Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2012

Segera Terbit, Buku “Cara Berpikir Seniman” Karya Mushthofa Achmad

SINOPSIS:

Metode berpikir seseorang itu sangat beragam, bergantung pada beberapa faktor seperti faktor pendidikan, lingkungan, ataupun pekerjaan. Metode berpikir seorang sarjana akan berbeda dengan lulusan SD. Cara berpikir anak gedongan tidak sama dengan anak santri. Begitu juga cara berpikir seorang politisi yang berbeda dengan tukang tambal ban. Cara berpikir seseorang dapat diibaratkan sebagai rambu lalu lintas yang dapat mengatur aktifitas lalu lintas supaya aman dan terkendali. Bayangkan bila tidak ada rambu lalu lintas, kondisi jalan raya akan semrawut, tidak beraturan.

Tim FAM Indonesia Datang, Siswa SMP Sukma Bangsa Kabupaten Pidie Gembira

Laporan: Maulidin Akbar (Anggota FAM Sigli, FAM1028M)

Setelah selesai melakukan sosialisasi di SMP Unggul YPPU Sigli, Aceh, tanpa istirahat kami langsung berangkat ke SMP/SMA Sukma Bangsa Kabupaten Pidie. Kami ke sana langsung karena seperti yang sudah teragenda bahwa pada pukul 2 kami akan melakukan sosialisasi di SMA favorit tersebut.
Alhamdulillah, di sini kami kembali mendapatkan tambahan anggota yaitu salah satu anggota FAM Aceh adik kami Shirra Ulvia (Jauharah Qalbi), dia bisa hadir karena pagi sampai siang dia harus bersekolah (maklum masih duduk di bangku MAN kelas 1, hehe).

Apa yang Menjadi Motivasi Kamu Menulis?

Ya, apa yang menjadi motivasi kamu untuk menulis? Sekadar menuangkan keluar apa yang ada di kepala alias uneg-uneg yang sudah membuncah? Self-therapy? Ingin berbagi informasi dengan orang lain? Hobby? Hati terasa senang ketika menyadari ada kekuasaan di sana untuk menentukan nasib para tokoh ciptaannya? Atau uang? Atau ketenaran?

Kalau kalian menebak gue hendak membahas tentang JKR lagi, tepaaat sekali!  Dalam video yang gue tonton itu, diceritakan soal proses yang berjalan setelah ia menyelesaikan naskah. Orang mungkin sulit untuk percaya jika prosesnya terlihat biasa-biasa saja bahkan nyaris membosankan. Setelah ia selesai menulis, naskah itu ia print dan bersama dengan editornya mereka membaca ulang bersama. Memastikan tidak ada yang terlewat. Ada proses menyusun, membaca ulang, menulis ulang, lalu dibaca ulang lagi, diedit dan seterusnya. Memang begitulah yang seharusnya dilakukan oleh setiap penulis. Kalau JKR punya editor, kita juga bisa meminta tolong teman untuk membantu membac…

Sosialisasi FAM Indonesia di SMP Unggul YPPU Sigli Aceh

Laporan: Maulidin Akbar (Anggota FAM Sigli, FAM1028M)
Alhamdulillah, hari ini, Selasa 30 Oktober 2012, Tim FAM Sigli, Aceh kembali melakukan sosialisasi FAM Indonesia di Kabupaten Pidie, Aceh. Kali ini sasarannya adalah SMPUnggul YPPU Sigli, salah satu SMP unggulan di Kabupaten Pidie.
Rencananya hari ini Tim FAM Indonesia di Sigli akan memasukkan surat permohonan sosialisasi kepada kepala sekolah, dan meminta jadwal kapan bisa dilaksanakan sosialisasi di SMP tersebut. Tapi ketika melihat dan mendengarkan paparan kami, Wakil Kepala SMP tersebut, Pak Lukman terlihat sangat antusias dan langsung meminta kami segera mensosialisasikan FAM untuk para siswa. Bahkan beliau menantang kami hari itu juga untuk langsung masuk ke kelas dan memberitakan segala info tentang FAM.

