• Info Terkini

    Monday, September 3, 2012

    [Berbagi Semangat] Ketum FAM Ikut Nulis di Buku Ini: “Potongan Tangan di Kursi Tuhan”


    Judul: Potongan Tangan di Kursi Tuhan
    Penulis: 25 Cerpenis Sumbar
    Penerbit: Rahima Intermedia, Jogja
    Terbit: 1 Juli 2011
    ISBN: 978 602 981 585-2
    Tebal: viii; 190 hal.
    Harga: Rp38.000,-

    “Potongan Tangan di Kursi Tuhan” atau PTDKT, kembali menjadi salah satu buku yang menunjukkan bahwa Ranah Minang masih kaya akan penulis-penulis bertalenta, setelah beberapa dekade negeri ini dipertanyakan keaktifan dan kecenderungan anak mudanya untuk berkarya lewat tulisan. Di dalam buku cerpen PTDKT, 25 orang berkemauan keras, memperlihatkan niat untuk terus merajut eksistensi dan kontinuitas dalam menulis.

    Dari 25 cerpenis itu, lahirlah 25 kisah yang kaya makna. Kisah dimulai dengan cerita pendek berjudul ‘Lenggang’ karya Irzen Hawer. Jujur saja, banyak pembaca yang ‘keplek-keplek’ setelah membaca karya satu ini. Desiyanti Anwar, salah seorang penulis di buku ini turut memberikan pujian. Pada sebuah komentar di status jejaring sosial Facebook, beliau berkata, “Waktu baca ‘Lenggang’, perasaan seperti sedang membaca karya AA. Navis atau Darman Moenir-lah,” katanya.

    Di samping itu, cerpen ‘Lenggang’ terasa sempurna karena ada sisi humor yang kuat. Berbeda dengan cerpen-cerpen ‘ngocol’, sisi humor di dalam cerpen ini tidak tertulis langsung, namun terlukis dari karakter-karakter tokoh di dalamnya. Kita amati, cerita kocak ala remaja yang digandrungi saat ini, dibuat lucu dan berlebih-lebihan dengan permainan kata yang dibolak-balikkan. Malahan kisah lawakan zaman sekarang sering bermain di wilayah X, XX, atau mungkin XXX (guyonan untuk orang dewasa), dengan membawakan hawa kota kosmopolitan.

    Istimewanya, tanpa embel-embel itu, Irzen Hawer tetap mampu membawakan sebuah cerita berkriteria humor tanpa meninggalkan kemolekan elegansi. Sehingga, pesan moral bisa ditangkap. Awalnya, pembaca akan tertawa (atau tersenyum), berikutnya mereka akan mengangguk-angguk khidmat: memahami sikap tolol Lenggang yang tidak lain karena keluguannya dalam bertindak, dan bahwa jika berjuang menjadi manusia terbaik, Insya Allah akan diberikan pasangan yang terbaik.

    Tentu bukan saja Lenggang karya Irzen Hawer yang ada di dalam buku ini. Penulis lainnya adalah:

    Agus Setiawan (Yang Datang Kemudian…)
    Amri Rasyidin (Perjalanan ke Akhirat)
    Budi Saputra (Peladang yang Hilang)
    Desiyanti Anwar (Aku, Marwah dan Cokelat)
    Firdaus (Harimau di Ujuangbatu)
    Haqimah Rahmah Sari (Pulang Ka Ranah)
    Keket Apriliand (Dilema)
    Kyanti Naurah (Putra Nelayan)
    Lili Asnita (Titik Nadir)
    Lola Giovani (Manusia Terapung)
    Meiriza Paramita (Potongan Tangan di Kursi Tuhan)
    Merdila Nuril Fahmi (Tobatnya Sang Playboy)
    Muhammad Subhan (Darah)
    Musawir (Asa di Ujung Banda)
    Sastri Bakry (Di Pinggir Pantai Losari)
    Sri Novita (Burung Kenari dan Kupu-Kupu Kuning)
    Sherly Yenita (Lelaki Samudera Pemelihara Luka)
    Tiara Mairani (Gadis Penjual Buah)
    Tuti Handriani (Senandung Rantau)
    Williya Meta (Nisan Palimo)
    Yosi Elfiandra (Karangan Bunga Tak Berwarna)
    Yunarti (Pertiwi)
    Yusrizal Firzal (Dua Cerita di Peraduan)
    dan Zakiyya.

    [Sumber: http://bukucerpensumbar.wordpress.com/]

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: [Berbagi Semangat] Ketum FAM Ikut Nulis di Buku Ini: “Potongan Tangan di Kursi Tuhan” Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top