• Info Terkini

    Saturday, September 8, 2012

    Ulasan Cerpen “Cinta Siang dan Malam” Karya Fadhilla Amelia (Batusangkar)

    Sahabat FAM, untuk cerpen Tim FAM mengulas sebuah cerpen pendek berjudul “Cinta Siang dan Malam” karya Fadhilla Amelia, anggota FAM Batusangkar.

    Cerpen ini dari sisi bentuknya cukup unik, mungkin dapat dikatakan perpaduan antara cerpen, flash fiction, dan puisi naratif yang bersifat ekspresionis-naturalis-sufistik. Perpaduan diksi yang beragam seperti: “…neuronnya, menghipnotis, sakral, frontal, romantisme, kompleksitas kontradiktif, harmonisasi, dan stigma” turut memperkaya karya sastra ini.

    Cerpen ini bercerita tentang dinamika siang dan malam yang bernuansa sehingga timbullah sejuta hikmah untuk umat manusia. Romansa yang ada pada keduanya inilah yang pantas direnungkan insan, betapa dunia ini begitu indah, dan Allah SWT tak pernah salah. Berjuta hikmah telah tersedia bagi pikiran dan jiwa yang telah terasah dan terolah dalam renungan surgawi.

    Dari sisi judul, disarankan untuk menggunakan kata-kata yang menghipnotis pembaca, seperti: “Romantisme Siang dan Malam” atau “Romansa Siang Malam” atau “Harmoni Siang Malam”.

    Yang terakhir namun tak kalah penting, sekadar saran: alangkah baik bila kalimat pertama dihilangkan saja, yaitu:

    Aku bingung memulai narasi ini dari mana, dari kata memahami atau mungkin sekedar mencoba mengerti.

    Koreksian FAM:

    “sekedar”, seharusnya “sekadar”
    “dibenak ku”, seharusnya “di benakku”
    “stigma nya”, seharusnya “stigmanya”
    “nyenyak nya”, seharusnya “nyenyaknya”
    “dipantai”, seharusnya “di pantai”

    Teruslah mengasah kemampuan dan terus berlatih.

    Salam santun, salam karya.
    FAM INDONESIA
    www.famindonesia.blogspot.com

    [BERIKUT NASKAH PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Cinta Siang dan Malam
    Oleh Fadhilla Amelia

    IDFAM870M Anggota FAM Batusangkar

    Aku bingung memulai narasi ini dari mana, dari kata memahami atau mungkin sekedar mencoba mengerti.

    Angin malam menari-nari dibenak ku dan meliuk-liuk kan neuronnya lalu menghipnotis segenap jiwa untuk memahami sebuah peristiwa. Sebuah peristiwa sakral yang hakikatnya berada di tangan Tuhan, manusia seperti diriku tak lebih dari penonton pertunjukan akbar yang berkutat dalam stigma nya sendiri.

    Siang dan malam, dua masa yang berbeda secara frontal. Tak mungkin kelam malam mampu menandingi terangnya siang, atau tak mungkin mentari hadir kala bulan menyenandungkan nada-nada syahdu menawan. Tapi taukah kita tentang malam yang mencintai siang atau siang yang selalu setia pada malam?

    Kicau burung bersahut-sahutan, daun-daun menggeliat dari tidur nyenyak nya, oh ! inilah romantisme malam yang secara diam-diam menitipkan rindunya pada siang lewat cahaya fajar.

    Sang awan berarak menuju peraduan, seraya deburan ombak dipantai menemani pujangga dalam orasi jiwa, sang mentari sedikit demi sedikit surut hingga kelam melambaikan tangan lewat angin nan dingin, oh ! inilah romantisme siang yang secara diam-diam menitipkan rindunya pada malam lewat temaram senja.

    Kini aku mengerti, tentang malam dan siang yang saling menitipkan rindu pada fajar dan senja, tentang kompleksitas kontradiktif yang pada hakikatnya saling merajut cinta lewat tatapan rindu. Memang, siang dan malam tak’kan pernah saling bertemu, tapi akan tetap saling mengasihi, mengasihi dalam takdir illahi. Kini aku paham, seolah Tuhan meminta manusia agar banyak belajar, dari harmonisasi alam serta titah akan kehidupan.

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Cerpen “Cinta Siang dan Malam” Karya Fadhilla Amelia (Batusangkar) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top