Ulasan Puisi “26 Kata Rindu” Karya Puspa Fortuna Zulfa (FAM Tegal)

Menarik sekali puisi yang satu ini. Judulnya membuat kita penasaran untuk mencoba menghitung kata rindu yang dituangkan dalam bait-baitnya dan ternyata benar, ada 26 kata “rindu“ tertulis di sana. Maka keseluruhan puisi ini didominasi oleh kata rindu itu. Rindu yang diinginkan oleh penyairnya, rindu di atas segala rindu.
Sudah banyak puisi yang bertema seperti ini, namun puisi-puisi bertema rindu ini tetap saja indah dan berbeda pula satu sama lainnya. Penyebab terjadinya perbedaan itu karena latar belakang serta pengalaman spritual masing-masing penyair dalam mendefenisikan kata rindu itu.

Profil Anggota FAM Indonesia: Ahmad Saadilah (Pekanbaru)

"Penulis Buku Kumcer ‘Jangan Pudarkan Semangatku’”
Nama lengkapnya Ahmad Saadillah, biasanya di panggil Ady. Ia dilahirkan di Kota Dumai yang terkenal dengan pengolahan minyak buminya, pada tanggal 10 Agustus 1992. Sebagai anak kedua dari 4 bersaudara. Sekarang ia sedang kuliah di Prodi Manajemen Informatika, Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Riau.
Dulu, Ady mempunyai impian ingin menjadi seperti Enstein. Obsesinya terhadap Fisika itu terwujud di kelas 2 dan 3 dengan oliempiade Fisika di UNRI. Waktu Ady bersekolah di sebuah SMA yang bisa dibilang seperti pesantren di Bangkinang, terletak di belakang bukit yang berderet dan di pinggir hutan yang lebat, di sanalah ia banyak mendapat pengalaman termasuk salah satunya pengalaman menulis.

Bayu Rizky, Anggota FAM Brebes Finalis Ling Art Essay Competition 2012 yang Digelar Universitas Negeri Semarang

Lagi, prestasi ditorehkan anggota FAM Indonesia di ajang kompetisi menulis tingkat Nasional. Setelah Firdaus (anggota FAM Sigli, Aceh) yang karyanya terpilih sebagai salah satu terbaik Kompetisi Esai Mahasiswa yang digelar Tempo Institute, kali ini prestasi juga diraih Bayu Rizky, Anggota FAM Brebes yang masuk sebagai Finalis Ling Art Essay Competition 2012 yang digelar Universitas Negeri Semarang.
Lima belas besar Finalis Ling Art Essay Competition 2012 dengan tema “Aku dan Indonesia” itu, secara resmi diumumkan panitia di blog http://akudanindonesia2012.wordpress.com.

Penulisan Gabungan Kata dalam Bahasa Indonesia

Gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah.
Contoh: tanda tangan; terima kasih; rumah sakit; tanggung jawab; kambing hitam; dll.
Perhatikan kalau gabungan kata itu mendapatkan imbuhan!
Apabila gabungan kata itu mendapatkan awalan atau akhiran saja, awalan atau akhiran itu harus dirangkai dengan kata yang dekat dengannya. Kata lainnya tetap ditulis terpisah dan tidak diberi tanda hubung.
Contoh: berterima kasih; bertanda tangan; tanda tangani; dll.

Apa perbedaan antara “jam” dan “pukul”?

Menurut Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2 (BPBI 2), kata jam dan pukul masing-masing mempunyai makna sendiri yang berbeda satu sama lain (Sugono, 2007). Kata jam menunjukkan makna ‘jangka waktu’, sedangkan kata pukul mengandung pengertian ‘saat tertentu’. Pertanyaan “berapa jam?” (untuk menanyakan jangka waktu) dan ”pukul berapa?” (untuk menanyakan saat tertentu) merupakan contoh singkat yang dapat menggambarkan perbedaan penggunaan kedua kata ini.
Sebenarnya, entri KBBI tidak secara tegas ‘melarang’ penggunaan jam untuk menyatakan ‘saat tertentu’. Tengoklah entri KBBI untuk jam dan pukul ini:

Tentang Kata “Pulau Terluar”?

