• Info Terkini

    Thursday, September 20, 2012

    Ulasan Puisi “Masalah = Pelajaran” Karya Qurrota A’yunizzahrooi (FAM Ponorogo)

    Mana judulnya? Apakah "Masalah=pelajaran" ini yang dimaksud penulis untuk judulnya? Kenapa tertulis menyamping dari isi puisi ini? Seakan itu sebuah catatan yang merupakan keterangan kata dalamnya.

    Puisi adalah sebuah proses "kelahiran cikal bayi" dari seorang penulis. Wajar kita harus memberi nama juga penanda waktu kapan waktu lahirnya.

    Jadi seorang penulis puisi sebaiknya memberi titi mangsa di akhir sebuah puisi. Contoh di akhir puisi dalam spasi yang terpisah mencantumkan Pare, September 2012 atau bentuk penanda waktu lainnya yang mengingatkan kapan proses puisi ini terlahir.
    Tim FAM suka dengan semangat dan pesan moral yang disampaikan penulis menyikapi masalah dalam hidup. Tidak terlalu menganggap satu yang memberatkan, dipikirkan, hingga melarut dalam siuasi yang justru membuat semakin sulit.

    Ya, benar yang namanya kehidupan kita tidak akan pernah lepas dari berbagai masalah yang datang dan pergi. Sangat setuju bila penulis menyatakan itu sebagi pendewasaan diri. Karena kita bisa belajar dari sebuah masalah yang ada, mendapatkan hikmah dari sebuah kejadian, dan menjadi cermin untuk langkah selanjutnya.

    Rasa syukur patut kita panjatkan kepada Allah atas semua takdir yang kita dapati. Atas Maha Kasih yang diberikan-Nya kepada alam, tak ada yang merupakan satu yang memberatkan apalagi satu keburukan. Sebuah misteri dan hikmah kebaikan selalu muncul di akhir masalah yang kita hadapi.

    Puisi ini cukup sangat kita mengerti, karena dirangkai dengan kata-kata yang juga mudah kita mengerti.

    Pengulangan kata yang muncul cukup membuat puisi ini menjadi menarik, tinggal lebih mengembangkannya dengan berbagi gaya bahasa dan sedikit memainkan imajinasi.

    Beberapa koreksi dan pertanyaan mungkin timbul di sini. Kenapa penulis selalu menulis setiap awal kata dengan huruf kapital? Apakah sebuah bentuk otoritas penulis atau sebuah bentuk penyimpangan dalam menulis puisi?

    Kenapa kita tidak menulis sesuai dengan EYD yang telah baku dan ditetapkan. Yakin penulis sebenarnya tahu bagaimana pemakaian huruf kapital dalam sebuah tulisan.

    Jadi disarankan biasakanlah menulis sesuai aturan kebahasaan yang telah ditentukan.

    Juga sebuah ending yang perlu dipertanyakan dalam akhir puisi ini. "WELCOME ERRORS", apakah perlu kita menyambut kedatangan sebuah kesalahan?

    Perlu sedikit pengontrolan emosi dan menyampaikan sebuah pernyataan kepada khalayak ramai. Kata punya makna, kata juga bisa menjadi penilai bagi pemiliknya.

    Secara umum semangat penulis sangat positif untuk menyampikan perasannya ke dalam kata-kata. Yakin semangat yang baik, pengontrolan emosi yang stabil, memegang teguh akan sebuah nilai kebenaran, akan membuat penulis semakin mapan memainkan mata pena dan hatinya.

    Selamat menulis, tetap ditunggu ungkapan semangat lainnya.

    Salam santun, salam karya.
    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.blogspot.com

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Masalah=pelajaran
    Oleh Qurrota A’yunizzahrooi

    IDFAM924M Anggota FAM Ponorogo

    Masalah. Masalah. Masalah,-…
    Satu Hal Yang Tidak Mungkin Terlepas Dalam Hidup Ini,
    Mengeluh,,,Sudah Pasti,
    Tapi, Alangkah Bijaksananya,
    Jika Kita Mau Belajar Menerima dan Mensyukurinya,
    Masalah Adalah Proses Pendewasaan Diri,
    Masalah Adalah Pembelajaran dalam Hidup,

    Karena Masalah,- Hidup Kita Akan Maju,
    Karena Masalah,- Kita Belajar Tentang Sebuah Ketegaran,,,

    “WELCOME ERRORS”…..

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Masalah = Pelajaran” Karya Qurrota A’yunizzahrooi (FAM Ponorogo) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top