• Info Terkini

    Tuesday, August 7, 2012

    Jenuh Menulis? Stop Sejenak, Alihkan pada Kegiatan Lain yang Menyegarkan Pikiran

    FAM Indonesia kemarin meminta pendapat sahabat-sahabatnya tentang kejenuhan saat menulis. FAM mengajukan pertanyaan: “Pernahkah Anda merasakan jenuh ketika menulis? Bila titik kulminasi jenuh itu tiba, apa yang Anda lakukan? Apa yang menyebabkan Anda jenuh? Dan, apakah Anda akan mengubur sedalam-dalamnya keinginan Anda menjadi penulis?”

    Maka, inilah jawaban yang diterima dan semoga solusi yang diberikan memberikan manfaat bagi penulis-penulis pemula yang sering mengeluh ketika titik jenuh tiba:

    “Kalau jenuh, aku biasanya langsung stop dulu nulis, kemudian wudhu untuk menenangkan diri atau nggak main games. Ini cukup ampuh untuk aku. ~ Yunita Syepriana

    Pernah FAM. ketika aku telah capek kerja, konsentrasi hilang, dan pada saat itu kejenuhan menulis seolah menangkapku. Lalu kejenuhan membisik di telingaku, untuk meletakkan penaku dan menutup bukuku. ~ Melly Leena

    Pernah. Saya pernah merasakan kejenuhan ketika menulis. Hal itu disebabkan karena dua hal. Yang pertama karena kebanyakan ide berputar-putar di kepala saya, yang kedua karena ide itu tidak terlitas sama sekali. Aneh bukan? Setiap orang punya permasalahan masing-masing. Saya tidak mengubur kejenuhan itu dalam-dalam. Waktu masih panjang. Ketika malam tiba biasanya keinginan menulis baru muncul lagi. Saya keseringan menulis ketika malam telah larut. Keheningan membantu saya menulis tanpa hambatan yang berarti. ~DP Anggi, FAM790M Pekanbaru.

    Menulis adalah hobi. Dan hobi adalah hal yang disuka atau digemari. Jadi, jika rasa jenuh itu muncul, maka segera keluarkan jurus untuk memusnahkannya. Kalau di dunia anak-anak biasanya ada Power Ranger. Namun di duniaku (dunia menulis) ada Al Qur'an yang akan mensuport, memotivasiku untuk tetap menggoreskan pena, supaya tidak ada kata bosan untuk menulis. Agar pena kita tetap tergores. Hingga dapat benilai ibadah di mata Allah. Karena sesungguhnya tulisanku dapat menjadikan aku lebih dekat dengan-Nya. ~ Asna Al Khansa

    Tentu pernah merasa jenuh. Tapi bukan berarti hal tersebut mendorongku untuk berhenti menulis. Biasanya saat jenuh, kusimpan pensil dan kertasku, lalu pergi berlibur ke satu tempat—di mana pun di seluruh penjuru bumi. Bukan naik pesawat, mobil, atau kendaraan lainnya. Aku tetap berada di tempat duduk. Hanya pikiran dan imajinasiku saja yang pergi ke Paris, Mekah, Stonehenge, Derbyshire, Barcelona, Uzbekistan dan lain sebagainya. Liburan gratis menyegarkan ala diriku itu kulakukan dengan menikmati koleksi foto tempat-tempat indah di seluruh dunia. Tak percaya? Percaya dan cobalah! ~ Ken Hanggara, FAM801M-SURABAYA

    Kalau aku bukannya jenuh. Malah penginnya nulis terus. He-he. Tapi kan nulisnya di komputer, paling cuma ngerasa pusing sedikit. Kalau udah begitu istirahatin mata dulu, alihin pandangan ke yang lain. Lihat pemandangan di luar rumah misalnya. 'Kan masih pada hijau… ~ Intan Sayyidah Umyatur Rahmania

    Kalau ditanya pernahkah Anda jenuh dalam menulis? Tentunya pernah. Apa yang membuatmu jenuh? Ya, mungkin tidak jauh berbeda dengan Kak Anggi. Terlalu banyak ide yang terlintas akhirnya ragu ide mana yang harus didahulukan dan ujung-ujungnya tidak jadi menulis karena sudah jenuh memikirkan ide yang selalu berganti-ganti. Dan terkadang jenuh karena sudah capek mencari-cari ide yang tidak muncul-muncul. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Biasanya kalau sudah jenuh, tinggalkan alat tulis sebentar lalu berimajinasi mencari ketenangan. Setelah pikiran fresh kembali baru deh menulis lagi. Kejenuhan membuat berhenti menulis? Ya, jangan sampai lah. Jenuh 'kan masih bisa diatasi. ~Hamda Alfansuri, FAM795S, Pekanbaru

    Kalau jenuh menulis, aku akan alihkan ke menjahit. Sembari kaki bergoyang mengayuh mesin, dengerin murotal asyik.... Jahitan kelar jenuh pun hilang. Saya masih ingat sewaktu sekolah dulu Mudhir sekolah saya sering bilang, "Istirahat itu bukan berarti berhenti dan tidak melakukan apa-apa, tapi perpindahan dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain". ~ Andalusiana Cordoba, FAM868 Trenggalek

    Jenuh, satu kata yang sering menghampiriku. Jenuh dan kekurangan inspirasi membuatku sering menatap layar komputer tanpa memberikan reaksi apa-apa. Hal ini pernah saya tanyakan kepada para sahabat dan orang tua di FAM melalui surat terbuka. Dan Ayahanda Muhammad Subhan pernah memberikan solusi bahwa jika kita sudah sampai ketitik jenuh atau kehilangan inspirasi menulis, alihkan kegiatan kita kehal-hal baru, misalnya rekreasi, main game, atau pergi keperpustakaan mencari bahan referensi baru. ditambahkan lagi oleh Bunda Aliya, nonton TV katanya. Dan sekian saran-saran dari Ayahanda dan Bunda serta sahabat FAM lainmya, hal tersebut saya coba terapkan apabila sampai kepada titik jenuh, dan alhamdulillah ternyata hal itu mujarab. Terimah kasih FAM. ~ Abdul Kadir Halimin, FAM 350M, Sulawesi Selatan

    Kayaknya saya belum pernah mengalami jenuh, apalagi jenuh menulis. Mungkin ini dikarenakan waktu yang saya miliki sangat terbatas, entah nanti kalau suda ada di Indonesia... tapi akan berusaha menyikapinya! ~ Ayunda Prameiswari, FAM Arab Saudi

    Kalau jenuh paling pas buat jalan-jalan dan nonton film. Insya Allah jenuhnya hilang dan dapat inspirasi baru. ~Satria Nova, FAM Surabaya

    Iya, kadang jenuh datang tiba-tiba. Solusi paling tepat untuk mengatasi jenuh adalah berhenti menulis sejenak dan mencari kesibukan lain di luar menulis sementara waktu, sampai rasa jenuh itu memudar. ~Lia d'Espänå Bàrcélönîëtã

    Pernah jenuh tentunya. Ketika kegiatan lain memaksaku tak bisa menulìs dan ide yang muncul mulai hilang. Akhirnya jenuh deh menulisnya. Solusinya aku catat setiap ide dan kerangkanya dalam notebook, lalu menyelesaikan kegiatan lain, setelah selesai mulai deh berimajinasi lagi. ~ Masrufah YH

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Jenuh Menulis? Stop Sejenak, Alihkan pada Kegiatan Lain yang Menyegarkan Pikiran Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top