• Info Terkini

    Friday, September 28, 2012

    Profil Anggota FAM Indonesia: Zul Hasibuan (Padang)

    "Lelaki Berjiwa Mandiri yang Suka Menulis”

    Zul Hasibuan adalah nama pena dari Ahmad Dasri. Ia lahir di Pasaman, tanggal 23 September 1986. Ia adalah anak bungsu dari 6 orang bersaudara (semuanya laki laki). Ia lahir dari keluarga petani. Kedua orangtuanya berdarah Batak, Ibu asli Padangsidimpuan, Sumatera Utara dan Bapak asli Gunung Tua, Sumatera Utara.

    Masa kecil Zul sering dibimbing orangtua untuk membaca dan saat usia 4 Tahun, ia sudah bisa membaca dengan fasih. Cita-citanya waktu kecil ingin menjadi pengusaha sukses. Usia 7 tahun, ia masuk sekolah di SDN 06 Bahagia Padang Gelugur masih daerah Pasaman. Namun tidak berlangsung lama karena saat masih duduk di kelas 1 SD, orangtuanya terpaksa pindah ke Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat karena kondisi ekonomi keluarga semakin memperihatinkan. Sawah dan ladang habis terjual untuk biaya berobat kakak sulungnya yang sakit jiwa (menurut cerita orangtua Zul, kakaknya diguna-gunai orang). Di Ujung Gading, ia duduk di bangku sekolah dasar sampai tamat.

    Tahun 1999, ia lulus sekolah dasar dengan prestasi membanggakan. Waktu itu orangtuanya sudah tidak memiliki biaya untuk menyekolahkan Zul. Sementara keinginan Zul untuk melanjutkan sekolah sangat kuat. Maka ia pun terpaksa cari uang sendiri untuk melanjutkan sekolah. Ia ingat pesan yang sering disampaikan orangtuanya untuk selalu menuntut ilmu agama.

    Zul akhirnya melanjutkan pendidikan ke MTsN Ujung Gading di Pasaman Barat. Biaya sekolah ia dapatkan dari beasiswa prestasi. Zul selalu menjadi juara 1 dari awal masuk MTsN hingga tamat. Banyak guru-gurunya yang prihatin dengan kondisi Zul hingga mereka sering mengajaknya untuk bantu-bantu kerja di sawah atau kebun mereka. Hasilnya, cukup untuk biaya makan sehari-hari.

    Tahun 2002, Zul lulus dari MTsN Ujung Gading dan melanjutkan ke jenjang SLTA. Orangtuanya menyarankan agar ia masuk sekolah agama dengan harapan suatu saat bisa menjadi seorang muballig. Zul mematuhi nasehat kedua orangtuanya dan melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN Lembah Melintang) masih di Ujung Gading. Saat duduk di kelas 2 MAN, ia merasa tidak akan berkembang kalau sekolah di kampung terus. Ia pun mencoba mengadu nasib pindah ke kota Padang dengan harapan bisa menambah wawasan dan pendidikan yang lebih bermutu.

    Ada 1 pesan dari guru bahasa Inggris yang selalu diingatnya. Pesannya adalah “The secret of every success is always to catch the opportunity when it appears”. Kunci untuk sukses itu adalah selalu menangkap setiap kesempatan ketika ia muncul.

    Biaya transfer sekolah cukup mahal sehingga ia harus mencari tambahan dana untuk bisa melanjutkan sekolah. Nasib baik berpihak kepadanya. Zul bertemu dengan orang Batak yang memiliki sebuah usaha. Ia pun ikut bekerja pada orang Batak tersebut. Zul terus mengumpulkan uang dengan harapan bisa melanjutkan sekolah. Tahun 2004, ia pun bisa melanjutkan sekolah dan kali ini ia harus memilih sekolah swasta (MA DR. H. Abdullah Ahmad PGAI Padang) agar tidak terlalu terikat dengan waktu sambil melakukan pekerjaan rutinitasnya sebagai seorang Sales.

    Tahun 2005 ia berhenti dari sales karena ada konflik dengan bosnya, dan selanjutnya tinggal di mushalla menjadi gharim, namanya Mushalla Al-Firdaus di Berok Gunung Pangilun, Padang.

    Menjelang tamat sekolah, ketika ada lamaran untuk CPNS dibuka, saat itu ada formasi 1 orang untuk kualifikasi pendidikan SLTP/sederajat. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Zul pun mengikuti tes. Ternyata ia lolos tes dan diterima sebagai CPNS, di BKD Provinsi Sumatera Barat sampai sekarang.

    Tahun 2007 lalu, Zul akhirnya bisa kuliah di STMIK Indonesia Padang dan saat ini sedang menyusun Skripsi Tugas Akhir. “Insya Allah jika tidak ada halangan mudah-mudahan sekitar bulan Oktober atau Nopember 2012 akan wisuda,” ujarnya penuh harap.

    Motivasinya bergabung dengan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, karena ia suka menulis dan mencintai dunia literasi. Meskipun belum memiliki pengalaman dalam dunia tulis menulis. Menurutnya, banyak manfaat yang bisa didapat dengan menulis, membuka cakrawala berpikir, membuat aktivitas yang kurang bermanfaat perlahan bisa ditinggalkan.

    Sekarang ia sudah mengantongi nomor ID FAM Indonesia, IDFAM1017U. Zul belum mengikuti event apapun yang diadakan FAM, karena belum lama bergabung. Tetapi ia punya tekad untuk mengembangkan FAM di Sumatera Barat. Tekad itu sudah mulai diwujudkan ke aksi nyata bersama rekan-rekannya anggota FAM Padang dengan cara mengadakan kopdar FAM Sumbar baru-baru ini di Padang.

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Profil Anggota FAM Indonesia: Zul Hasibuan (Padang) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top