• Info Terkini

    Tuesday, July 10, 2012

    Ulasan Puisi “Pengharapan” Karya Rahmat Sahry Ramadanie (Bontang)

    Pengharapan

    Oleh Rahmat Sahry Ramadanie
    IDFAM325U Anggota FAM Bontang

    Bila senja berubah senapan,
    Kan kutempatkan diriku pada pelurunya…
    Agar bisa terbang…
    Agar merasa hidup di udara…
    Bila ku berada di tengah sawah,
    Aku akan duduk…
    Duduk sambil goyangkan kepala…

    Aku kan berkata,
    Aku ingin tempat ini… selalu hijau…
    Jangan ada yang merusak!
    Apa kamu dengar???
    Apa kamu mengerti???
    Kuharap kalian mengerti…

    ULASAN FAM INDONESIA:

    Sepertinya puisi ini bertema tentang kelestarian alam. "Pengharapan", sebuah judul yang cukup dalam dan tersaring untuk mewakili pesan yang akan disampaikan.

    Bila senja berubah senapan,

    Sebuah kalimat yang cukup kuat dalam rangkaian diksi pilihan. Satu pengandaian yang cukup tajam untuk menyatakan rasa kebebasan, keterlepasan dari sesuatu kungkungan, kedustaan dan menyuarakan kebenaran seperti hakikat sebenarnya.

    Kita memang seakan merasa suatu kebebasan yang tak terhingga dengan membayangkan dapat melayang bebas di udara, bergerak dan berada di ruang yang tak terbatas. Seperti burung, kupu-kupu dan peluru?

    Disinilah keunikan penulis mencari pengandaian satu "kebebasan" itu dengan membayangkan seperti sebuah peluru.

    Dalam bahasa puisi hal-hal seperti ini banyak sekali kita temui. Sesuatu yang di dalam logika kita tak mungkin ada, kita tak dilarang mengungkapkannya. Justru ini akan menjadi satu kekuatan untuk membuat puisi itu bermakna dan sarat pesan yang disampaikan.

    Bila kita simak kalimat-kalimat selanjutnya semakin nampak dan jelas pesan yang ingin disampikan penulis.

    Bila ku berada di tengah sawah,
    Aku akan duduk…
    Duduk sambil goyangkan kepala…
    Aku kan berkata,
    Aku ingin tempat ini… selalu hijau…

    Ya, sebuah pengharapan agar tetap menjaga kelestarian dan keseimbangan alam, yang semula tandus agar tetap rindang, yang tadinya gersang agar tetap hijau.

    Bila kita simak imajinasi penulis yang sedang berada di tengah sawah menghijau, memang akan terasa damai melihat hamparan padi-padi yang seperti permadani. Lalu, "hijau" yang mana yang ingin selalu dipertahankan, padi-padi atau pepohonan sekitar sawah?

    Cukup menarik dan maksud sebenarnya belum tergambar di sini.

    Secara umum penulis sebenarnya punya kekuatan imajinasi yang cukup bagus dalam merangkai sebuah puisi. Dengan berbagai rasa dan pengandaian penulis sebenarnya dapat lebih melenggang lebih jauh dan dalam untuk memetik diksi-diksi yang menarik dan memiliki daya kejut untuk sebuah puisi.

    Disarankan agar penulis lebih banyak membaca puisi-puisi penulis yang sudah cukup punya nama, memahami, dan merasakan getaran pesan yang ada di dalamnya. Dengan demikian kita akan semakin mantap dan yakin untuk menulis apa saja yang kita rasakan guna mencari sebuah hikmah tersembunyi dari semua itu.

    Satu lagi yang perlu disampaikan, biasakanlah menulis dengan aturan EYD yang baik. Apalagi bila tulisan kita dipublikasikan.

    Di sini FAM menemukan beberapa hal yang rasanya tak perlu/kurang tepat dipakai. Seperti tanda " # dan ......".

    Selamat menulis. Salam Aishiteru.

    TIM FAM INDONESIA

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Pengharapan” Karya Rahmat Sahry Ramadanie (Bontang) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top