• Info Terkini

    Thursday, September 27, 2012

    Ulasan Puisi “Melatiku” Karya Warno Adi Susilo (FAM Wonogiri)

    Sebuah hasrat dan keinginan menyatukan hati dan jiwa, pada kekasih hatinya dilukiskan cukup indah dan menarik dalam puisi ‘Melatiku’. Bahasa simbol yang mencakup sifat sementara tidak berkenan. Seperti pelangi yang indahnya sesaat, biasanya datang kalau musim hujan dan matahari muncul menyinari, maka pelangi hadir dengan tatawarna yang menghiasi.

    Kita simak baris puisi berikut ini:

    Melatiku,,,,
    Aku tak ingin serpihan hati kita terbias jadi pelangi
    Walau indah, namun, hanya sesaat

    Dan dipertegas lagi dengan penyairnya tidak mau hanya cinta sesaat, artinya dengan hijau kelopakmu, walau sejuk hanya sesaat. Keabadian cinta yang sangat di harap dalam sajak ‘Melatiku’:

    Melatiku,,,
    Aku tak ingin sejuk embun hatiku bersatu dengan hijau kelopakmu
    Walau sejuk, Namun, hanya sesaat
    Melatiku,,,
    Aku tak ingin kebersamaan kita bagai mimpi sesaat
    Hanya menyisakan gelisah dan rasa bersalah
    Biarkanlah aku melangkah
    Sepeti titik-titik air hujan yang mencoba lepas dari cengkeraman langit
    Walau akhirnya bumi akan menelanku
    Yakinlah aku akan kembali

    Semakin penuh misteri sajak ‘Melatiku’ yang berbicara tentang kematian juga, walau akhirnya bumi akan menelanku yakinlah aku akan kembali…. Tentunya di alam berbeda, dan puisi ‘Melatiku’ juga mengingatkan umur manusia yang dibatasi oleh Sang Pencipta. Maka manfaatkan waktumu dengan sebaiknya dalam kehidupan ini.

    Wow…. puisi yang indah dan sangat romantis, cinta abadi dan kekal… melati bau harumnya?

    Yang perlu dikoreksi, sebaiknya tidak menggunakan tanda koma yang terlalu banyak seperti: “Melatiku,,,,”. Itu mengurangi keindahan puisi. Sebaiknya tanda koma diganti dengan tanda elipsis (...).

    Teruslah menulis. Salam santun, salam karya.

    TIM FAM INDONESIA

    [BERIKUT PUISI PENULIS YANG DIPOSTING TANPA EDITING TIM FAM INDONESIA]

    Melatiku
    Oleh Warno Adi Susilo

    IDFAM730M Anggota FAM Wonogiri

    Melatiku,,,,
    Aku tak ingin serpihan hati kita terbias jadi pelangi
    Walau indah, namun, hanya sesaat
    Melatiku,,,
    Aku tak ingin sejuk embun hatiku bersatu dengan hijau kelopakmu
    Walau sejuk, Namun, hanya sesaat
    Melatiku,,,
    Aku tak ingin kebersamaan kita bagai mimpi sesaat
    Hanya menyisakan gelisah dan rasa bersalah
    Biarkanlah aku melangkah
    Sepeti titik-titik air hujan yang mencoba lepas dari cengkeraman langit
    Walau akhirnya bumi akan menelanku
    Yakinlah aku akan kembali


    Ket: Gambar hanya sekadar ilustrasi, diambil dari google.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    Item Reviewed: Ulasan Puisi “Melatiku” Karya Warno Adi Susilo (FAM Wonogiri) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top