Akhir-akhir ini saya sering mendengar (ujaran orang dan penyiar TV) dan membaca tentang masalah perbatasan NKRI dengan disebutnya “Pulau Terluar”. Pulau-pulau yang harus kita jaga dan pelihara serta amankan agar tetap menjadi bagian NKRI. Nasib P. Ligitan dan P. Sipadan jangan terulang. Mengapa kita repot ‘mengurusi’ pulau terluar dan merisaukannya karena dirasakan sebagai ancaman terhadap kesatuan wilayah NKRI? Apakah kita berhak?
Menurut KBBI 1991, kata “luar” mengandung makna (adj) asing, bukan berasal dari lingkungan (keluarga, daerah, negeri, dan sebagainya) sendiri; (n) 1. tempat, daerah, dan sebagainya yang bukan merupakan bagian dari sesuatu; 2. sisi, bagian, permukaan, dan sebagainya yang tidak berada di dalam.

Penggunaan Kata "Orangtua" atau "Orang Tua"

Ketika dituturkan tak jelas benar bedanya kecuali dalam kontek kalimat, namun ketika ditulis akan jelas sekali perbedaannya meskipun tidak dalam susunan kalimat. Pengertian orangtua (satu suku kata) memang tidak sama dengan orang tua (dua suku kata). Kata lain sering membingungkan penulis yang malas berpikir lebih cermat, adalah penggunaan kata keluar dan keluar, sama penuturannya tetapi tak sama penulisannya karena memang tak sama maknanya.
Orang Tua atau Orangtua?
Cermat-cermatlah menulis. Bahasa tulisan memang tak sama dengan bahasa lisan. Dalam tulisan orang tidak melihat gerak tubuh si penutur, atau ekspresi muka, atau intonasi, atau suasana. Dalam bahasa lisan, kalimat tak sempurna pun masih dapat ditangkap maksudnya, tetapi tidak demikian halnya dalam bahasa tulisan.

FAM Wilayah Sumatera Barat, Cabang FAM Pertama di Indonesia

Alhamdulillah, FAM Wilayah Sumatera Barat mencatat sejarah di dalam buku besar FAM Indonesia sebagai kepengurusan FAM Wilayah pertama yang terbentuk di Tanah Air. Terima kasih kepada sahabat-sahabat FAM Sumatera Barat yang menjadi inisiator pembentukan kepengurusan FAM Wilayah Sumatera Barat. Pengurus Pusat FAM Indonesia telah mempersiapkan SK Pengurus FAM Wilayah Sumatera Barat dan diharapkan dalam waktu dekat kepengurusan tersebut dikukuhkan dan ditunggu gebrakan-gebrakan literasi dari Bumi Ranah Minang.
Daerah-daerah lainnya yang sangat potensial dan sedang mempersiapkan kepengurusan Wilayah/Cabang FAM adalah: Aceh, Medan, Riau, Bengkulu, Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, Palangkaraya, Banjarmasin, Makassar, dan Papua. Alhamdulillah, penyebaran informasi FAM Indonesia semakin meluas, ditandai dengan bergabungnya banyak anggota dari ujung Aceh hingga Irian Jaya.

Profil Anggota FAM Indonesia: Nuh Rafi (Pariaman)

"Suka Nulis Puisi dan Terpilih Sebagai Korwil FAM Sumatera Barat”
Latifun Khabir N R adalah nama pena yang pernah dipakai Nuh Rafi. Lelaki yang pernah menjadi seorang tukang pembuat sepatu dan pernah menjadi TKI ini, adalah seorang lelaki Minang asli yang berasal dari Pariaman. Dia memulai hidupnya di rantau. Lahir di Lahat, 27 Juni 1977. Masa kecil hingga remaja dilaluinya di rantau. Itu disebabkan kondisi ekonomi orangtua yang membawanya berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain (daerah Lahat, Palembang, Kerinci dan Medan) dan berakhir di kampung halamannya, Pariaman.

