• Info Terkini

    Saturday, September 29, 2012

    FAM dan Semangat yang Tak Pernah Padam

    Oleh Anisa Swedia*)

    Siapa yang tak mengenal dunia membaca dan menulis? Setiap manusia pasti ingin berprestasi apapun bentuknya dan apapun tujuannya.

    Tapi yang membedakan adalah potensi diri untuk membangun bakat yang lama terpendam dan terkungkung jelas di relung hati.

    Bukan bermaksud sok tahu ataupun berjalan mendahului. Namun, kebanyakan dari manusia yang mempunyai mimpi dan mewujudkannya menjadi nyata bisa dihitung presentasi kepersenannya.

    Dahulu kala manusia hanya bisa menukarkan barang yang dimilikinya dengan barang yang sangat diinginkannya itu butuh ruang gerak yang luas dan hati yang ikhlas. Namun, kini zaman telah berubah pesat, perkembangan menjadi tumbuh lebih cepat dari pertumbuhan tubuh, tapi mengapa pertumbuhan akan mimpi dan angan-angan masih menjadi bayangan semu saja pada kebanyakan orang?

    Kebanyakan tertundanya mimpi karena berbagai hal seperti ketika seseorang telah memiliki waktu luang yang banyak, mereka malah bilang, “Saya tidak memiliki fasilitas yang cukup!" Dan saat mereka memiliki fasilitas yang cukup, mereka bilang "Saya tidak memiliki waktu!"
    Tidakkah mereka sadar bahwa mereka hanya mencari alasan untuk mengulur-ngulur pencapaian mimpi mereka sendiri?

    Parahnya, seorang Habiburahman el Shirazy pernah bertanya kepada mahasiswa yang cerdas namun tak juga lulus dari tempatnya menempuh pendidikan di kampus, Kang Abik bertanya kepada mahasiswa itu kenapa ia tak juga lulus dan jawabannya seperti ini: "Ah malas Kang, kalau lulus susah cari kerja, mending enak kuliah..." Bagaimana Indonesia bisa maju jika kebanyakan para pemudanya bermental 'tempe' seperti ini? Bukankah mereka juga telah membuang waktu dan fasilitas yang ada? Tak sedikit loh yang ingin seperti mereka, merasakan enaknya duduk di bangku kuliah, tak terkecuali saya, he-he-he...

    Fasilitas dan waktu mungkin adalah faktor penting untuk menggapai mimpi. Namun, sadarkah kita bahwa potensi yang utama adalah niat dalam diri? Jika sudah berniat, pasti ada jalan!

    Bukankah Allah SWT juga sudah berjanji dalam salah satu ayatnya? Pasti Anda pernah mendengar "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali ia merubah nasibnya sendiri," familiar bukan?

    Nah setelah ada niat kenapa kita tidak bentuk Visi dan Misi? Itu penting untuk mengukur kadar seberapa tinggi impian kita.

    Forum Aktif Menulis (FAM) datang bagai ruang segar bagi para penulis pemula. Bagi para pemimpi yang masih menggantungkan mimpinya di langit kantor-Nya. Jika sudah ada fasilitas seperti ini, lalu kenapa kita menyia-nyiakannya? Bukankah, waktu dua menit cukup hanya untuk menengok seberapa tinggi peminat yang hadir di sini, setelah itu baru akan ada ketertarikan bahwa di wadah ini kita adalah keluarga yang saling bekerja untuk membarakan api semangat menulis, api semangat mimpi yang tergantung tak jelas di langit-langit angan kita.

    FAM dan semangatnya yang tak pernah padam selalu tak pernah lelah untuk membahas sesuatu yang baru demi menggugah semangat kita di sini, agar Indonesia lebih baik, agar ilmu saling bermanfaat dan berguna bagi sesama, agar tali silaturahim tetap terjaga.

    Jika wadah ini saja tak pernah lelah menyediakan waktu untuk kita baik anggota dan nonanggota yang jumlahnya semakin pesat seiring berjalannya waktu demi meraih mimpi bersama, lalu kenapa kita enggan menyediakan waktu untuk mengobarkan api semangat mimpi kita?

    Mulai sekarang, bagaimana kalau kita mengobarkan api semangat seperti FAM Indonesia yang terus menerus mengibarkan benderanya untuk mencapai puncak Everest?

    Sebagai pasukan paskibraka FAM, kita wajib menjaga api semangat untuk terus berkobar demi mimpi yang indah. Salam semangat!

    *) Anis Swedia, ID FAM 966 U, anggota FAM Malang
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: FAM dan Semangat yang Tak Pernah Padam Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top