• Info Terkini

    Tuesday, September 4, 2012

    Ulasan Cerpen “Aquarium Ali” Karya Irwan Hasan (Padang Pariaman)


    Sahabat FAM, hari ini Tim FAM Indonesia mengulas cerpen berjudul “Aquarium Ali” karya Irwan Hasan, anggota FAM Padang Pariaman, Sumatera Barat.

    Cerpen ini menceritakan tentang Ali yang memiliki sebuah aquarium kecil berisi beberapa ekor ikan. Tapi pada suatu hari Ali heran ketika mendapati aquariumnya kosong, kemanakah ikan-ikan itu?

    Ternyata Adi, adik Ali telah melepas ikan-ikan tersebut ke sungai. Adi kecewa pada kakaknya yang suka memelihara ikan tapi tidak merawatnya. Adi berpikir sebaiknya ikan-ikan itu dilepas saja pada habitatnya agar bebas. Tapi Ali adalah seorang kakak yang baik dan tidak memarahi adiknya, melainkan menyikapi dengan bijaksana.

    Pada hari berikutnya, Ali membeli lagi beberapa ekor ikan hias, tapi Adi sudah menghadangnya dengan beberapa pertanyaan, “Trus pasti diletakkan di aquarium lagi kan? Nggak dikasi makan lagi, airnya nggak ditukar, trus ikannya mati lagi, trus Adi lagi yang buang ikannya ke sungai, trus…” Tapi Ali menjawab semua itu dengan bijaksana, Ali sudah menyiapkan sebuah ensiklopedia tentang ikan. Ali punya gagasan bahwa mereka memelihara ikan itu hanya dalam waktu sebentar untuk dipelajari dan kemudian melepaskannya kembali ke sungai. Adi setuju dan sangat tertarik, artinya mereka bukan bermaksud menyiksa binatang tapi hanya untuk mempelajarinya sebagai cara menambah pengetahuan mereka tentang ikan.

    Cerpen sederhana yang ditujukan kepada anak-anak ini sangat menarik. Cerpen yang menanamkan nilai-nilai moral kepada anak bahwa harus bertanggung jawab kepada apa yang dimilikinya.

    Cerpen ini juga menanamkan nilai bahwa binatang sebaiknya dilepas kepada habitatnya, bukannya untuk menjadi kesenangan manusia semata sebagai tontonan. Seorang kakak yang bijaksana seperti Ali juga layak menjadi contoh, menyikapi sikap adiknya dengan cara yang bijaksana.

    Kelemahan cerpen ini  terletak pada beberapa penulisan yang memisahkan “nya” dari kata benda. Seperti penulisan pada kutipan cerpen di atas “ikan nya” seharusnya ditulis “ikannya” dan banyak didapati pada kalimat lainnya.

    Selain itu, cerpen ini juga tidak memiliki alinea, penulis menulis cerpen rata saja, ini tentulah kesalahan fatal  pada sebuah penulisan. Penggunaan EYD juga perlu diperhatikan, sehingga cerpen ini menjadi sebuah cerpen yang enak dibaca dan menjadi pelajaran bagi anak-anak Indonesia. Bagi penulis, teruslah menulis dan mengasah pena, karena dengan sering menulis maka tulisan akan semakin baik.

    Salam santun, salam semangat!

    TIM FAM INDONESIA

    [NASKAH PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Aquarium Ali
    Oleh Irwan Hasan

