• Info Terkini

    Monday, August 13, 2012

    Ulasan Puisi “Alif Al Awali” Karya Hafney Maulana (Riau)

    Sahabat FAM yang baik, hari ini Tim FAM Indonesia memberi ulasan untuk puisi berjudul “Alif Al Awali” karya Hafney Maulana, anggota FAM Riau. Puisi ini berjumlah lima bait 16 baris. Isinya sederhana tetapi butuh perenungan mendalam untuk memaknainya.

    Menurut Wikipedia, ensiklopedia bebas, “Tasawuf (Tasawwuf) atau Sufisme (bahasa Arab: تصوف ,) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam.

    Tim FAM sengaja mengambil rujukan pengertian Sufi ini, terkait puisi yang akan diulas yang dianggap mempunyai warna puisi seorang sufistik.

    Kenapa dikatakan demikian? Karena semua diksi yang diuntai dalam puisi ini seolah mengarah ke dalam bentuk pendekatan dan pencarian Tuhan secara Magrifat. "Alif Al Awali", sebuah judul yang cukup dalam dirasakan dari seuntai kata yang hanya sederhana. Alif, kita tahu itu merupakan huruf pertama dalam hijaiyah, "A" dalam huruf latin, dan pada kata "Allah" juga dimulai dengan huruf itu (alif). Suatu yang menampakkan kebesaran Allah di setiap tatanan hidup manusia di dunia ini. Tidak ada yang mampu menandingi kebesaran-Nya di tengah kehidupan yang dianggap telah mencapai tingkat peradaban tinggi.

    Tim FAM menangkap pertimbangan itu ketika penulis menentukan judul puisi ini. Walau di dalam bait-bait puisi di dalamnya kita tidak difokuskan tentang pengertian "Alif" di dalamnya.

    Bismillah, dengan nama Allah, sebuah pengucapan awal yang sebaiknya kita seru di tiap kegiatan yang akan kita mulai.

    Sederhana memang, namun kesederhanaan pengucapan ini diyakinkan tentulah akan membawa berkah di tiap kegiatan yang kita lakukan.

    Kita simak kutipan berikut:

    Bismillah
    Bismillah awal kata
    Bagai burung Attar kucari Alif-Nya
    Pada petikan kecapi melati

    Bismillah awal kerja
    Menggerakkan impian dari nyala api
    Yang menari

    Ada semacam getaran mistis bila kita pahami bait-bait seperti ini. Dengan menyebut Asma Allah di awal kata, seolah sukma kita seperti burung Attar yang terbang menuju Arasy-Nya. Indah memang bila jiwa ini terasa dekat dengan Sang Maha Pencipta, keindahan itu dilukiskan penulis seperti dentingan dawai kecapi. Lembut namun menyentuh hati.

    Di bait kedua, mungkin penulis menggambarkan setiap kerja yang kita lakukan tentulah ada sesuatu yang hendak kita capai. Seperti mimpi, seperti nyala api yang menari.

    Cukup unik memang perumpamaan yang dipakai dalam diksi ini, tapi justru penerawangan pembaca akan maksudnya membuat puisi ini menjadi dalam dan kuat.

    Demikian juga saat kita pahami bait-bait selanjutnya. Semakin nampak bagaimana penulis mengimbau untuk tidak pernah lepas mengingat Allah di setiap langkah perjalanan hidupnya.
    Dalam pergantian waktu, dalam suasana yang membahagiakan, ataupun bila hasrat tak seutuhnya kita raih. Bismillah, selalulah mengingat atas nama Allah.

    Bismillah awal dan akhir
    Kulabuhkan diam
    Antara ranting terinjak kaki

    Bait akhir ini mungkin inti dari kesimpulan isi puisi ini. Setiap awal yang pasti mempunyai akhir, semua tak lepas dari sebuah takdir indah dan maha tahu apa yang terbaik di tiap catatan nasib yang diterima hamba-Nya.

    Puisi ini sudah cukup bagus, dalam, dan mempunyai nilai estetika yang memadai. Selamat menulis, kita tunggu tulisan-tulisan selanjutnya. Sukses selalu.

    Salam santun.
    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.blogspot.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    ALIF AL AWALI
    Oleh Hafney Maulana

    IDFAM877U Anggota FAM Riau

    Bismillah
    Bismillah awal kata
    Bagai burung Attar kucari Alif-Nya
    Pada petikan kecapi melati

    Bismillah awal kerja
    Menggerakkan impian dari nyala api
    Yang menari

    Bismillah awal langkah
    Kutelusuri hujan pada kelender
    Yang berguguran

    Bismillah awal pasrah
    Kupetik kesuburan
    Di kaki kehidupan

    Bismillah awal dan akhir
    Kulabuhkan diam
    Antara ranting terinjak kaki

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Alif Al Awali” Karya Hafney Maulana (Riau) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top