• Info Terkini

    Sunday, September 9, 2012

    Ulasan Cerpen "Ahkam's Diary" Karya Amanda Iza Raesita (Jombang)

    Sahabat FAM, hari ini Tim FAM Indonesia memberi ulasan untuk cerpen berjudul “Ahkam’s Diary” karya Amanda Iza Raesita, anggota FAM Indonesia dari Jombang.

    Cerpen ini begitu renyah. Enak dibaca. Nikmat dipahami. Mengalir. Banyak sentuhan, kejutan, hikmah yang begitu menggoda pembacanya.

    Kaya diksi dan majas. Meskipun demikian, tetap ada kelemahan. Berbagai diksi campuran yang sebagian perlu dikoreksi karena tak sesuai dengan EYD antara lain:

    1. Seorang Lelaki berusia 26 tahun --> huruf "L" seharusnye ditulis "l" menjadi: lelaki.

    2. Dibukanya buku diary itu perlahan. Dan dia tersenyum. --> Dibukanya buku harian itu perlahan, dan dia tersenyum.

    3. Smoga --> semoga

    4. ...tapi model kayak gini... --> ...namun model seperti ini...

    5. Selanjutnya, simple aja... --> Selanjutnya, sederhana saja...

    6. Terkenal gantengnya, nakalnya, and malesnya. --> Terkenal karena tampan, nakal, dan malas.

    7. Tidak bisa diganggu gugat... --> Tidak bisa diganggu- gugat... (pakai tanda pengubung - )

    8. Eh, 15 detik kemudian, aku disiram pakai air sama ibuku. --> Eh, lima belas detik kemudian, aku disiram air oleh ibuku.

    Banyak juga istilah prokem atau bahasa “slank” yang dipakai di dalam cerpen ini seperti:

    Met siang, ry! Huuuffftttttt.... sial banget hari ini.
    Kan berarti itu...
    Uda deh, pokoknya itu pendapatku.
    aku seneng banget bisa nulis...
    Kalo aku sampai ketahuan, ...
    Btul kan, ry? Coba pikir dech, nggak ada...
    Anak–anak banyak yang liat, pada ketawa-ketiwi semua...
    Anak ganteng + nakal suruh menari-nari. Hadachh.
    Jujur sih, aku jarang banget sholat.. Ya udah, aku nggak peduli.
    Jadi basaaaahhh semua deh kasurku,,, Nggak jadi tidur akhirnya.. malah aku harus menjemur sprei kasur,, Sial banget hari ini, ry...
    Gilaaaa... aku dihukum lagi!
    Piuuh..
    Busyeeett... aku nggak kaget sich, tapi cuma heran, kenapa selalu dapet nilai segitu!!

    Masih banyak lagi sebenarnya contoh kalimat yang amat komunikatif dan aplikatif, namun sayangnya kurang tepat dari sisi EYD dan tata bahasa.

    Selain diksi, hal menarik di cerpen ini adalah dijumpainya banyak majas yang bervariasi. Misalnya:

    Penggunaan majas pleonasme dan tautologi tampak pada kalimat berikut:

    Hari memang masih pagi, bahkan matahari saja masih malu-malu untuk menampakkan diri dari singgasananya. Jam menunjukkan pukul 05.30.
    Hari ini lelaki itu bangun tidur terlalu pagi. Tidak seperti biasanya. Ia bangun tepat pukul 03.00. Ia terlalu bersemangat pagi ini.
    Bangun tidur kesiangan sekitar pukul 7 tepat.

    Penggunaan majas erotesis terlihat jelas pada kalimat berikut:

    Eh, aku mau nulis diary atau mau praktikum biologi sih??
    Coba pikir dech, nggak ada ikatan resmi, bisa dibilang kekasih/pacar?
    Mau masuk SMA mana coba kalo aku terus-terusan kayak gini?
    Arrrrggghhh... ry, kenapa susah sih buat belajar...?
    Eh, btw, aku jadi kayak gini, jadi pemalas, jadi anak nakal, kenapa ya?
    Tapi kenapa nggak ada virus baik yang nular ke aku?
    Tapi kok susah amat ya?

    Penggunaan majas epanortosis bila jeli, jelas pada kalimat berikut:

    Ditambah lagi, bisa berpegangan tali seenaknya. Ups, maksudnya pegangan tangan. Kan berarti itu ikatan gaib!

