muhammad yang dikenal sebagai seorang ulama.

    Kemudian iqbal mengikuti pelajarannya mengaji Alquran dan pendidikan Islam lainnya secara klasik di sebuah surau. Selanjutnya, Iqbal dimasukkan oleh ayahnya ke Scotch Mission College di Sialkot agar ia mendapatkan bimbingan dari Maulawi Mir Hasan, teman ayahnya yang ahli bahasa Persia dan Arab.

    Muhammad Iqbal dikenal sebagai pemikir dan penyair hebat dan pejuang kemerdekaan Pakistan bersama Muhammad Ali Jinnah. Dialah sang pelopor pembentukan Negara bagi kaum muslim India yang akhirnya terwujud dalam Negara Pakistan 10 tahun setelah beliau
    wafat. Ia juga meninggalkan karya-karya besar seperti Javid Namah (Kitab Keabadian), sebagai buku sastra tersohor.

    Bakat menulisnya berkembang pesat di bawah bimbingan Maulwi Mirr Hasan. Lulus dari Scotch Mission College di Sialkot, Iqbal pindah ke Lahore masuk ke Kolese Pemerintah di Lahore dan mendapatkan guru Sir Thomas Arnold (seorang pakar Islam dan Filsafat modern) dan tamat dengan predikat cumlaude. Setelah mendapat gelar master dalam bidang filsafat, ia kemudian menjadi korektor Bahasa Arab di Universitas Kolese Oriental Lahore dan juga mengajar di Universitas tersebut. Ia kemudian melanjutkan studi tahun 1905 di Lincoln`s Inn di London untuk menjadi pengacara. Setelah itu ia kembali belajar di Universitas Cambridge pada jurusan Filsafat sambil mempersiapkan disertasi Doktor untuk Universitas Munich Jerman. Disertasinya yang berjudul “Perkembangan Metafisika di Persia” berhasil diselesaikan sehingga ia meraih gelar Doktor Filsafat tahun 1907. Sekembalinya dari Eropa, ia kembali bergabung di Kolese Pemerintah Lahore sebagai Profesor Filsafat dan Kesusasteraan Inggris.

    Ketenaran Iqbal juga merambah dalam dunia politik. Tahun 1908 ia masuk di Komite Inggris Liga Muslim se-India. Ia juga terpilih menjadi anggota Majelis Legislatif Punjab dan menjadi salah satu pemikir politik. Pidato kepresidenan Liga Muslim India tahun 1930 menjadi dasar konseptual bagi pembentukan Negara Pakistan, walaupun ia tidak menyebutkan nama Pakistan secara eksplisit. Sebagai seorang pemikir, ia sangat prihatin dengan keadaan kaum muslim India sehingga ia mengajukan konsep pembentukan Negara bagi golongan kaum muslim.

    Karya-karya sastra yang membuatnya amat terkenal adalah syair-syair yang ditulis dalam bahasa Persia dan Urdhu antara lain “Asrar-I Khudi (Rahasia Diri), Payam-I Masyriq (Pesan dari Timur), Navid Namah (Kitab Keabadian). Iqbal menderita sakit berkepanjangan antara tahun 1934-1938 dan tanggal 21 April 1938 ia meninggal kemudian dimakamkan di Masjid Badshahi Lahore.

    Masa Kehidupan Muhammad Iqbal

    Pada tahun 1895 ia ke Lahore, salah satu kota di India yang menjadi pusat kebudayaan, pengetahuan, dan seni. i kota ini ia bergabung dengan perhimpunan sastrawan yang sering diundang musya’arah, yakni pertemuan-pertemuan di mana membacakan sajaknya.

    Di kota Lahore ini, sambil melanjutkan pendidikan sarjananya ia mengajar filsafat di government college. Pada tahun 1897 Iqbal memperoleh B.A, kemudian ia mengambil program M.A. dalam bidang filsafat. Pada saat itulah ia bertemu dengan Sir Thomas Arnold—orientalis Inggris yang terkenal – yang mengajarkan filsafat Islam di college tersebut. Antara keduanya terjalin hubungan baik melebihi hubungan guru dengan murid, sebagai tertuang dalam kumpulan sajaknya “bang-I dara”.

    Dengan dorongan dan dukungan Arnold, Iqbal menjadi terkenal sebagai salah seorang pengajar yang berbakat dan penyair Lahore. Sajak-sajaknya banyak diminati orang. Pada tahun 1905, ia studi di Cambridge pada R.A Nicholson, seorang spesialis sufisme, dan seorang neo-hegelian, yaitu John M.E.  Mc Taggart. Iqbal kemudian belajar di Heidelberg dan munich. Di munich, ia menyelesaikan doktornya pada tahun 1908 dengan disertasi “The Development of Metaphysics in Persia”. Setelah mendapatkan gelar doctor, ia kembali ke London untuk belajar dibidang keadvokatan sambil mengajar bahasa dan kesusteraan Arab di London. Selama di Eropa, Iqbal tidak jemu-jemu menemui para ilmuwan untuk mengadakan berbagai perbincangan tentang persoalan-persoalan keilmuan dan kefilsafatan.

    Saat-saat Pakistan masih memerlukan karya-karyanya, pada tahun 1935 isterinya meninggal dunia. Musibah ini membekas sangat mendalam dan membawa kesedihan yang berlarut-larut kepada Iqbal, akhirnya berbagai penyakit menimpa dirinya sehingga fisiknya semakin lemah. Sungguhpun demikian, pikiran dan semangat Iqbal tidak pernah mengenal lelah. Ia tidak henti-hentinya mengubah sajak-sajak dan terus menuliskan pemikiran-pemikirannya, hingga akhir hayat.

    [sumber: http://biografi-biodata-profile.blogspot.com/2012/05/biografi-muhammad-iqbal.html]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Biografi Penyair Dunia, Muhammad Iqbal Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top