    IDFAM915M Anggota FAM Padangpariaman

    "Kakak ini memang tuan yang tidak bertanggungjawab," Omel si Adi pada kakaknya Ali.
    "Lho, kenapa Di?"
    "Iya, kakak sudah membunuh dua ekor peliharaan dibawah jagaan kakak," Ali mengerutkan dahi, heran karena masih belum mengerti maksud pembicaraan adiknya.
    "Kalau kakak enggak bisa merawatnya mending dilepas saja. Kasihan ikan-ikan itu,"
    Barulah Ali tau bahwa peliharaan dan ikan yang dimaksud oleh Adi adalah ikan hias di ruang tamu yang ia beli beberapa minggu yang lalu sebagai hiasan ruang tamu.
    "Astaghfirullah." Ali melompat keluar dari kamar dan bergegas keruang tamu.
    "Lho, kok kosong? Mana ikan yang lainnya?" Tanya Ali keheranan karena melihat aquarium kecilnya itu tiada isi apa-apa didalamnya termasuk air.
    "Sudah Adi buang, ikan yang masih hidup sudah Adi lepaskan ke sungai,"
    "Kenapa dibuang semua? Yang masih hidup kan bisa tetap disini?"
    "Adi kasihan lihat ikan-ikan itu, mereka tidak diberi makan secara rutin oleh tuan nya, air nya juga jarang ditukar. Mending Adi serahkan mereka sama Tuan mereka yang asli, biar mereka bisa cari makan sendiri tanpa bergantung sama kakak," Dalam hati Ali kagum dengan kata-kata adiknya. Dia menggantikan kata Allah dengan Tuan bagi ikan-ikan tersebut.
    "Ya, tapi kan kamu bisa ngomong dulu sama kakak sebelum membuangnya,"
    "Kelamaan, Adi enggak tega lihat ikan-ikan itu,"
    "Ya sudah lah, sekarang mau diisi dengan apa aquarium ini,"
    "Gimana kalau kakak saja yang masuk ke dalamnya?" Adi memberi usul sambil melirik usil ke arah Ali. Ali melotot sambil melongo tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.
    "Iya, biar nanti Adi yang memberi makan kakak tiap hari. Gimana kak?"
    "Nakal kamu ya?" Adi pun berlari menjauhi kakaknya. Ali tidak diam. Dia pun lantas mengejar Adi yang terus tertawa menghindari kejaran kakaknya.
    Beberapa hari kemudian Ali pulang kerumah membawa beberapa ekor ikan hias. Dia langsung memamerkan pada Adi.
    "Beli ikan lagi? Kan tidak boleh menganiaya binatang?" Tanya Adi.
    "Siapa bilang kakak mau menganiaya,"
    "Trus, pasti di letakkan di aquarium lagi kan? Nggak dikasi makan lagi, airnya nggak ditukar, trus ikan nya mati lagi, trus Adi lagi yang buang ikan nya ke sungai, trus...."
    "Stop, stop, stop.!!!" Ali menghentikan omelan adiknya.
    "Dengarkan dulu, memang benar kakak mau masukkan ke aquarium, tapi kakak juga punya ini," Ali mengeluarkan sebuah buku ensiklopedia ikan dari dalam tas nya beserta sebuah buku catatan.
    "Untuk apa ini?" Adi bertanya keheranan.
    "Nah, kita akan memelihara ikan-ikan ini selama dua minggu saja. Kakak akan lihat pada buku ini jenis ikan apa yang sedang kakak masukkan di aquarium, kita bisa tau namanya, habitatnya dimana, makanan serta segala macamnya. Kalau perlu kita bisa browsing di internet mengenai ikan tersebut. Dan kakak akan catat didalam buku catatan ini,"
    "Lalu setelah dua minggu ikan-ikan itu diapakan? Digoreng?" Tanya Adi.
    "Sembarangan kamu, ya kita lepaskan. Kita lepas mereka di habitatnya. Dan biarkan Tuan mereka yang asli yakni Allah menjaga dan memenuhi rizki mereka. Setelah itu aquarium nya kita isi dengan ikan yang lain untuk dipelajari," Adi kagum dengan kecerdasan kakaknya. Tak terfikir oleh nya seperti itu.
    "Ya, ide kakak bagus juga. Kalau begitu semua ikan bisa kita pelajari ya kak?"
    "Iya, hanya dengan bermodalkan aquarium kecil ini,"
    "Trus nanti kalau mau mempelajari ikan paus gimana mau masukin ke aquariumnya kak?" Tanya Adi sekedar bergurau.
    "Kalau ikan paus kakak enggak perlu masukkan ke aquarium ini,"
    "Trus gimana?" Penasaran Adi dengan jawaban yang akan diberi oleh kakaknya.
    "Kalau ikan paus kakak akan memasukkan Adi kedalamnya, biar bisa dipelajari secara detail. Nah, setelah itu Adi keluar dari dalamnya ceritakan sama kakak ikan paus itu seperti apa," Ali terkekeh.
    "Wah, kakak tega banget nih kayaknya," Ali pun berlari menjauhi Adi menghindari pukulan dan kejaran adik kesayangannya itu. Berlari sambil tertawa karena berhasil ngerjain Adi.

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen “Aquarium Ali” Karya Irwan Hasan (Padang Pariaman) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top