    Penggunaan majas epizeuksis terlihat jelas pada kalimat berikut:

    Busyeeett... aku nggak kaget sich, tapi cuma heran, kenapa selalu dapet nilai segitu!! Kenapa? Kenapa? Yach, soalnya aku nggak mau belajar.. Itu saja!
    Aku menjadi giat belajar, giat bantu – bantu orangtua, rajin ibadah.
    .... Bisa, Bisa, Bisa...
    “Bismillahirrohmanirrohim. Aku siap, aku siap, aku siap!” ujarnya dengan penuh gembira..

    Penggunaan majas prosopopoeia dapat diketahui dari kalimat berikut:

    ... kisah-kisah silam yang telah menemaniku...
    Sebuah cahaya yang menusuk hati sanubariku.

    Dengan sentuhan editing dan diperkaya dengan riset dan banyak membaca, tentunya di masa mendatang, penulis cerpen ini akan menjadi cerpenis hebat dan luar biasa!

    Terus semangat!

    Salam santun, salam karya!
    FAM INDONESIA
    www.famindonesia.blogspot.com

    [BERIKUT NASKAH PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    AHKAM’S DIARY
    Oleh Amanda Iza Raesita

    IDFAM960M Anggota FAM Jombang

    Tahun 2010. Seorang Lelaki berusia 26 tahun duduk di kursi yang berada di beranda rumahnya. Hari memang masih pagi, bahkan matahari saja masih malu-malu untuk menampakkan diri dari singgasananya. Jam menunjukkan pukul 05.30.

    Hari ini lelaki itu bangun tidur terlalu pagi. Tidak seperti biasanya. Ia bangun tepat pukul 03.00. Ia terlalu bersemangat pagi ini.

    Terlihat dari kejauhan, bahwa Lelaki itu sedang serius membaca. Ia sedang membaca sebuah buku diary. Dibukanya buku diary itu perlahan. Dan dia tersenyum.

    Dalam sinar mentari yang cerah...
    Selasa, 12 Maret 1994
    Judul : Ahkam’s Diary
    Tujuan : Aku ingin menorehkan segala pernak – pernik kisahku dalam buku diary ini.

    Karena aku ingin, jika masa tuaku telah tiba, aku masih dapat mengingat kisah-kisah silam yang telah menemaniku hingga aku dapat mencapai sebuah kesuksesan. Smoga... (Wuich... puitis amat! Haha)

    Alat & Bahan : Bolpoin & buku diary
    Cara Kerja : Ya beginilah caraku menulis diary... Ada judul, tujuan, alat dan bahan, cara kerja, kesimpulan, tapi model kayak gini cukup bagian muka diary. Selanjutnya, simple aja...
    Kesimpulan : Eh, aku mau nulis diary atau mau praktikum biologi sih?? Haha

    Rabu, 13 Maret 1994
    Hi, Diary! Perkenalkan, namaku : AHKAM LAZURDI. Bagus kan? Aku itu termasuk cowok terkenal di SMPku. Terkenal gantengnya, nakalnya, and malesnya. Tapi, aku paling nggak suka sama orang yang suka minum alkohol, makai obat-obat terlarang, dan hal – hal yang luebih negatif daripada ini. Senakal-nakalnya aku, aku nggak akan mau jadi orang kayak mereka. Oya, aku ini masih kelas 3 SMP. Jadi, boleh dibilang masih kecil lah... Dan tentunya masih imut-imut sebagai seorang cowok, makanya banyak yang naksir sama aku. Hmmm... berjubel-jubel cewek bakal daftar jadi pasanganku. Soalnya aku termasuk cowok terganteng di sekolah. Tapi, ry, tahukah kamu? Aku nggak suka pacaran! Haha.. mungkin ini sedikit aneh buat orang lain. Tapi bagiku, orang yang pacaran itu malah aneh. Sama sekali nggak logis kalo seseorang berpacaran. Btul kan, ry? Coba pikir dech, nggak ada ikatan resmi, bisa dibilang kekasih/pacar? Ditambah lagi, bisa berpegangan tali seenaknya. Ups, maksudnya pegangan tangan. Kan berarti itu ikatan gaib! Hehe.. Uda deh, pokoknya itu pendapatku. Tidak bisa diganggu gugat...

