• Info Terkini

    Friday, August 24, 2012

    Profil Anggota FAM Indonesia: Ma’rifa Akasyah (Kendal)

    MA'ARIFAH AKASYAH
    Nama lengkapnya Ma’arifa Akasyah. Lebih sering dipanggil Rifa. Ia lahir di Kendal, pada tanggal 6 Mei 1995. Dari ayah bernama Ali Hikal dan ibu bernama Wiwik Umi Rosyidah. Ia tinggal bersama orang tua, seorang kakak, dan dua orang adik di Desa Penanggulan RT 01 RW 04 Pegandon Kabupaten Kendal.

    Rifa suka membaca buku sejak kecil. Tetapi, ketika tervonis minus, ia memutuskan untuk mengurangi frekuensi membacanya. Ia mulai beralih ke dunia pena sejak mondok di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 1. Tulisan yang membuatnya kepincut dengan dunia tulis menulis berjudul “Ku Pinang Kau, Adikku” karya Laela Fitri Anis Syahroni dari Solo.

    Di SMA Negeri 1 Pegandon, minat menulisnya sempat mandeg. Hanya pernah mengikuti lomba menulis surat untuk bupati dan membantu kakaknya di lomba blog anti narkoba. Rifa menulis cerita pendek berjudul “Narko-Tika”. Di akhir kelas XI, ia ditawari untuk ikut lomba menulis artikel Badan Arpus tingkat Jawa Tengah. Ia mengirim sebuah artikel berjudul “Menulis Menuju Indonesia yang Mandiri” dan berhasil masuk 12 besar. Tetapi, saat presentasi di LPMP Jawa Tengah, Rifa harus puas dengan peringkat ke-7.

    Dari pengalaman itu, semangatnya untuk menulis mulai bangkit. Ia menulis sebuah cerpen yang dikirim ke majalah pendidikan Kabupaten Kendal, Ganesha ’05.

    Mengetahui ada wadah kepenulisan nasional Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, ia tertarik dan ingin bergabung menjadi anggota. Kesempatan itu tidak disia-siakannya. Pada momen Milad Sekjen FAM Indonesia, yang menggelar lomba surat terbuka, cerpen dan puisi, Ia mengirimkan lima karya sekaligus. Semuanya ia ikuti.

    Kesungguhannya membuahkan hasil, cerpennya yang berjudul “Nur Itu Keren, Lho,” terpilih sebagai cerpen terbaik dalam lomba tersebut. Hingga berkesempatan mendapat hadiah utama, sebuah novel karya Ketua Umum FAM Indonesia, Muhammad Subhan. Cerpen tersebut juga langsung dipublikasikan FAM Indonesia di blog FAM dan Koran-Cyber.com. Masih dalam rangka Milad Sekjen FAM juga, ia mendapat hadiah beasiswa sebagai salah seorang pengirim karya terbanyak. Dua buah Piagam Penghargaan dari FAM Indonesia berhasil diraih dalam waktu singkat. Karena beasiswa itu pula, ia langsung tercatat sebagai anggota resmi FAM Indonesia.

    Sebulan lebih bergabung dengan FAM Indonesia, harapannya untuk menjadi seorang penulis mulai terbuka. Salah satu cerpennya yang berjudul “Laring Pembela” berhasil lolos dalam proyek penerbitan buku antologi cerpen yang diadakan FAM Indonesia. Itu artinya, buku pertamanya akan segera terbit.

    Mottonya adalah, pertama, “Jadilah larutan penyangga (buffer) yang stabil diterpa asam, basa, atau pengencer”. Kedua, “Buat apa kita takut kalau untuk nekat itu gratis?”

    “Semoga dengan kenekatan itu, saya bisa membentangkan keinginan saya lebih luas, khususnya di dunia pena, bersama FAM Indonesia,” doanya penuh harap.

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Profil Anggota FAM Indonesia: Ma’rifa Akasyah (Kendal) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top