• Info Terkini

    Thursday, September 13, 2012

    Ulasan Puisi “Aku Bergerak di Sakura” Karya Akaha Taufan Aminuddin (Malang)

    Sahabat FAM, hari ini Tim FAM Indonesia mengulas sebuah puisi berjudul “Aku Bergerak di Sakura” karya Akaha Taufan Aminuddin, anggota FAM Malang.

    Banyak memang catatan-catatan dapat muncul ketika seseorang melakukan sebuah perjalanan. Tidak hanya sebuah suasana baru tapi juga segala renungan yang terbetik dalam hati akan apa yang disaksikan mampu dijadikan inspirasi bagi penulis untuk menggoreskannya ke dalam kata-kata.

    Hingga sering kita dengar seorang penulis sengaja melakukan sebuah perjalanan tanpa suatu kepentingan khusus yang dituju, menyatu dengan alam, mengakrabi wajah-wajah baru yang dikenal, dengan berbagai perilaku, kebiasaan, dan adat istiadat setempat.

    Hal-hal baru seperti ini tentu memberi sebuah kesan yang mendalam, kedamaian, dan semakin kita mengerti bila di dunia ini ada berbagai banyak yang dapat kita kenal, ada berbagai macam misteri yang dapat kita saksikan dan kita kuak sebagai bahagian dari kehidupan ini.

    Aku Bergerak di Sakura, akan terbayangkan sebuah negeri yang dijuluki dengan nama itu. Jepang, ya negeri yang terkenal dengan keindahan gunung Fujiamanya, dan bunga-bunga Sakura yang menghiasi musim semi, juga dikenal dengan negara yang termasuk terdepan dan maju dalam teknologi dengan tidak meninggalkan budaya tradisionalnya.

    Sangat beruntung bila penulis sempat menjejaki kakinya di sana, untuk sebuah pengalaman, untuk sebuah catatan yang bisa kita petik hikmahnya.
     
    aku bergerak di sakura
    melihat pohon pinus tumbuh subur
    mengakar pada batang
    jatuh satu persatu
    selalu diperhitungkan jumlahnya
    tak peduli akibatnya
    yang penting hitungannya

    Sebuah awal keterpesonaan penulis dengan alam yang disaksikan di sana. Pohon pinus yang tumbuh subur, ketepatan sebuah perhitungan, entah itu untuk kelestarian alam, atau sebagai simbol bila orang-orang di sana selalu memperhitungkan dengan tepat dan akurat akan sebuah tindakan dan kebijaksanaan yang diambil.

    Begitu pandai penulis merangkai kata hingga menjadi sebuah pertanyaan yang cukup dalam apa yang dimaksud sebenarnya dengan kalimat:

    tak peduli akibatnya
    yang penting hitungannya

    Yang jelas sepertinya di sini tergambarkan karakter sebuah bangsa yang selalu tepat untuk sebuah perhitungan dan tindakan yang diambil. Kedisiplinan, sepertinya begitu nilai-nilai positif yang bisa diambil untuk kemajuan sebuah pribadi juaga bangsa ini.
    Pada bait selanjutnya penulis masih memulai dengan kalimat yang sama dengan bait sebelumnya ‘Aku bergerak di Sakura".

    Pengulangan setiap bait yang muncul dengan kalimat yang sama memang cukup banyak kita temukan di dalam puisi. Bahkan juga dari beberapa penyair yang terkenal.

    Sepertinya sebuah pengulangan yang tepat tidak membuat puisi menjadi membosankan, justru di sana kita lihat sebuah keindahan dalam kesatuaan sebuah puisi. Tapi sebaiknya jangan terlalu berlebihan dan membuat puisi jadi hilang dalam arti. Skala penentuan kadar pengulangan ini bisa kita ukur dari insting seorang penulis ketika ia merampungkan dan merevisi sebuah puisi.

    Lalu, apa yang kita temukan selanjutnya dalam bait-bait saat "bergerak di sakura?" Sekali lagi kedispilinan terhadap waktu makin tergambar dalam puisi ini.

    Walau tak ada jadwal dan ketentuan yang dibuat, mereka sudah terbiasa secara otomatis bergerak, bekerja, dan melakukan kegiatan sehari-hari dengan rutin dan tepat dan akurat. Benarkah mereka seperti “manusia robot tepat waktu?"

    Sebuah "ending" yang mantap telah mampu digoreskan penulis di akhir puisinya. Dengan memberikan sebuah "nilai kejut" dari pernyataan yang dibuatnya:

    aku bergerak di sakura
    menggerakkan waktu yang ada
    dalam saku bajuku
    untuk masuk dalam lipatan perutmu
    ‘aku mabuk dalam belaianmu’

    Waktu yang ada dalam saku baju, masuk dalam lipatan perutmu, dan mabuk dalam belaianmu adalah kalimat-kalimat yang cukup mampu membuat pembaca sedikit menerawang menyelami maksud terkandung di dalamnya. Sebuah imajinasi telah mampu dihadirkan pada pembaca saat memaknai kalimat-kalimat ini, dan ya, begitulah puisi.

    Salam santun, salam karya.
    FAM INDONESIA
    www.famindonesia.blogspot.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM INDONESIA]

    AKU BERGERAK DI SAKURA
    Oleh Akaha Taufan Aminudin

    IDFAM800U, Anggota FAM Malang

    aku bergerak di sakura
    melihat pohon pinus tumbuh subur
    mengakar pada batang
    jatuh satu persatu
    selalu diperhitungkan jumlahnya
    tak peduli akibatnya
    yang penting hitungannya

    aku bergerak di sakura
    melihat tanah lapang
    tak ada
    mesin berputar
    mengarahkan jadwal kehidupan
    paling tepat
    rohnya ada di dalam
    ‘manusia robot tepat waktu’

    aku bergerak di sakura
    menggerakkan waktu yang ada
    dalam saku bajuku
    untuk masuk dalam lipatan perutmu
    ‘aku mabuk dalam belaianmu’


    Keterangan:
    Gambar sekadar ilustrasi yang diambil dari google.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    1. ulasan yang sangat menarik dan tersirat dengan menawannya penuh misteri yang harus di gali, membuat hidup semakin bersemangat, gambar ilustrasinya mantaf full....terima kasih FAM INDONESIA Salam santun, salam kreatif dan sukses sepanjang masa......Aamin

      ReplyDelete

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Aku Bergerak di Sakura” Karya Akaha Taufan Aminuddin (Malang) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top