    Hmm.. ry.. aku seneng banget bisa nulis hari-hariku di buku diary ini. Tapi, sssttt... jangan bilang siapa-siapa ya? Kalo aku sampai ketahuan, pasti mereka berpikir, ’Aneh, anak cowok suka nulis diary! Apalagi dia termasuk anak nakal, tapi masih sempet nulis diary. Dan rajin banget kalau nulis diary...’. So, aku bakal jaga buku diary ini baik-baik. Ok, ry, udah penuh satu halaman nih, catatanku hari ini. Cukup segini aja perkenalanku! Sampai jumpa,ry... @HK@m

    Kamis, 14 Maret 1994
    Met siang, ry! Huuuffftttttt.... sial banget hari ini. Nih, kronologis ceritanya...
    Bangun tidur kesiangan sekitar pukul 7 tepat. Padahal bel masuk sekolah jam 06.30. Telat setengah jam lah. Setelah itu, langsung ke kamar mandi, gosok gigi, nggak mandi, cuma ngebasahin ketiak aja, seperti biasa lah... Trus, berangkat. Sampai di sekolah, telat. Di sekolah, aku dihukum dengan berdiri di lapangan basket lalu disuruh nge-dance nggak jelas. Jadinya ada show gratis pagi-pagi. Anak–anak banyak yang liat, pada ketawa-ketiwi semua... Wahhh... runtuh martabat-ku. Anak ganteng + nakal suruh menari-nari. Hadachh.

    Selang 1 jam, aku dibolehin masuk kelas. Ternyata, waktunya pak Jon, guru matematika. Oh, tidak, Aku cuma bawa buku dua. Buku matematika nggak ku bawa. Ada PR lagi. Gilaaaa... aku dihukum lagi! Aku disuruh mencabut uban di rambutnya pak Jon. Piuuh..

    Pulang sekolah, ban sepeda motorku kempes. Nggak ada bengkel lagi. Sebenarnya ada beberapa bengkel, tapi pada tutup semua. Trus nggak ada temenku yang lewat. Niatku mau nebeng sich...

    Akhirnya, aku pulang jalan kaki sambil menuntun sepeda motorku. Di rumah, badan pegel semua. Mau tidur, tapi disuruh sholat and makan dulu. Jujur sih, aku jarang banget sholat.. Ya udah, aku nggak peduli. Aku langsung tidur. Eh, 15 detik kemudian, aku disiram pakai air sama ibuku. Jadi basaaaahhh semua deh kasurku,,, Nggak jadi tidur akhirnya.. malah aku harus menjemur sprei kasur,, Sial banget hari ini, ry...

    Jumat, 15 Maret 1994
    Ry, ry,,, aku bingung... Mauku nggak belajar, mauku nonton TV, main PS, dan hal – hal asyik lainnya selain belajar. Tapi, masa depanku menuntutku harus belajar! Apalagi aku SELALU kena marah ortu kalo nggak belajar. Tahu sendiri kan, susahnya minta ampun kalo aku disuruh belajar. Gimana nih, ry? Nilai-nilaiku rendah semua! Mau masuk SMA mana coba kalo aku terus-terusan kayak gini? Tapi aku juga mualess banget belajar... ahh.. ya sudahlah, biarkan aja sementara kayak gini...

    Sabtu, 16 Maret 1994
    Dalam kesendirian di dalam kesunyian malam ini, aku ingin bernyanyi. Tapi pikiranku sedang antah berantah.. Pikiranku kacau,,

    Huuuftt... Setiap hari kena marah ortu, kena marah guru, cz aku juarang belajar, jarang sholat, males, nakal, seneng jahilin teman, jarang mandi, nggak pernah ngerjain PR (Bukan aku kalau ngerjain PR), ke sekolah cuma bawa dua buku, itupun pakai tas kecil. Tadi sore aja, kena marah ortu lagi. Nilai ulangan kimia dapet nilai 30. Busyeeett... aku nggak kaget sich, tapi cuma heran, kenapa selalu dapet nilai segitu!! Kenapa? Kenapa? Yach, soalnya aku nggak mau belajar.. Itu saja!

    Arrrrggghhh... ry, kenapa susah sih buat belajar...?
    Eh, btw, aku jadi kayak gini, jadi pemalas, jadi anak nakal, kenapa ya? Keluargaku nggak broken home tuh, lingkunganku sebenarnya juga anak baik-baik sih? Malah banyak anak remas juga! Tapi kenapa nggak ada virus baik yang nular ke aku? Malahan, virus jelek melulu...

