• Info Terkini

    Friday, July 20, 2012

    Ulasan Artikel "Seindah Pelangi" Karya Nuryaman Emil Hamzah (Pandeglang)

    Seindah Pelangi
    Oleh: Nuryaman Emil Hamzah

    [ID-FAM255U, Anggota FAM Pandeglang]

    Pelangi merupakan gejala alamiah yang sering terjadi saat matahari bersinar dan turun hujan dalam skala kecil. Pembiasan cahaya matahari terjadi saat melewati butiran-butiran air hujan dan menghasilkan warna-warna yang berbeda. Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai jumlah warna pelangi, yaitu lima warna, enam warna atau tujuh warna, pelangi telah menjadi fenomena alam yang menarik di seluruh dunia.

    Pelangi sering dijadikan simbol keindahan dan menghasilkan inspirasi seperti dongeng
    tentang turunnya bidadari, lagu, dan ungkapan-ungkapan keindahan lainnya yang menggambarkan keindahan pelangi.

    Secara umum pelangi disebutkan terdiri atas tujuh warna, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Warna tersebut adalah pembiasan cahaya matahari yang sanggup ditangkap penglihatan manusia, walaupun ada yang berpandangan bahwa warna nila tidak bisa dibedakan dari warna biru dan penambahan warna nila berkaitan erat dengan kepercayaan tertentu.

    Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai  jumlah warna pelangi, bahwa pelangi setidaknya menjadi gambaran tentang munculnya beberapa warna indah secara bersamaan pada saat-saat tertentu dan selalu menarik perhatian orang yang melihatnya. Warna-warna itu muncul dari arah yang sama dan menuju pada arah yang sama.

    Fenomena alam adalah ayat-ayat Allah yang tidak diciptakan Allah dengan sis-sia, tetapi semua ada manfaat dan maknanya. Oleh sebab itu kita diperintahkan untuk memikirkan tentang ciptaan Allah dan dilarang untuk memikirkan dzat Allah karena tidak akan terjangkau oleh keterbatasan fikiran manusia sehingga akan melahirkan prediksi yang salah.

    Pelangi yang terdiri atas warna-warna berbeda setidaknya menjadi gambaran adanya suatu kesatuan yang harmonis terdiri atas unsur warna yang berbeda. Masing-masing unsur warna mempunyai kekuatan sendiri tetapi menyatu menjadi warna indah pelangi. Walaupun berbeda warna tetapi berasal dari sumber yang sama dan menuju arah yang sama tidak berpencar mencari arah masing-masing.

    Manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa sebagaimana Allah firmankan dalam QS. Al-Hujuraat: 13, “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

    Suku, Bangsa dan bahasa yang berbeda bukan untuk saling membangga-banggakan satu sama lain yang melahirkan perpecahan. Suatu suku atau bangsa bisa memupuk potensi-potensi kesukuan atau kebangsaan sebaik mungkin sehingga mempunyai karakter yang luar biasa. Tetapi kekuatan sosial budaya lingkungan suku atau bangsa itu bukan untuk merendahkan sosial budaya suku atau bangsa yang lain, sebaliknya sebagaimana Allah firmankan bahwa perbedaan itu agar saling mengenal adat istiadat, karakter, sosial budaya, teknologi, dan lain-lainnya dan bisa tukar-menukar hal-hal yang positif.

    Mengenai warna di negara kita telah menjadi pilihan kelompok tertentu dengan basis massa besar, seperti yang sekarang sedang menjadi trending topik karena berlarut-larutnya masalah PSSI. Warna telah menjadi kebanggaan kelompok supporter tertentu, seperti biru dipakai oleh supporter Persib yang dikenal dengan Bobotoh, orange dipakai The Jack Mania supporter Persija, hijau dipakai supporter Persebaya, serta warna lainnya yang dijadikan kebanggan oleh masing-masing supporter.

    Pada level kompetisi, masing-masing warna dituntut untuk menunjukkan sebaik mungkin kualitas klub karena dari eksistensinya di peringkat kompetisi itulah kemudian akan ada wakilnya yang direkrut untuk memperkuat warna kebanggaan bersama yaitu merah putih. Setelah memperkuat timnas merah putih bukan saatnya lagi membanggakan warna biru, orange, hijau, merah, dan lain-lainnya tapi saatnya melakukan sinergi positif, sehingga merah putih menjadi kokoh karena dibangun oleh berbagai kekuatan warna dengan berbagai karakter yang menyatu dalam satu tujuan.

