• Info Terkini

    Thursday, September 6, 2012

    Berlatih Menulis, Biasakan Berkirim Surat


    Ayah, Ibu, maafkan anakmu. Tahun ini saya belum bisa pulang ke desa. Ada pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan. Tetapi doaku selalu untuk Ayah dan Ibu, sepenuh cinta...

    ***

    Sahabat FAM, saat ini, mungkin, tidak ditemukan lagi orang bersurat-suratan. Kalaupun ada, tentu disebut ‘orang langka’. Sebab, dunia sudah dimudahkan dengan teknologi. Lewat handphone, seseorang yang sedang berada di rantau, melintasi pulau dan laut, begitu mudah berkomunikasi. Bisa berbicara langsung, bisa pula berkirim pesan singkat via SMS.

    Bagi penulis pemula, bila ingin melatih kemampuan menulis dengan pilihan-pilihan diksi indah, tak salah menghidupkan kembali kebiasaan menulis surat, terutama kepada kedua orangtua. Bagi Anda yang tidak mengalami masa bersurat-suratan, tentulah canggung bila menulis surat. Tetapi bagi yang pernah mengalami zaman itu, seolah bernostalgia kembali, dan Anda akan merasakan sesuatu yang tidak biasa bila Anda hanya berkirim pesan via SMS.

    Ambillah selembar kertas surat dan pena, lalu mulailah menulis. Sebagai tahap awal, surat itu tujukan saja kepada kedua orangtua Anda. Buka dengan kalimat salam, tak salah bila menulis pujian kepada Allah SWT yang masih memberi kesehatan dan rezeki. Kemudian, sampaikanlah keadaan Anda di rantau, kabarkan yang indah-indah agar senang hati kedua orangtua Anda, walau mungkin saja Anda dalam keadaan susah. Ini bukan bermaksud berbohong, tetapi untuk menyenangkan hati orangtua bahwa anaknya di negeri orang dalam keadaan sehat, selamat, dan tegar menghadapi segala ujian dan cobaan yang datang menimpa.

    Dalam isi surat itu pula, tanyakan kabar kedua orangtua, adik-kakak di rumah bila ada. Tanyakan pula bagaimana suasana desa, apa sudah kian pesat pembangunannya, dan sampaikan kelak Anda akan pulang ingin mengabdi di desa bila memungkinkan untuk itu. Di akhir surat, sampaikanlah harapan-harapan bahwa bila di kemudian hari Anda telah berhasil di negeri orang Anda ingin membahagiakan kedua orangtua, membuatkan mereka rumah, atau membawa mereka umrah/naik haji ke Tanah Suci.

    Mungkin saja surat Anda terkesan ‘jadul’ (jaman dulu), tetapi ingat, Anda sedang berlatih menulis. Mungkin pula ketika menerima surat itu kedua orangtua Anda tertawa, tetapi FAM lebih yakin kalau kedua orangtua Anda akan menangis lantaran haru membaca surat Anda. Mungkin saja juga Anda kesulitan memulainya, tetapi nanti ketika sudah menjadi kebiasaan Anda akan terlatih dan ingin selalu berkirim surat kepada siapa saja.

    Nah, kenapa tidak mencoba? Mulailah menulis. Semoga surat-surat itu menjadi sesuatu yang paling istimewa di dalam hidup Anda.

    Salam santun, salam karya.
    FAM INDONESIA
    www.famindonesia.blogspot.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Berlatih Menulis, Biasakan Berkirim Surat Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top