• Info Terkini

    Tuesday, September 18, 2012

    Menulis Tanpa Beban Psikologis

    Oleh Nuryaman Emil Hamzah*)

    Tampil tanpa beban, mungkin itulah yang terbersit dalam benak Aina Inayatushofa anggota FAM 1016S dari Pandeglang. Selain itu dari pengamatan saya anak yang sekarang sekolah kelas 6 di SDIT Irsyadul Ibad ini, sejak dulu punya obsesi ingin punya buku sendiri. Dia termotivasi oleh buku-buku KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya).

    Tergabung di FAM beberapa waktu yang lalu membuatnya semakin bersemangat menulis, novel berjudul “Bad Feeling” terus dia kerjakan walau hanya punya waktu sebentar saja, maklum dia pulang pukul 17.00 WIB dan diberi waktu “Online” selama satu jam. Dia berpacu bersama kakak kandungnya Arini yang menggarap tulisan berjudul “Bad Ending” sebuah perlombaan yang bagus.

    Mendapat informasi ada lomba cipta cerpen di FAM, tidak disia-siakannya. Tiga hari setelah itu dia memberitahukan bahwa satu buah cerpen sudah siap kirim. Hmm kalah langkah! Saya sendiri masih menimbang-nimbang ide cerita yang pantas untuk dibuat cerpen, dia anak SD malah sudah menyelesaikan satu judul.

    Sebagai orangtua, tentu bangga dan tidak ada jalan lain selain mendukung untuk segera mengirimkannya. Pada hari ini tanggal 18 September 2012, Aina mengirimkan satu cerpennya, sedangkan satu judul lagi masih digarapnya.

    Apa yang menyebabkan dia begitu cepat bisa menyelesaikan karyanya? Perkiraan saya, dia menulis tanpa beban. Usianya yang masih belia dan masih sekolah di SD, tidak terlalu banyak yang dipertimbangkannya yang penting dia segera membuatnya dan mengirimkannya lebih awal. Di samping itu semangat berkarya yang sejak lama dimilikinya seolah menemukan jalan keluarnya. Ya ajang lomba di FAM inilah yang menjadi percoban pertamanya.

    Berkaca dari apa yang dilakukannya, nampaknya kita harus membuang jauh-jauh segala hal yang membebani diri untuk menulis. Kebanyakan orang termasuk saya sendiri, seolah terbebani oleh penilaian sendiri yang bersumber dari kurang percaya diri. Padahal karya yang kita buat mungkin saja bagus menurut penilaian orang.

    Marilah beranikan diri berkarya, apapun beban perasaan kita abaikan saja dahulu, buat dan kirim lalu mintalah tanggapan, saran dan masukan-masukan positif dari FAM dan anggota Forum. Jangan takut kritik pedas, kalau kritik itu memberitahukan kekurangan karya kita yang tidak kita sadari dan akan membuat kita bisa menghasilkan karya yang lebih baik.

    Semangat berkarya… Salam santun!

    *) Penulis adalah anggota FAM Indonesia, IDFAM255U Pandeglang
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Menulis Tanpa Beban Psikologis Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top