    Lelaki itu mencoba mempercepat membacanya. Dibukanya beberapa halaman diary selanjutnya. Dibacanya lagi buku diary itu...

    Senin, 1 April 1994
    Wuachh... bentar lagi mau UNAS, ry... Tidaaakkk...!! Ry, kasih aku semangat buat belajar donk!!

    Selasa, 2 April 1994
    Diary, tahu nggak, pagi ini aku tidak sengaja bertemu dengan seorang cewek. Dia cewek berjilbab. Murid di sekolahku juga sih. Tapi aku nggak pernah tahu. Baru aja aku ketemu wajah kayak gitu. Sepertinya dia cantik luar dalam. Entah, rasanya ada sesuatu yang menggebuk dadaku saat aku bertemu dengannya. Kalau ketemu cewek tadi, rasanya aku jadi teringat Bapak yang memukul pantatku saat aku ketahuan memakai kopyah-nya buat menjaring ikan di sungai. Rasanya dag dig dug, daya! Bedanya nih, kalau ketemu cewek tadi, aku jadi seneng dan salting. Tapi kalau dipukul Bapak, walah, nggak ada senengnya. Pinginnya kabuuur... Hmm.. Ry, tadi aja, hampir - hampir aku menabrak cewek itu. Sebenarnya nggak nabrak sih, tapi buku – buku yang di bawanya pada jatuh gara – gara terkena senggolan kuku-ku yang lumayan panjang, sekitar 1,5 cm. Ry, dia ternyata anaknya pinter. Menurut kabar, namanya ’Aisyah al-Habibah. Keren ya! Haha...

    Jumat, 5 April 1994
    Oh, Tuhan! Sesuatu yang mengejutkan terjadi pada diriku. Aku mau belajar. Haha...!

    Minggu, 7 April 1994
    Ry, aku pusing. Hari ini aku coba belajar Matematika. Tapi kok susah amat ya? Padahal, ry, UNAS-nya kurang seminggu lagi... Hmmm... daripada pusing-pusing, akhirnya, aku nyari udara segar dulu aja. Refreshing lah. Biar otak nggak panas. Aku jalan – jalan ke Taman Megarona. Disitu cukup ramai, soalnya hari minggu. Ada banyak anak kecil main – main. Yang paling aku seneng kesitu itu soalnya ada satu pohon yang cukup besar and rindang banget. Gini – gini, meskipun aku nakal nih, aku tetep pingin nyari sesuatu yang damai di hati. Halah, bahasanya! Eits, tapi hari ini ada kejadian menarik. Ternyata, ada ’Aisyah juga disana. Ia sedang jalan – jalan sendiri. Wah, kesempatan! Btw, kalo aku lagi jatuh cinta nih, aku cuma seneng pedekate tapi no way buat pacaran. Haha...

    Dia sedang baca buku. Aku mencoba berbicara dengan dia tapi dengan jarak yang lumayan jauh. Tidak dekat – dekat lah. Aku juga tau diri donk. Lagian dia juga anak Remas, so aku kudu jaga diri. Dia ternyata mengenalku dan ternyata lagi, rumahnya nggak jauh dari komplek rumahku. Oh, emang dasar aku ini! Gaul tapi nggak gaul. Maksudnya??

    Nah, di deket pohon rindang itu kan ada got, pas dia berdiri mau pamitan pulang, bukunya jatuh ke got. Hmm.. dengan kejantanan diri, aku mengambilkan bukunya. Sebenarnya, aku mengambil bukunya hanya dengan tangan kananku dari tepi got, maksudku, nggak nyemplung ke got-nya. Tapi ya begitulah. Aku malah nyemplung ke got. Bruukk! Aku terbaring di atas got. Got disitu tidak terlalu bau tapi kuotor. Wajahku jatuh pas di depan buku ‘Aisyah. Buku itu berjudul Ini Aku Mencintai-Mu, Allah...

    Deg! Tiba – tiba aku teringat semua perlakuanku. Kesimpulannya : kelakuanku jelek banget. Rasanya, ada sesuatu yang menghampiri hatiku. Sebuah cahaya yang menusuk hati sanubariku. Aku seperti tidak sadar. Kata ’Aisyah, ia memanggil – memanggil namaku, tapi aku tidak mendengarnya. Beneran deh, ada sesuatu yang indah saat aku menatap judul buku itu pertama kali. Aneh... Setelah itu, kata ‘Aisyah, aku diangkat oleh beberapa orang. Lalu badanku dibersihkan dan diberi air minum. Setelah itu, aku sadar. Pengalaman yang cukup aneh, ry...