Firdaus, Anggota FAM Indonesia Menang Kompetisi Esai Mahasiswa 2012 yang Digelar Tempo Institute

Kabar gembira datang dari Tempo Institute lewat website resminya di http://tempo-institute.org yang mengumumkan para pemenang Kompetisi Esai Mahasiswa (KEM) 2012, Kamis (25/10). Dari 30 pemenang, satu peserta tersebut nama Firdaus, mahasiswa Universitas Jabal Ghafur Gle Gapui-Sigli, Aceh yang juga anggota Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Kabar kemenangan Firdaus ini, menggembirakan hati Keluarga Besar FAM Indonesia.

"Alhamdulillah, esai yang saya kirim lolos seleksi, bulan depan saya diundang ke Jakarta," ujar Firdaus lewat pesan inbox di akun facebook Muhammad Subhan, Ketum FAM Indonesia.

Lomba Menulis Surat: “Sempat Menyerah pada Keadaan, Lalu Semangat Menulis Bangkit Kembali”

Kepada: Ydh. FAM Indonesia di Tempat
Asalamualaikum...
FAM yang sangat saya kagumi. Ada banyak hal yang ingin saya sampaikan. Namun yang paling utama adalah rasa terima kasih saya yang teramat besar kepada FAM. Karena FAM, semangat menulis saya yang sudah bertahun-tahun terbenam mulai bersinar lagi. FAM mengajarkan banyak hal, bukan hanya tentang materi menulis dan berkarya akan tetapi juga karena di sini selalu ada tempat buat siapa saja yang mau belajar dan tak kenal letih untuk bermimpi. Dan FAM menampung semua mimpi para anggota keluarganya, bahkan tak sungkan untuk mewujudkannya dalam sebuah karya.

Lomba Menulis Surat: “Ketika Itu Redaktur Koran Bilang Tulisan Saya Tidak Jelas!”

Medan, 25 Oktober 2012 To My beloved FAM
Assalamu'alaikum FAM Indonesia.
Apa kabar FAM sayang? Hmm... semakin hari engkau semakin hebat saja ya? Semoga engkau tak melupakanku, seorang perempuan beranjak tua yang mencintaimu. Perempuan yang menulis di antara panci dan kuali, yang menulis di antara setumpuk laporan dan sisa-sisa menit di sepanjang malam.

Lomba Menulis Surat: “Baru Sebulan Gabung di FAM Mampu Rampungkan Naskah Kumpulan Cerpen”

Dumai, 25 Oktober 2012 Teruntuk FAM yang baik di- Pare
Assalamualaikum Wr. Wb.
Sahabat FAM yang baik hati. Hari ini aku sisihkan waktuku disaat aku berada di kampung dengan modem yang sinyalnya tidak sebegitu baik. Sebelumnya aku ingin berterima kasih kepada FAM karena dengan adanya FAM ini aku bisa menulis fiksi, tidak sebelum aku mengenal adanya FAM ini, aku hanya menulis artikel-artikel teknologi tanpa mengetahui EYD yang tertera pada tulisanku.

Profil Anggota FAM Indonesia: Desy Rohmawati (Solo)

"Motivasi Menulisnya Bangkit Setelah Menemukan Blog FAM Indonesia”
Nama lengkapnya Desy Rohmawati. Panggilannya Desy. Ia lahir di Karanganyar pada tanggal 31 Oktober 1992. Sakiyo adalah nama ayahnya dan Suparji nama ibunya. Saat ini Desy dan keluarganya tinggal di Dusun Jetak, RT 02/ RW 04, Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Daerah perbatasan antara Kota Solo dan Karanganyar. Masih termasuk eks-Karesidenan Surakarta.

