• Info Terkini

    Sunday, September 23, 2012

    JK Rowling Jalani Terapi, Kaget Atas Kesuksesan Harry Potter

    Penulis JK Rowling mengakui bahwa dirinya menjalani terapi, untuk membantunya menghadapi kehidupan di bawah perhatian publik, menyusul kesuksesan Harry Potter, buku karangannya.

    Fenomena Harry Potter mengubah dirinya dari orang tua tunggal menjadi salah seorang perempuan terkaya di dunia.

    Saat ini, Rowling mengatakan bahwa dirinya berjuang untuk tetap stabil dengan kesuksesannya, baik dari segi ketenaran maupun kekayaan.

    Menjelang terbitnya The Casual Vacancy, yang daftar pesannya telah mencapai jutaan, Rowling mengatakan dirinya sangat kehilangan arah, karena luar biasa sukses.

    Buku JK Rowling terjual lebih dari 450 juta eksemplar, sejak terbit Harry Potter edisi pertama, 15 tahun lalu.

    Penulis itu mengatakan, dia juga menjalani terapi, saat menulis buku pertama, di mana situasi dan perasaannya sangat tertekan.

    Dia tinggal di Edinburg, di ruangan studio, berbagi dipan dengan anak perempuannya yang masih kecil. Ibu dan anak ini hidup dari bantuan sosial.

    "Kini, saya menjalaninya lagi setelah memilih menjalani terapi, karena merasa kehidupan yang berubah tiba-tiba," kata Rowling.

    "Saya menyukainya, dan itu membantu banyak."

    "Dalam beberapa tahun saya merasa seperti dalam treadmill psikologis, tetap berjaga di tempat saya berada. Semua berubah dengan cepat. Sangat aneh. Saya tidak pernah dalam perhatian orang. Saya tidak tahu seseorang yang akan bertanya lagi kepada saya, apa yang saya lakukan. Ini sangat membingungkan."

    Penulis ini menikah dengan suami keduanya, Neil Murray, seorang dokter pada tahun 2001.

    Pada saat dia belanja baju pengantin, dia bahkan salah memilih karena terlalu sibuk menghindar dari perhatian penggemarnya.

    Kekayaan Rowling ditaksir mencapai 560 juta poundsterling. Dia telah memberikan lebih dari 100 juta pound untuk amal.

    Rowling juga kesulitan dengan banjirnya permintaan bantuan keuangan.

    "Saya tidak menyangka akan menghadapi tekanan seperti ini, rasanya seperti dibombardir permintaan," katanya.

    "Saya merasa harus menyelesaikan masalah setiap orang. Saya dihantam tsunami permintaan. Saya kewalahan."

    The Casual Vacancy menjadi best seller, hanya sehari setelah terbit.

    Jumlah pemesan awal buku ini melebihi satu juta eksemplar, dan memecahkan rekor untuk tahun ini di penerbitan Waterstones.

    Toko buku buka lebih awal pada hari Kamis, untuk mengakomodasi pelanggan.

    Buku ini dibuka dengan kematian Barry, seorang anggota paroki di Pagford, di desa West Country, yang bertetanggan dengan Fields, sebuah kawasan yang terpencil.

    Penduduk yang ambisius berharap akan mengisi kursi yang ditinggalkan.

    Kampanye dimulai, dan kandidat saling sikut. Sebuah pesan rahasia muncul di website paroki, membeberkan rahasia penduduk desa.

    Dalam buku sebelumnya Rowling dikenal sebagai penulis sihir dan monster, dalam buku The Casual Vacancy ini, dia lebih menyajikan tema dewasa.

    Salah satu karakternya, Terri Weedon, adalah pelacur yang kecanduan obat terlarang, berjuang keras untuk melepaskan kebiasaan buruknya dan menjaga putranya, yang berusia tiga tahun, untuk tidak diambil petugas sosial.

    Rowling, 47 tahun, mengatakan bahwa novelnya ini menyentil kelas menengah Inggris, dan mendapat inspirasi dari orang-orang terdekatnya.

    Sumber: The Telegraph/Entin Supriati

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: JK Rowling Jalani Terapi, Kaget Atas Kesuksesan Harry Potter Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top