• Info Terkini

    Thursday, July 19, 2012

    Tips Menulis Ala FAM Indonesia (2)

    TIPS MENULIS #16

    Membuat kerangka karangan (outline) itu penting. Tujuannya agar tulisan Anda terarah. Bagi penulis pemula dianjurkan untuk membuat outline, tetapi itu tidak berlaku bagi penulis-penulis yang sudah mapan, sebab outline itu sudah ada dalam benak mereka. Ketika ia menulis, tulisan itu akan mengalir deras begitu saja. Ketika Anda sudah mencapai titik kemapanan (mahir) itu, Anda juga akan menemukan indahnya menulis tanpa outline. Berproseslah.

    TIPS MENULIS #17

    Teori itu penting. Tetapi praktik jauh lebih penting. Seorang calon penulis membutuhkan
    banyak teori-teori kepenulisan, dan di jaman sekarang itu sangat mudah didapat, terutama lewat internet. Mesin pencari Google memudahkan bagi siapa saja untuk menemukan apa yang ia inginkan, termasuk teori-teori kepenulisan. Jadi tidak ada alasan sulit mencari sumber teori. Walau demikian, sebanyak apapun teori yang dibaca tetapi tidak juga menulis, sama saja bohong. Dengan segera menulis, apapun jenis tulisan itu, membuktikan calon penulis serius mewujudkan mimpinya jadi penulis.

    TIPS MENULIS #18

    Hari paling buruk bagi seorang penulis adalah ketika tulisannya ditolak redaktur. Penulis-penulis pemula yang tidak siap menerima penolakan itu, banyak yang memutuskan tidak lagi menulis. Alasannya tidak berbakat. Buktinya karyanya selalu ditolak. Penulis seperti ini, mentalnya tidak siap tempur. Mudah menyerah. Cengeng. Padahal, banyak alasan bagi redaktur menolak tulisannya itu. Bisa saja, tulisan tersebut bagus tetapi terlalu panjang (over) halamannya sehingga tidak mencukupi ruang yang dimiliki media dimaksud. Jadi, sebelum mengirim tulisan ke penerbit atau media massa, pelajari dulu syarat dan ketentuan pemuatan tulisan. Ikuti aturan itu. Jangan dilanggar. Bila sekali ditolak, besok kirim tulisan lainnya. Terus menerus. Hingga suatu hari nanti, tulisan Anda akan dimuat atau diterbitkan menjadi buku.

    TIPS MENULIS #19

    Disiplinlah. Itu kunci utama menjadi penulis sukses. Sesibuk apapun pekerjaan Anda, sisakan sedikit waktu untuk membaca buku dan melanjutkan tulisan Anda yang tertunda. Bagi penulis-penulis sukses hari ini, tidak heran lagi kalau buku-bukunya yang best seller itu dibeli produser untuk dibuat film atau siaran radio dan televisi. Pada waktu orang banyak mengeluh kesulitan mencari nafkah, ia malah mendirikan rumah. Subhanallah. Inna ma’al ‘usri yusron. Jadi, tak perlu kita iri hati melihat kesuksesan mereka.

    TIPS MENULIS #20

    Jangan cepat puas dengan karya yang sudah jadi. Bacalah lagi berulang kali. Bila terdapat kejanggalan dan kekurangan di sana-sini, jangan sungkan melakukan revisi. Revisi itu sangat penting dan menggairahkan, kata seorang penulis Amerika. Seringkali, ketika melakukan revisi, kita menemukan sesuatu yang tak terpikirkan sebelumnya dan menambah kekuatan baru naskah yang ditulis itu. Mana tahu, setelah melakukan revisi itu, tulisan Anda benar-benar menjadi karya yang sangat hebat dan disukai pembaca.

    TIPS MENULIS #21

    Bagaimana agar dapat menghasilkan ide cerita yang baru, asli dan menarik? Lakukan perjalanan. Semakin jauh berjalan semakin banyak yang dilihat. Catatlah apa yang Anda lihat dan itu menarik menurut Anda. Artinya, kemana pun Anda pergi, bawalah selalu buku catatan. Perhatikan dengan penuh keingintahuan apa yang dikerjakan orang-orang di sekitar Anda. Belajarlah dari alam. Alam terkembang jadi guru.

    TIPS MENULIS #22

    Sebuah cerita yang menarik adalah adanya tokoh yang unik. Tokoh-tokoh yang umum, yang disembarang tempat mudah ditemukan, memang tidak perlu diceritakan. Singkatnya kurang menarik. Ciptakanlah tokoh cerita yang mengejutkan. Misal ada seorang kakek yang sepanjang hidupnya tidak pernah sakit—lumrahnya manusia pasti mengalami sehat dan sakit. Tapi kakek ini tidak. Dia sehat selamanya sehingga ia merindukan bagaimana rasanya sakit. Di dalam cerita, cerpen atau novel, itu sah-sah saja. Kakek itu tentu seorang yang unik.

    TIPS MENULIS #23

    Ide cerita itu ada dalam halaman-halaman buku dan dalam kehidupan. Maka bacalah buku lalu kenalilah manusia dan bersimpatilah pada nasibnya. Ketika ada teman Anda yang hidupnya prihatin lantaran miskin, sekali-sekali datangi rumahnya. Bayangkan seandainya Anda adalah bagian dari keluarga teman Anda itu. Sebab bagaimana Anda bisa menulis cerita tentang pahitnya hidup orang miskin bila keseharian Anda bergelimang harta dan kesenangan?