Menulis yang Terlupakan

Oleh Pit Sandra Sari*)
Seiring perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, terjadilah pergeseran budaya pada berbagai aspek kehidupan bangsa ini. Dengan ditemukannya sesuatu yang baru, otomatiskebiasaan atau budaya lama berangsur ditinggalkan, karena dipandang usang, kurang up to date dan tidak efektif. Kecendrungan ini salah satunya menimpa tradisi menulis sebagai media untuk menyampaikan pesan, ide, dan pikiran kepada orang lain.
Orang mulai jarang menulis surat, mengisi buku harian (diary), membuat rangkuman dan catatan, menulis untuk majalah dinding, bersahabat pena, membuat karya ilmiah dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tulis menulis. Mereka lebih senang menggunakan media yang lebih canggih dan cepat untuk menggantikan peran menulis dalam berkomunikasi dan berbagi informasi.sebagai contoh televisi, Video CD, internet, Hand Phone (HP) dan media mutakhir lainnya yang semakin diminati dibanding menulis dan membaca. Hampir semua orang dari berbagai kalangan usia mengk…

Lomba Menulis Surat: “Walau Tidak Mendapat Dukungan Keluarga Tapi Tetap Menulis”

Depok, 25 Oktober 2012 Sepucuk surat untuk FAM di- Tempat
Teruntuk FAM yang saat ini sedang dalam “masa pertumbuhan dan perkembangan”nya, sambil menunggu kuncup kelopaknya yang akan segera mekar karena pupuk semangat dari para anggota. Di sini, aku ingin menulis sedikit cerita tentang bagaimana kutemukan bibitmu di pekarangan mimpiku, sehingga muncul sebuah keinginan untuk bisa memetik buah yang kelak kan bergelayut di cabang-cabangmu yang kokoh itu.

Konsultasi: Soal Membuat Cerita yang Mengada-ada Dalam Tulisan

Assalamualaikum, sahabat FAM dan terutama untuk Sekjen dan Ketum FAM Indonesia. Ada hal yang ingin saya tanyakan. Saya sering kali berdebat dengan teman ketika saya berjumpa dengan teman akrab saya yang satu ini. Yang memulainya memang bukan saya, karena dia memancing saya untuk berpendapat memakai Alquran dan sunnah.
Tadi teman saya datang, seorang teman yang pandai dalam hal beragama. Nah dia mengatakan bahwa cerita yang dibuat-buat itu merupakan hal yang tidak boleh dalam agama, karena mengada-ada sebuah cerita. Nah menurut sahabat sekalian bagaimana dengan hal itu? Perdebatan kali ini tidak sampai selesai saya lakukan, karena saya ingin mendapatkan bukti bahwa apakah hal itu benar dari dalil. Ini sudah membuat saya berkali-kali binggung dibuatnya.

Coretan Diaryku, Sosialisasikan FAM Indonesia di SMK Negeri 1 Sigli

Oleh Maulidin Akbar*)
Pukul 08.00 pagi aku berangkat ke Sigli. Sasaranku hari ini adalah SMK Negeri 1 Sigli untuk sosialisasi FAM Indonesia yang kita janjikan dengan pihak sekolah pukul 09.00 tepat. Di tengah jalan aku berhenti sebentar di SPBU Paru dan kemudian kembali menggeber motor menuju Sigli.
Pukul 08.55 tiba di Sigli, saat hampir tiba di SMK Negeri 1 Sigli, tiba-tiba aku harus merem mendadak di depan coffe break karena melihat Pon Marley, temanku, sedang duduk sendiri, rupanya dia tidak langsung ke SMK, tapi menunggu aku di situ. Langsung saja aku melambai dan menyuruh dia berangkat bersama vespa kesayangannya.

Ulasan Cerpen “Mengukir Impian Mengejar Cita” Karya Ahmad Dasri (FAM Padang)

Cerpen ini bercerita tentang seorang pemuda yang bekerja sambilan sebagai seorang sales. Ia melakukan semua itu karena membutuhkan uang untuk biaya sekolahnya. Maka pekerjaan yang membutuhkan mental dan kesabaran yang kuat itu dilakukannya.
Cerita ini cukup pendek. Konfilk dan klimaks cerita kurang terasa. Beberapa kesalahan dapat ditemui terutama dalam penulisan EYD dan dialog. Teknik penulisan dialog yang benar adalah sebagai berikut:

