• Info Terkini

    Sunday, August 12, 2012

    Ulasan Puisi “Jika Masih Ada Waktu” Karya Nuril Anwar (Balangan, Kalimantan Selatan)

    Hari ini FAM Indonesia mengulas puisi karya Nuril Anwar, anggota FAM dari Balangan, Kalimantan Selatan. Puisi itu berjudul “Jika Masih Ada Waktu”.

    “Jika Masih Ada Waktu”, sebuah judul puisi yang selalu mengingatkan tentang pentingnya waktu. Karena waktu adalah nyawa kita, artinya sudahkah waktu dimanfaatkan dengan baik dalam kehidupan kita, karena umur kita juga dibatasi oleh waktu.

    Puisi ini dinilai masih ditulis dengan apa adanya, kurang adanya pengendapan untuk dapat menghasilkan puisi yang berbobot dan berjiwa, padahal idenya sangat bagus. Untuk menghasilkan sebuah karya berbobot dan berjiwa perlu proses yang matang.

    Kita lihat baris-baris dan tipografinya juga masih kurang memberikan kejutan cukup cair:

    //Kunci dari semuanya adalah waktu…/Jika masih ada waktu…/Harapan indah akan membantu../
    Jika masih ada waktu…./Kesedihan akan berlalu….//

    Kata-kata terakhir pada puisi ini masih kurang memberikan makna.

    Dan penutup puisinya juga kurang memberikan kejutan:

    //Jika masih ada waktu ../Maka berbahagialah saat itu..//

    Penulis juga terlalu banyak menggunakan elipsis (tanda titik lebih dari satu) pada hampir setiap baris puisi. Elipsis yang digunakan pun terlihat tidak konsisten, ada titik yang berjumlah dua, tiga bahkan empat. Kalaupun menggunakan tanda elipsis sebaiknya tidak lebih dari tiga titik (…), dan tidak setiap baris harus memakai elipsis.

    Penulis harus lebih banyak berlatih dengan cara sebanyak mungkin membaca puisi-puisi penyair yang sudah senior. Namun demikian, untuk tahap pemula, puisi ini cukup dapat dinikmati dan dipahami.

    Berproseslah terus untuk menuju karya-karya terbaik. Terus berproses dengan puisi yang penuh makna dan berjiwa, kreatif sepanjang hari.

    Salam santun, salam karya.
    FAM INDONESIA

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    JIKA MASIH ADA WAKTU
    Oleh Nuril Anwar
    IDFAM900U Anggota FAM Balangan Kalsel

    Kehidupan ini penuh warna warni
    Kadang kesenangan dijalani
    Tapi kesedihan tak bisa dihindari…
    Semua terjadi penuh misteri…

    Kunci dari semuanya adalah waktu…
    Jika masih ada waktu…
    Harapan indah akan membantu..
    Jika masih ada waktu….
    Kesedihan akan berlalu….

    Belajar dan belajar dari semua yang terjadi
    Belajar dari kesengsaraan tanpa henti
    Selama ilmu masih bisa dicari
    Hidup tak akan menjadi sekedar mimpi…

    Jika masih ada waktu ..
    Maka berbahagialah saat itu..

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Jika Masih Ada Waktu” Karya Nuril Anwar (Balangan, Kalimantan Selatan) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top