• Info Terkini

    Sunday, September 16, 2012

    Ulasan Puisi “Janjiku untuk Bidadaraku” Karya Putri Anggraeni (Gresik)


    Di antara sekian banyaknya komunitas yang berdiri di dunia maya ini ada sebagian yang memang diolah secara khusus oleh ahli sehingga menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi penulis pemula, salah satunya kehadiran Forum Aktif Menulis (FAM) wadah yang paling membina dengan setulus hati, yang betul-betul ingin belajar dan bisa menapakkan proses kepenyairannya secara profesional.

    Puisi yang berkualitas menunjukkan ekspresi penyairnya. yang benar-benar intens, serius, dan mampu mengaktualisasikan sikap, visi, dan misinya dalam ekspresi selalu pekat, kental, luwes, dan dinamis. Semua itu merupakan buah perenungan atau pemikiran reflektif penyairnya.

    Tugas penyair adalah 'menaklukkan kata', karena materi utama puisi itu kata/bahasa, karena puisi memakai bahasa figuratif seperti majas, simbol, metafora, harus kita akrabi dengan baik, juga harus digali dan kuasai atau taklukkan, sehingga saat mengekspresikan sesuatu lewat puisi yang muncul tak lagi sekadar 'kata' dalam arti harfiah seperti kita bicara sehari-hari.

    Puisi perjanjian karya penulis ini lahir dalam ekspresi sangat menarik, berbobot, dan berjiwa. Sebuah pembuka puisi yang memiliki misteri simbol metafora yang menarik dan judul umumnya “bidadariku” tapi ini “bidadaraku”, semakin memberikan sebuah penafsiran multi tafsir. Kita simak kutipan berikut:

    Janjiku untuk Bidadaraku
    Senja ini berbeda,
    Ketika kau telah tiada
    Rindu ini kian melanda

    Lautan telah mengering
    Bulan dan matahari telah bersanding
    Rasa ini semakin genting

    Di tepi pantai ombak-ombak berbisik ”Dia akan datang”
    Di puncak gunung tertinggi angin meyakinkan ”Dia akan datang”
    Di malam kelam bintang-bintang memastikan ” Dia akan datang”

    Ya, aku menantinya
    Ya, aku menunggunya
    Ya, aku akan setia

    Ini janjiku,
    Janji seorang hawa kepada sang adam
    Janji Siti Hajar kepada Ibrahim

    Ini janjiku,
    Saat dua hati menjadi satu
    Saat tak ada lagi kata kamu dan aku

    Setelah kita baca secara lengkap puisi ini 'Janjiku untuk Bidadaraku' sangat bagus dan memberikan pesan kehidupan yang turun-temurun hubungan hati dan jiwa harus saling berpadu, antara pria dan wanita. Padahal dalam kenyataan hidup persimpangan jalan selalu ada, maka puisi ini memberikan proses pembelajaran yang baik dalam kehidupan dan sangat memberikan inspirasi bagi semua umat manusia di bumi ini.

    Dari teknik penulisan puisi ini sudah cukup baik dan terus melakukan eksplorasi tema agar manfaatnya semakin meluas.

    Salam santun, salam karya.
    FAM INDONESIA
    www.famindonesia.blogspot.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Janjiku untuk Bidadaraku
    Oleh Putri Anggraeni

    IDFAM 838M, anggota FAM Gresik

    Senja ini berbeda,
    Ketika kau telah tiada
    Rindu ini kian melanda

    Lautan telah mengering
    Bulan dan matahari telah bersanding
    Rasa ini semakin genting

    Di tepi pantai ombak-ombak berbisik “Dia akan datang”
    Di puncak gunung tertinggi angin meyakinkan “Dia akan datang”
    Di malam kelam bintang-bintang memastikan “Dia akan datang”

    Ya, aku menantinya
    Ya, aku menunggunya
    Ya, aku akan setia

    Ini janjiku,
    Janji seorang Hawa kepada sang Adam
    Janji Siti Hajar kepada Ibrahim

    Ini janjiku,
    Saat dua hati menjadi satu
    Saat tak ada lagi kata kamu dan aku


    Keterangan:
    Gambar sekadar ilustrasi yang diambil dari Google.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Janjiku untuk Bidadaraku” Karya Putri Anggraeni (Gresik) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top