Skip to main content

Novel Pertama Terbitan FAM Publishing, “Ustad Seumur Jagung” Karya Yasin Abiru Sabil (Bandung)


MEMBACA "USTAD SEUMUR JAGUNG"
Ketum FAM Indonesia Muhammad Subhan sedang membaca Novel "Ustad Seumur Jagung" karya Yasin Abiru Sabil, anggota FAM Bandung yang baru terbit.

Novel ini tebalnya 254 halaman. ISBN 602-98158-9-X. Harga Rp 55.700,- (di luar ongkos kirim).

Endorsement:
Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa adalah pilihan. Pilihan itulah yang diambil Aji, tokoh utama dalam novel “Ustad Seumur Jagung” ini. Pilihan yang membuat dirinya menjadi “idola” bagi adik-adik didikannya. Inspiratif dan memotivasi.

~Muhammad Subhan, Ketum FAM Indonesia

Novel "Ustad Seumur Jagung" ini, sarat dengan pesan-pesan hikmah pada setiap bagiannya. Penulis menyajikan cerita yang sangat kental nilai-nilai Islamnya. Ada beberapa pesan yang dikutip dari nasihat seorang sufi terkenal, yaitu Imam Al Ghazali. Penulis cukup berhasil memadukan motivasi dan pesan hikmah dalam isi cerita. Ini sejalan dengan misi FAM Indonesia, dakwah bil qalam.

~Aliya Nurlela, Sekjen FAM Indonesia

Info pemesan dan penerbitan buku di FAM Publishing hubungi Mbak Aliya Nurlela, kontak via phone/sms di nomor Hp. 0812 5982 1511.

Salam santun, salam karya!

[www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…