• Info Terkini

    Thursday, August 9, 2012

    Pedoman Penggunaan Tanda Titik Dalam Tulisan

    Sahabat FAM. Menulis itu gampang tetapi sering ditemukan banyak kesalahan di sana sini bila tidak berhati-hati. Tanda titik ( . ) sebagai salah satu tanda baca, misalnya. Kapan tanda titik itu digunakan? Panduan berikut semoga bisa menjadi pedoman, khususnya bagi para penulis pemula.

    1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

    Contoh: Saya suka makan nasi.

    Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan.

    2. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.

    Contoh:
    Irwan S. Gatot
    George W. Bush

    Apabila nama itu ditulis lengkap, tanda titik tidak dipergunakan.

    Contoh:
    Anthony Tumiwa

    3. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.

    Contoh:
    Dr. (doktor)
    S.E. (sarjana ekonomi)
    Kol. (kolonel)
    Bpk. (bapak)

    4. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.

    Contoh:
    dll. (dan lain-lain)
    dsb. (dan sebagainya)
    tgl. (tanggal)
    hlm. (halaman)

    5. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

    Contoh:
    Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)
    0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)

    6. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

    Contoh:
    Kota kecil itu berpenduduk 51.156 orang.

    7. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

    Contoh:
    Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.
    Nomor Giro 033983 telah saya berikan kepada Mamat.

    8. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi maupun di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.

    Contoh:
    DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
    SMA (Sekolah Menengah Atas)
    PT (Perseroan Terbatas)
    WHO (World Health Organization)
    UUD (Undang-Undang Dasar)
    SIM (Surat Izin Mengemudi)
    Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)
    Rapim (rapat pimpinan)

    9. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang.

    Contoh:
    Cu (tembaga)
    52 cm
    l (liter)
    Rp350,00

    10. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.

    Contoh:
    Latar Belakang Pembentukan
    Sistem Acara
    Lihat Pula

    [sumber: http://id.wikipedia.org]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pedoman Penggunaan Tanda Titik Dalam Tulisan Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top