Skip to main content

Pengumuman Nominator Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional FAM Indonesia

Bismillahirrahmanirrahim.

Hari ini, FAM Indonesia mengumumkan nama-nama penulis dan judul cerpen yang ditetapkan sebagai Nominator Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional 2012. Sejak lomba ini dibuka pada tanggal 23 April 2012 hingga ditutup pada 15 Agustus 2012 lalu, FAM Indonesia telah menerima sebanyak 895 naskah cerpen yang dikirim anggota FAM Indonesia yang tersebar di berbagai kota dan mancanegara. Ini event perdana tingkat Nasional yang digelar FAM Indonesia dengan sambutan yang luar biasa.

Banyaknya naskah yang masuk itu, membuat Tim FAM Indonesia bekerja ekstra keras. Email FAM pun menumpuk dengan naskah cerpen dan puisi, di samping berkas pendaftaran (registrasi keanggotaan). Admin yang ditugaskan mensortir naskah yang masuk, memilah dan memilih per kategori lomba, masing-masing untuk cerpen dan puisi, serta menyerahkannya kepada Tim Juri yang ditunjuk untuk melakukan penilaian. Bisa disebut, siang malam Tim FAM Indonesia berkutat di depan komputer, di samping tetap memberikan pelayanan kepada anggota lainnya untuk konsultasi serta memposting info-info menulis dan penerbitan di grup “Forum Aishiteru Menulis”.

Dari ratusan naskah cerpen yang masuk itu, terpilihlah 14 Nominator yang naskahnya mendapat point memuaskan dan dipuji oleh Tim Juri. Ke-14 naskah itu adalah sbb (Nama diurutkan berdasarkan Abjad):

1. Ahmararria Uaida Dest. (Bandung). Judul cerpen: “Selembar Daun Momiji”

2. Abdul Basir (Jakarta Selatan). Judul cerpen: “Tentang Menjadi Seorang Sanguinis”

3. DP Anggi (Pekanbaru). Judul cerpen: “Menanti Sang Mujahid”

4. Eka Susanti (Padang Panjang). Judul cerpen: “Dari Batam”

5. Mawar Rovita Sari (Pekanbaru). Judul cerpen: “Surga Ada Di Mana?”

6. Noor Salim (Sukoharjo). Judul cerpen: “Pedasnya Facebook”

7. Nadia Regina Martanti (Sukoharjo). Judul cerpen: “Hidup Kedua”

8. Nuryaman Emil Hamzah (Pandeglang). Judul cerpen: “Cinta di Persimpangan”

9. Rahmizakia Rifka (Padang). Judul cerpen: “Cappuccinoku Tak Hangat Lagi”

10. Susi Susanti Idris (Kendari). Judul cerpen: “Foto, Kopi, dan Selembar Surat”

11. Soekoso DM (Purworejo). Judul cerpen: “Lerak”

12. Yudha Hari Wardhana (Surabaya). Judul cerpen: “Peradilan Sakaratul Maut”

13. Zakiya Sabdosih (Malang). Judul cerpen: “Perempuan yang Menangisi Telaga”

14. Meika Husna (Yogyakarta). Judul cerpen: “Pagu Sebuah Asa”

Dari ke-14 Nominator di atas siapakah Sang Juara yang akan menempati posisi Pemenang 1,  Pemenang 2, dan Pemenang 3?

Siapakah di antara mereka yang akan memboyong hadiah yang disediakan FAM Indonesia sbb?

JUARA 1:
Uang tunai Rp1.500.000,- + Piagam Penghargaan + Paket Buku

JUARA 2:
Uang tunai Rp1.000.000,- + Piagam Penghargaan + Paket Buku

JUARA 3:
Uang Tunai Rp750.000,- + Piagam Penghargaan + Paket Buku

Yang pasti, Tim Juri hingga Sabtu, tanggal 1 September 2012 besok masih melakukan penilaian ketat untuk 14 naskah nominasi. Masing-masing Juri bertahan dengan argumennya menggunggulkan naskah-naskah yang menurut mereka terbaik. Intinya meja dewan juri panas, deh! (Yang panting jangan sampai lemparan kursi saja ya? He-he-he—ah, admin ini usil ‘banget’).

Di samping memilih 3 Pemenang Utama, Tim Juri juga akan memilih 7 (Tujuh) Cerpen Pilihan yang akan mendapat hadiah Paket Buku dari Sponsor. Ke tujuh Pemenang Pilihan juga akan menerima Piagam Penghargaan dari FAM Indonesia.

Pengumuman Pemenang secara resmi diumumkan pada Tanggal 1 September 2012, pukul 22.00 WIB di blog FAM Indonesia www.famindonesia.blogspot.com dan di seluruh media jejaring mitra FAM Indonesia.

Siapapun pemenangnya nanti, pantaslah ucapan selamat dan penghargaan kita berikan kepadanya atas kerja kerasnya berkarya. Menang-tidak adalah relatif. Jadi, bagi yang belum beruntung nanti diharapkan tidak berkecil hati ataupun bersedih, sebab insya Allah FAM Indonesia akan selalu menggelar lomba dan berbagai event menulis lainnya yang tak kalah seru dari event perdana ini.

Demikian Pengumuman ini disampaikan untuk dapat dimaklumi bersama.

Pare, Kediri, Jawa Timur
Jumat, 31 Agustus 2012, pukul 17.30 WIB

FAM INDONESIA
www.famindonesia.blogspot.com

Catatan:

1. Pengumuman Nominator Lomba Cipta Puisi akan disiarkan nanti malam (Jumat, 31 Agustus 2012, pukul 22.00 WIB)

2. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak dilakukan surat menyurat.

Comments

  1. Selamat buat sahabat FAM terpilih.
    Semoga berkesempatan untuk ikut di event berikutnya
    Salam
    FAM1017U, Padang

    ReplyDelete
  2. Terimakasih =)
    wah.. saya senang sekali tergabung di FAM,..

    ReplyDelete
  3. Ga sabar buat baca karya teman-teman yang lain ^ ^.
    kita bakal ngadain gathering ga yaa ? kapan ? dimana ?
    hehe.
    Ditunggu infonya ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…