• Info Terkini

    Saturday, September 29, 2012

    Profil Anggota FAM Indonesia: Yasin Abiru Sabil (Bandung)

    "Menerbitkan Novel Pertamanya di FAM Publishing”

    Yasin Abiru Sabil adalah nama pena dari Rahmat Herdiansyah. Lahir di Bandung, 20 Desember 1991. Ia anak bungsu dari tujuh bersaudara. Ibu tercinta yang telah melahirkannya kini telah tiada. Saat ini, Yasin telah lulus dari Ma’had Al Imarat Bandung setarta D2 dengan jurusan Bahasa Arab dan Studi Islam pada Januari 2012 dan kini tercatat sebagai mahasiswa semester lima di Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Bandung, dengan jurusan PAI (Pendidikan Agama Islam).

    Menurutnya, Yasin Abiru Sabil adalah nama pena yang diambil dari tiga buah kata. Yasin, karena penulis terinspirasi dari Syeikh Ahmad Yasin (tokoh pergerakan Palestina, semoga Allah merahmatinya). Abiru Sabil, bermakna “Penyeberang Jalan”. Sejatinya manusia hanya menyeberang di zebracross dunia yang akan berujung di tepi akhirat sana, maka ikuti rambu-rambu Ilahi hingga kita semua selamat sampai tujuan yang haqiqi.

    Penulis yang kerap dipanggil “Yasin” oleh sahabatnya, mulai tertarik membuat cerita sejak duduk di bangku SD. Ketika SMP ia menyukai pelajaran bahasa Indonesia. Terlebih lagi ketika disuruh oleh gurunya untuk membuat sebuah karangan. Pernah ketika ulangan harian ia mendapat nilai 100 pada pelajaran favoritnya itu.

    Semenjak duduk di SMK, Yasin aktif di Rohis (Kerohanian Islam) dan mengelola mading Rohis. Sebagai ketua Rohis, ia merasa harus aktif dan produktif seperti visi ROHIS di SMKnya: “Ibadah Aktif, Belajar Produktif”. Salah satu wujud keaktifannya, tulisannya banyak menghiasi mading Rohis.

    Ketika mengetahui ada sebuah wadah kepenulisan nasional yang terlihat sangat pesat perkembangannya, Yasin segera mendaftar sebagai anggota. Baginya, FAM (Forum Aktif Menulis) Indonesia adalah “gerbang” menuju impian untuk menjadi seorang penulis muda yang berdakwah lewat tulisan.

    Even yang diikuti pertama kali adalah Lomba Milad Sekjen FAM, Aliya Nurlela. Salah satu surat terbuka yang ia kirim, terpilih sebagai surat terbuka terbaik ke tiga. Judul surat terbukanya, “Seorang Muslimah Pengukir Pena.” Ia pun berhak mendapat piagam penghargaan dari FAM Indonesia dan surat terbukanya akan ikut diterbitkan dalam buku terbaru Sekjen FAM. Awal yang baik sejak bergabung di FAM Indonesia.

    Setelah menjadi anggota resmi FAM Indonesia, even-even yang diadakan FAM Indonesia selalu ia ikuti. Meskipun tidak selalu menjadi pemenang. Baginya, yang penting selalu aktif berkarya. Berkat FAM Indonesia pula, buku pertamanya terbit. Novel berjudul “Ustad Seumur Jagung (USJ)” telah diterbitkan FAM Publishing. Novel tersebut menjadi novel pertama yang diterbitkan FAM Publishing. Sekarang novel USJ sudah mendapat pesanan dari teman-teman dan kenalannya, baik melalui dunia nyata maupun dunia maya.

    Demikian pula, salah satu cerpennya yang berjudul “Jalan Peta Saksi Cinta” lolos seleksi dalam proyek buku antologi cerpen FAM Indonesia. Cerpen tersebut menjadi salah satu cerpen yang berada dalam buku “Pesona Odapus.” Akan segera diterbitkan pada bulan Oktober 2012. Setelah bergabung dengan FAM Indonesia, Yasin merasa beberapa impiannya di dunia menulis telah menjadi nyata.

    “Cita-cita saya adalah menjadi seorang guru, yang benar-benar guru. Guru yang menjadi teladan bagi anak didiknya, dan guru yang dicintai anak didiknya. Semoga melalui ukhuwah di FAM Indonesia, bisa memudahkan jalan meraih cita-cita tersebut,” ujarnya penuh harap.

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Profil Anggota FAM Indonesia: Yasin Abiru Sabil (Bandung) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top