• Info Terkini

    Tuesday, July 17, 2012

    Profil Anggota FAM Indonesia: Hafney Maulana (Riau)


    HAFNEY MAULANA
    Hafney Maulana (ID-FAM877U, anggota FAM Riau), lahir tahun 1965, di Sungai Luar, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Dia adalah salah seorang penyair Indonesia yang sudah banyak malang-melintang di dunia perpuisian Tanah Air. Aktif dalam berbagai kegiatan sastra dan kebudayaan daerah maupun nasional. Pada tahun 1995 bersama T.S Basirun, T.M. Sum dan Ade Darmawi menggelar ”Syair Khabar Kiamat” karya Tuan Guru K.H. Abdurrahman Sidik di Teater Arena Pekanbaru.

    Dia mengikuti Mimbar Penyair Abad 21 di Taman Ismail Marzuki Jakarta tahun 1996, Temu Penyair se-Sumatera tahun 1997 di Pekanbaru, Perkampungan Budaya Pulau Rupat (Perkampungan Penulis Riau dan GAPENA Malaysia) tahun 1997, Pertemuan Sastrawan Nusantara (PSN) IX dan Pertemuan Sastrawan Indonesia (PSI) di Kayu Tanam-Sumatera Barat tahun 1997.


    Selain itu, Perkampungan Penulis Melayu Serumpun (Indonesia, Malaysia, Singapura, Berunai, Thailand) di Daik Lingga tahun 1999, Kenduri Seni Melayu (Malay Arts Colebration) di Batam tahun 1999, Dialog Rempang (Perkampungan Penulis Rantau Melayu (Riau, Malaysia, Singapura, Berunai, Thailand dan Filipina) tahun 2000 di Pulau Rempang, Batam. Gerak Gemilang I tahun 2005 dan Gerak Gemilang II tahun 2006 di Tembilahan, Pertemuan Sastrawan Nusantara XIV di Kedah Malaysia, tahun 2007 dan lain-lain.

    Karya puisi, cerpen dan artikel budayanya telah dimuat diberbagai media massa daerah maupun nasional dan berbagai antologi antara lain: Antologi Puisi Kemah Seniman di Surakarta (1996), Antologi Puisi Penyair Abad 21 (Balai Pustaka, Jakarta 1996), Antologi Puisi Indonesia 1997 (KSI dan Angkasa Bandung, 1997), Amsal Sebuah Patung (Yayasan Gunungan, Yogyakarta, 1997), Antologi Puisi Makam (Pusat Pengkajian Bahasa dan Kebudayaan Melayu, Universitas Riau, Pekanbaru 1999), Antologi Puisi Jazirah Luka (Unri Pres, Pekanbaru 1999), Air Mata 1824 (Yayasan Pusaka Riau, Pekanbaru 2000), Resonansi Indonesia-Puisi dua bahasa Indonesia dan Mandarin (KSI, Jakarta 2000), Asia Throug Asian Eyes (CD-ROOM, Currikulum Corporation, Australia 2001), dan beberapa antologi lainnya. Puisi-puisinya telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dan Mandarin.

    Kumpulan Puisi tunggalnya terkumpul dalam: Usia Yang Tertinggal (Batam Grafiti, 1996), Jajak-Jejak Waktu (Dokumentasi Sastra Mandiri, 2005), Mengutip Makna Tamasya Purba (KBP, 2005).

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Profil Anggota FAM Indonesia: Hafney Maulana (Riau) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top