    Minggu, 21 April 1994
    Ry, aku udah ngelewatin UNAS. Gilaa! Aku seneng. Gimana nggak seneng? Ujian cma nyontek dua kali. Aneh bin super ajaib. Biasanya kalau aku nyontek itu memborong semua jawaban dari hasil pemikiran otak temen2ku. Lha sekarang? Beda 180 derajat. Habis UNAS, mereka pada bertanya – tanya. Kok bisa ya? Ya bisa donk. Sehabis kejadian tanggal 7 April, ada sesuatu yang membuatku berubah drastis. Aku menjadi giat belajar, giat bantu – bantu orangtua, rajin ibadah. Pokoknya beda banget,ry! Aku aja kaget sendiri. Ortu, temen2, guru2, fans2, bahkan kucingku aja bingung, kok bisa ya? Hah, semua di luar dugaan...

    Mungkin kapan – kapan aku bakal buat sebuah buku motivasi berjudul Karena Masuk Got-lah, Aku Menjadi Sukses!,,, Bisa, Bisa, Bisa...

    Okey, ry! Good morning... Met menjalankan aktifitas! Semoga Allah memberikan barokah di setiap aktifitasku. Amin. (Lho, ya kan, aku berubah..) @hk@m

    Lelaki itu tersenyum – senyum sendiri. Ia teringat akan masa remajanya yang penuh gejolak. Aneh tapi nyata. Lalu ia menutup buku diarynya dan meletakkannya di meja.

    ” Ahkam!” Ibu Ahkam memanggil nama Ahkam dari dalam rumah.
    “ Ya, bu.” Ujar Ahkam.
    “ Ayo, buruan. Cepat mandi, terus siap-siap. Jadi ngelamar ’Aisyah apa nggak?”
    \“ Hehe. Iya, bu. Jadi donk... Udah nunggu sekian lama buat nikah sama ’Aisyah, masa nggak jadi ngelamar sih?”
    ” Ya udah, cepetan mandi, keburu dilamar orang lain nanti!”
    ” Ok, boss! Ahkam nggak akan membiarkan sedetik pun terlewati hingga ada lelaki lain yang lebih dulu melamar ’Aisyah.”
    ” Halah, omonganmu nduk, nduk! Ya udah, cepetan!” perintah ibunya.
    Lelaki itu langsung pergi ke kamar mandi. 10 menit kemudian, ia telah rapi dengan memakai kemeja seadanya dan parfum yang cukup wangi. Ia sudah siap untuk melamar ’Aisyah. Sebelum berangkat, ia masih sempat menulis diary.

    Senin, 1 Februari 2010
    Bismillah. Ry, aku mau ngelamar ‘Aisyah nih. Alhamdulillah, dia menjadi calon istriku. Menjadi calon pendamping yang insyaAllah jika sudah menikah nanti akan semakin membuatku cinta pada Allah. Aku juga sangat senang, karena akhirnya aku akan menjadi seorang imam. Doakan saja, acara lamaran nanti berjalan lancar. Dan insyaAllah, besok, Selasa, 2 Februari 2010, kami akan melangsungkan akad nikah. Cepet banget ya, ry! Haha...

    InsyaAllah ry,,, dia benar – benar menjadi istriku. Istri di dunia maupun di akhirat kelak. Amiien... [dr. @hk@m L@zurdi] (calon suami dan seorang dokter tampan)... Haha.. tetep aja narsis.com...

    Ry, aku nggak akan ngelupain kamu, meski aku sudah menikah nanti! Malah, aku punya rencana nih, aku bakal mengisi kamu tentang kisah – kisah harian dan tentunya cerita menarik serta segala uneg – uneg bersama istriku –jika sudah menikah-. Pasti deh, tambah ramai aja isinya! Dan lebih seru tentunya. Eh, udah dulu ya! Bapakku udah teriak – teriak manggil namaku tuh! Sampai jumpa, ry... (daripada aku kena pukulan pantat lagi kayak remaja dulu).

    Lelaki yang bernama Ahkam Lazurdi, segera menutup buku diary tersayangnya.

    “Bismillahirrohmanirrohim. Aku siap, aku siap, aku siap!” ujarnya dengan penuh gembira..

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen "Ahkam's Diary" Karya Amanda Iza Raesita (Jombang) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top