    FAM Indonesia merupakan wadah bagi para penulis dan calon penulis dari berbagai wilayah dan berbagai kalangan di Indonesia. Setiap anggota FAM mempunyai karakter kepenulisan yang berbeda-beda, ada yang cenderung lebih piawai menulis cerpen, ada yang lebih menguasai ungkapan-ungkapan puisi, dan lain-lainnya. Bagi FAM variabilitas kemampuan anggota yang berbeda-beda tentu merupakan anugerah, karena dengan demikian FAM akan mempunyai kekuatan luar biasa yang mampu mewadahi dan menyalurkan berbagai karakter kepenulisan di Indonesia.

    Bagi penulis yang mempunyai kecenderungan terhadap puisi buatlah puisi sebaik mungkin hingga menjadi penulis puisi yang fenomenal seperti Chairil Anwar. Begitu pula penulis yang mempunyai kecenderungan terhadap cerpen, buatlah cerpen yang sebaik mungkin hingga mengikuti nama besar Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan sebutan HAMKA. Bangga atas hasil karya sendiri suatu keharusan, tetapi tidak untuk dibangga-banggakan dengan mengecilkan yang lainnya. Semua penulis yang tergabung di FAM Indonesia berangkat dari tujuan yang sama dan menuju suatu tujuan yang sama yaitu menulis yang sesuai dengan visi dan misi FAM Indonesia.

    Salam Aishiteru… sukses selalu..!

    ULASAN FAM INDONESIA:

    Kali ini FAM mengulas artikel berjudul “Seindah Pelangi”. Penulis sepertinya mencoba menjelaskan mengenai pemaknaan sebuah perbedaan. Sebenarnya, perbedaan yang terjadi di masyarakat bukanlah sebuah hal yang harus ditakuti, tetapi sebuah hal patut untuk disyukuri.

    Penggambaran yang digunakan dalam artikel ini adalah suporter bola dengan berbagai atribut kebanggaannya. Masing-masing pendukung memiliki julukan dan warna yang berbeda. Seperti yang telah kita kenal The Jack Mania dengan warna orangenya, Bonek dengan hijaunya, dan Bobotoh dengan birunya. Akan tetapi, warna-warna itu akan berkolaborasi di bawah seragam merah putih jika panggilan untuk membela Timnas diserukan.

    Contoh lain yang coba diungkapkan penulis yaitu mengenai anggota FAM dengan berbagai kemampuan menulisnya. Sebagian jago menulis puisi, sebagian yang lain pintar membuat cerpen, sisanya luar biasa dalam menulis artikel bahkan novel.

    Penulis sudah cukup baik dalam menulis artikel. Judul yang digunakan juga bagus dan mewakili isi tulisan. Hanya saja, masih ada beberapa bagian yang harus diperbaiki. Misalnya saja soal korelasi antara penjelasan pelangi di bagian awal, suporter bola di tengah, dan penulis FAM di bagian akhir. Tiga hal tersebut meski bisa dilihat hubungannya, namun belum bisa menyatu. Artikel yang baik adalah sebuah paduan utuh dari awal hingga akhir.

    Cara memadukannya bisa dengan memasukkan unsur judul artikel atau ilustrasi awal yang dijelaskan sebelumnya. Dalam hal ini unsur judul dan ilustrasi tersebut adalah kata “Pelangi”. Untuk membuat artikel ini menjadi paduan yang utuh, di bagian akhir bisa diberi satu paragraf atau satu kalimat yang menghubungkan seluruh elemen dalam artikel ini. Misalnya dengan menambah kalimat, “Perbedaan bukanlah sebuah hal yang mengerikan, jika kita bisa menyikapinya dengan cara yang benar. Justru perbedaan bisa menjadi sebuah hal yang indah, seindah pelangi dengan pesona warnanya.”

    FAM berharap penulis terus berlatih agar kualitas tulisan semakin meningkat. Jangan pernah berhenti untuk berkarya.

    Salam Aishiteru.
    TIM FAM INDONESIA

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Artikel "Seindah Pelangi" Karya Nuryaman Emil Hamzah (Pandeglang) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top