    TIPS MENULIS #24

    Konflik adalah bumbu cerita. Richard Stren menyebutkan, tokoh cerita pada dasarnya ialah manusia. Berapa jumlah manusia yang pernah hidup di dunia ini? Dan berapa banyak konflik yang bisa ditemukan dalam kehidupan ini? Jumlah manusia dikalikan jumlah konflik, sama dengan jumlah bahan cerita. Lihat dan kupinglah seberapa banyak konflik yang terjadi di sekitar Anda, atau dalam diri Anda sendiri, lalu pungut, dan tulislah menjadi cerita yang menarik.

    TIPS MENULIS #25

    Dompet dan buku corat-coret keduanya sama penting. Dompet untuk menyimpan uang, buku corat-coret (diary, buku harian, dll) untuk menyimpan ide atau gagasan tulisan Anda. Biasakan setiap hari menulis catatan separagraf dua paragraf. Itu akan melatih kebiasaan menulis Anda. Apa isi buku catatan (diary) Anda? Dua hal harus Anda tulis, pertama peristiwa, dan kedua perasaan hati Anda. Catatlah peristiwa yang terjadi setiap hari, runtut dengan tanggal dan jam kejadian. Misal pada hari ini jam 1 siang Anda resmi menjadi anggota FAM Indonesia. Catatan kedua, tentang perasaan hati, ungkapkan dalam catatan apa yang Anda rasakan hari ini; senang, gembira, sedih, kecewa, sakit hati, dan lain sebagainya. Dengan mencatat dua hal penting itu setiap hari, Anda akan terbiasa menulis.

    TIPS MENULIS #26

    Bersyukurlah bila Anda sedang jatuh cinta. Tersebab itu pula Anda menemukan sumber inspirasi menulis yang tidak biasa. Sejak zaman Shakespeare hingga hari ini banyak buku bertema cinta yang tidak kering-keringnya ditulis. Cinta adalah kekuatan, cinta adalah modal yang tidak pernah habis menginspirasi banyak penulis dunia. Buya Hamka mengatakan, “Seni tidak ada kalau cinta tidak ada. Apa sebabnya ada keindahan? Sebabnya ialah karena ada cinta. Dengan cinta alam diciptakan. Tiap awal surat Quran dimulai dengan “Bismillahirrahmanirrahim”. Di atas nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Itulah kunci rahasia cinta di alam ini. Timbulnya perasaan halus ialah karena cinta. Segala seni yang tinggi, syair, musik, lukisan, adalah laksana rumus untuk membuktikan adanya Yang Rahman dan Yang Rahim. Sumber Segala Cinta.” Subhanallah. Agar hati tetap terjaga, alirkan rasa cinta itu lewat tulisan.

    TIPS MENULIS #27

    Menulis adalah ladang bisnis dan ladang dakwah yang tidak pernah habis-habisnya. Tulislah karya-karya yang bernilai jual dan bernilai dakwah (ibadah), maka ia akan laris manis seperti kerupuk. Menjadi penulis sukses, dunia pun akan berada dalam genggaman Anda. Caranya, ikuti perkembangan zaman. Tulis ide-ide aktual yang dibutuhkan banyak orang. Ikuti teknologi terbaru. Gaptek boleh, tapi tidak selamanya. Selalu ada kesempatan untuk belajar. Bersiaplah menjadi penulis dunia yang kaya raya.

    TIPS MENULIS #28

    Satu detik yang baru saja berlalu adalah sejarah. Bila ia dibiarkan berlalu tanpa sesuatu yang bermanfaat maka lembaran sejarah itu akan kosong atau buram. Maka, agar sejarah hidup Anda berguna untuk diri Anda, untuk orang-orang yang Anda cintai, serta untuk semua orang di dunia ini, tulislah lembaran sejarah itu dengan karya-karya bermanfaat. Penulis-penulis yang telah tiada sesungguhnya mereka masih hidup, bahkan sepanjang masa, sebab nama mereka selalu ada, dikenang di hati para pembacanya. Jadi, tiap detik, rencanakan sejarah apa yang akan Anda tulis!

    TIPS MENULIS #29

    Tuhan menciptakan dua mata, dua telinga, dan satu mulut. Apa maknanya? Tak lain dan tak bukan agar kita lebih banyak mendengar dan melihat daripada berbicara. Dari proses banyak mendengar dan melihat itulah, kita akan dapat menyerap banyak ilmu pengetahuan untuk dijadikan sumber tulisan. Maka, jadilah pendengar yang baik, juga pembicara yang baik. Salin apa saja yang didengar dan dibicarakan itu dalam buku catatan. Kembangkan, dan perindah dengan bahasa yang santun. Orang akan tergugah membacanya.

    TIPS MENULIS #30

    Yang namanya cerpen (cerita pendek) itu ya harus ditulis pendek. Tidak panjang bertele-tele. Artinya, cerpen cukup pendek untuk dapat dibaca dalam sekali duduk. Cerpen bisa rampung dibaca sambil menunggu bus atau di ruang tunggu bandara, sambil antri bayar belanjaan di kasir supermarket, atau sambil nongkrong menunggu bel masuk sekolah berdering. Cerpen harus memberi kesan pada pembacanya secara terus menerus, tanpa terputus-putus, sampai kalimat yang terakhir.

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Tips Menulis Ala FAM Indonesia (2) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top