• Info Terkini

    Thursday, November 8, 2012

    Buku Puisi “Mozaik Matahari” Karya Refdinal Muzan

    Sekapur Sirih dari Penulis:

    “Tiap buku punya nasibnya sendiri”, begitu sebuah kalimat motivasi yang masih saya ingat dari Ketua Umum Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Muhammmad Subhan, saat beberapa kendala saya temui untuk dapat mewujudkan mimpi indah memiliki sebuah buku tunggal. Keinginan mengumpulkan karya-karya saya dalam sebuah buku telah cukup lama saya idamkan, setelah beberapa antologi puisi bersama saya yang telah terbit dari berbagai penerbit dan juga dari berbagai teman yang tergabung di dalamnya.

    Sungguh suatu rasa syukur yang dalam dan terima kasih tak terhingga saya haturkan kepada FAM Publishing yang telah mewujudkan satu mimpi indah ini untuk saya.

    Sekjen FAM, Aliya Nurlela, yang sejak awal perkenalan saya di grup Forum Aishiteru Menulis, telah banyak membantu dan memfasilitasi saya untuk tetap menulis dan membina dengan ketulusan hati. Juga teman-teman yang selalu memberi dukungan semangat untuk pantang menyerah dalam mencapai sebuah keinginan. Ternyata semua memang tak ada yang sia-sia, walau sebesar apapun kenyataan yang telah diraih.

    “Mozaik Matahari”, salah satu judul puisi yang saya ambil untuk judul kumpulan puisi ini, di mana ke semua tulisan-tulisan saya ini memang bercerita tentang perjalanan yang saya tempuh di persinggahan rasa yang begitu banyak terhampiri, walau terkadang raga tak beranjak namun tempuhan perlangkahan sukma seperti luasnya langit yang tak bertepi.

    Meski sebagi penyaksi, kadang juga mencoba berperan sebagai pelakon entah itu dalam sebuah peran yang diberi atau penonton yang mempelajari skenario di jagat maha panggung ini. Begitu tersusun, dalam perca yang bertambal, dengan harapan mampu menjadi bulatan sinar untuk sebuah pijar.
      
    Sebagai seorang penulis, saya selalu berusaha belajar di setiap kata yang muncul dalam kalimat, di setiap bait yang terangkai darinya, di setiap puisi yang menyatu dari bait-baitnya. Pembelajaran itu selalu berlangsung saat sebuah intuisi muncul untuk dikemas dalam kata-kata, memunculkannya, menumpang sebuah “gerakan” yang dimunculkannya hingga sebuah arti untuk direnungkan saya dapati setelah rampungnya sebuah puisi.  

    Mungkin kepenulisan saya ini masih dianggap mentah, namun sebuah pencarian identitas akan terus berlangsung di setiap goresan-goresan yang saya coba hadirkan. Setiap diksi-diksi yang dikembangkan, tak hanya sekadar pemoles indahnya rangkaian sebuah kata, tapi sebuah denyut selalu saya coba ikuti agar rangkaian-rangkaian kata itu memiliki “jiwa” tersendirinya.

    Semoga kelahiran kumpulan puisi tunggal saya ini, dapat memberikan sebuah warna bagi para pencinta dan penikmat sastra di mana saja berada.

    Semoga buku ini mampu membawa kita untuk bertahan di samudera kebenaran jiwa yang tak pernah kering dan masih kita baca.

    Bukittinggi, September 2012
    Refdinal Muzan

    [Info pemesanan dan penerbitan buku di FAM Publishing hubungi No. Hp. 0812 5982 1511 (Aliya Nurlela), atau kunjungi blog resmi FAM Indonesia di www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Buku Puisi “Mozaik Matahari” Karya Refdinal Muzan Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top