• Info Terkini

    Sunday, August 26, 2012

    Mari Manfaatkan Potensi Diri

    Oleh Aliya Nurlela

    Allah tidak sia-sia menciptakan makhluk-Nya. Masing-masing telah dibekali dengan kekuatan atau potensi yang ada pada dirinya. Termasuk pada hewan, telah dibekali dengan kekuatan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Cumi-cumi akan mengeluarkan cairan berwarna hitam, hingga menutupi pandangan pengganggunya. Seekor landak akan menegakkan duri pada seluruh tubuhnya saat terancam bahaya. Demikian pula kerang akan mengatupkan cangkangnya yang keras sebagai tempat berlindung.

    Kelemahan bagi seseorang sekaligus sebagai kekuatannya. Orang yang suka berterus terang, seringkali keterusterangannya itu menjadi kelemahannya. Ia tidak bisa menyimpan rahasia dan kurang pandai berdiplomasi. Tetapi, keterusterangan itu pula yang menjadikan ia kuat. Karena suka berterus terang, banyak posisi yang didapatkannya. Potensi seseorang kadangkala belum terlihat ke permukaan, masih diperlukan untuk menggali potensi tersebut. Bahkan, kadangkala untuk mengetahui potensi yang dimiliki oleh diri sendiri, perlu bantuan orang-orang sekitar untuk memberikan pemahaman tentang siapa diri kita sebenarnya, apa potensi kita, apa kelemahan kita dan sebagainya. Nah, untuk menggali potensi itu diperlukan eksperimen, percobaan-percobaan, atau latihan-latihan. Coba, lalu salah, coba lagi, lalu salah lagi. Trial and error. Tanpa pernah mencoba, maka sampai kapan pun kita tidak akan pernah tahu seperti apa potensi diri kita.

    Mencoba itu dalam rangka belajar. Salah atau gagal dalam belajar itu biasa, sebab kecenderungan orang yang tidak pernah salah, tidak pernah gagal, identik dengan orang yang tidak pernah berbuat. Tidak pernah belajar. Tentu saja, yang namanya mencoba tidak hanya sekali atau dua kali. Tetapi harus berulang-ulang kali, hingga mencapai tahap terampil. Ketika kita mulai melihat potensi yang kita miliki, maka optimalkan potensi itu menjadi sebuah aksi yang positif dengan meminimalisir atau mengeliminasi kelemahan yang ada.

    Dalam menulis pun demikian, diawal-awal menulis potensi kita mungkin belum terlihat. Sesungguhnya kita ini punya potensi menulis cerpen, puisi, esai atau apa? Melalui latihan yang terus menerus maka potensi itu akan muncul. Seiring makin seringnya berlatih, maka kita akan mengetahui potensi kita lebih cenderung kemana. Ketika sudah diketahui, maka tekunilah bidang tersebut. Fokus, serius dan konsisten.

    Dari membaca dan mencoba itulah, akhirnya saya sendiri pun merasa bahwa setelah kita menemukan potensi diri kita dalam bidang menulis jenis apa, misalnya menulis fiksi. Ternyata tulisan itu tidak cukup hanya mengandung nilai estetika semata, tetapi harus dibarengi dengan etika dan kedalaman makna. Ada pesan-pesan moral yang hendak disampaikan kepada pembaca. Hingga, setidaknya akan memberi manfaat bagi orang yang membaca. Saya jadi tergerak untuk belajar ke arah itu. Saya juga sangat setuju dengan pendapat yang mengatakan, “tulisan yang baik adalah tulisan yang menggerakkan pembacanya dari tidur menjadi bangun, yang duduk menjadi berdiri, yang jalan menjadi berlari dan yang diam menjadi bergerak. Tulisan yang briliant adalah tulisan yang menggerakkan pembacanya untuk beranjak dari kegelapan ruangan menuju cahaya penerangan.” Seperti halnya FAM Indonesia yang memiliki misi dan visi untuk berdakwah bil qalam. Tidak sekadar nilai estetika yang hendak dicapai dari sebuah tulisan, tetapi penggabungan antara estetika dan etika. Yang paling utama, adalah agar tulisan yang kita buat itu dalam rangka menyebarkan kebaikan kepada sesama, sehingga banyak orang yang dapat mengambil manfaat dan menuai hikmah dari tulisan tersebut.

    Mari terus belajar dan belajar. Optimalkan potensi diri, dan bersama FAM Indonesia kita berlatih menulis yang membawa manfaat bagi banyak orang. Semoga.

    Salam Santun
    Sekjen FAM Indonesia
    www.famindonesia.blogspot.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Mari Manfaatkan Potensi Diri Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top