• Info Terkini

    Wednesday, August 8, 2012

    Ulasan Puisi "Secangkir Wine Buat Tuhan" Karya Moh. Fauzan (Lamongan)

    Siang ini FAM Indonesia memberikan ulasan puisi berjudul “Secangkir Wine Buat Tuhan” karya Moh. Fauzan, anggota FAM Lamongan. Puisi ini dinilai sebagai sebuah puisi religi bulan Ramadhan yang dijalani dalam sepetiganya ada janji yang diberikan Tuhan atas pahalanya, dan syarat serta larangan di bulan Ramadhan mengevaluasi atas yang dilaksanakan.

    //Tuhan,/Inilah sepertiga waktu yang kita /tunggu, Merajut asmara kalbu/Di selembar dedaunan pilu

    Larik dan bait pada puisi “Secangkir Wine Buat Tuhan” dalam kesatuan sintaksis yang memolakan suatu bait. Meskipun baitnya berisi satu larik, setiap baitnya merupakan satu kesatuan yang selesai. Bait yang di akhiri oleh suatu kejutan yang memberi sugesti tertentu. Baik sugesti magis maupun sugesti psikologis yang berujung pada pertanyaan, berita, harapan, atau kengerian.

    Seperti tertulis: //Dan cumbulah aku/Hingga fajar bergumam/Pada mawar merah depan rumah

    “Secangkir Wine Buat Tuhan” tipografinya membawa pembaharuan pada kedudukan atas sajak. Puisi tidak terlepas dari penyairnya. Penyair memberikan intensinya dalam karyanya.

    Koreksian diksi pada baris:  “Dan percumbuan mesrah tempo doeloe”, kata-kata “mesrah” seharusnya ditulis “mesra”. Selain itu yang perlu diperhatikan dalam penulisan tanda tanya ( ? ), sebaiknya sesudah tanda tanya tidak dibubuhkan tanda koma ( , ), hilangkan saja tanda koma itu dan rapatkan jarak tanda tanya ( ? ) dengan kata di depannya. Jangan berjarak, sehingga menyebabkan naskah terkesan kurang rapi.

    Namun demikian secara keseluruhan puisi ini menarik, dan memiliki kedalaman makna.

    Demikianlah. Terus berproses dalam puisi, menuju sempurna dan indah adanya.

    Salam santun.
    TIM FAM INDONESIA

    [BERIKUT NASKAH DARI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDIRING TIM FAM INDONESIA]

    SECANGKIR WINE BUAT TUHAN
    Oleh Moh.Fauzan

    IDFAM850M Anggota FAM Lamongan

    Tuhan,
    Inilah sepertiga waktu yang kita tunggu,
    Merajut asmara kalbu
    Di selembar dedaunan pilu

    “Minumlah tuhan dan rasakan wine ini,
    Ada yang kurang ?, atau nikmat di lidahmu ?” kataku mesra.

    Selayaknya ku hanya rindu cinta
    Dan percumbuan mesrah tempo doeloe
    Mendekatlah tuhan
    Dan cumbulah aku
    Hingga fajar bergumam
    Pada mawar merah depan rumah

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi "Secangkir Wine Buat Tuhan" Karya Moh. Fauzan (Lamongan) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top