Pengumuman: Ditujukan kepada 25 Penulis Antologi “Pesona Odapus”

Diumumkan kepada 25 penulis buku cerpen bertema "Cinta Bernilai Dakwah", PESONA ODAPUS (buku ke-1), diharapkan segera membuka email dan membaca pesan yang dikirim FAM Indonesia. Diharapkan juga segera membalas email tersebut sebagai respon balik dari seluruh penulis. Alhamdulillah buku ini telah naik cetak dan siap dikirim ke alamat masing-masing penulis.
Buku Cerpen ke-2 berjudul "UNTUK SUMARNI DARI SUPARMAN" masih dalam proses pra cetak dan menunggu info harga dari Tim Percetakan FAM Publishing. Mohon doa dari seluruh sahabat FAM Indonesia untuk kelancaran proses terbit buku ini.

Lomba Menulis Surat: “Menulis Berlembar-lembar Puisi karena Jatuh Cinta pada Seorang Gadis Pandai Mengaji”

Surabaya, 23 Oktober 2012
Assalamualaikum Wr. Wb.
Surat ini kutulis spesial untuk sahabatku - FAM Penebar benih cinta menulis Di hati, aliran darah, hela napas, dan alam imajinasiku
Entah apa yang akan kutulis untuk mengisi suratku yang sederhana ini. Seingatku beberapa bulan yang lalu aku pernah menulis dua buah surat untukmu. Isi dari surat itu sendiri adalah tentang kekagumanku padamu, juga segenggam doa yang kutanam dalam hati untuk berjalan bersamamu, mendaki satu persatu undakan batu menuju puncak Everest—mengibarkan kebaikan, mimpi-mimpi, dan semangat di sana. Tapi kali ini berbeda. Aku akan membagi sedikit pengalamanku padamu tentang mimpi dan doa yang telah lama kusimpan.

Segera Terbit Buku Cerpen ‘Flamboyan Senja’ Karya Aliya Nurlela

Segera Terbit, Buku Cerpen Tunggal "FLAMBOYAN SENJA" karya Aliya Nurlela.
Penerbit FAM Publishing.
Terbit November 2012.
[Info pemesan dan penerbitan buku di FAM Publishing hubungi No Hp. 0812 5982 1511, atau kirim pesan ke forumaktifmenulis@yahoo.com, atau kunjungi blog resmi FAM www.famindonesia.blogspot.com]

Sosialisasi FAM Indonesia di Sigli Aceh, Telah Kunjungi Lima Sekolah

Selasa, 23 Oktober 2012, FAM Sigli, Aceh, kembali menyambangi sekolah-sekolah di Kabupaten Pidie dengan maksud dan tujuan memotivasi dan mengenalkan FAM Indonesia kepada para pelajar di kota itu.
Kali ini, siswa SMA Negeri 1 Peukan Baro, mendapat kunjungan dari Tim FAM Sigli, Maulidin Akbar yang bertindak sebagai koordinator sosialisasi FAM Indonesia di Sigli. Maulidin didampingi rekannya Zulfan dan Dewi Anggreani.

Lomba Menulis Surat: “Menulis, Mampu Menembus Batas Ruang dan Waktu”

Bukittinggi, 23 Oktober 2012
Teruntuk FAM yang baik di Pare
Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam hangat selalu.
Cukup lama terbetik dari lubuk hati untuk sekali waktu mencoba menyuratimu. Karena saya tahu kamu cukup tabah mendengar semua ocehanku dan selalu bijak untuk memberi sebuah pandangan yang baik akan semua curahan hati yang tertuju padamu. Saya tahu itu dan tentunya percaya dengan semua imej yang melekat padamu, dari orang-orang yang pernah mengenalmu, dari semua cerita-cerita yang tak henti mengalir dari orang-orang yang pernah dekat denganmu.

Lomba Menulis Surat: “Saya Menyadari, Menulis Itu Butuh Proses yang Panjang”

Sigli, 22 April 2012 Kepada Ydh. FAM Indonesia di- Tempat
Assalammualaikum Wr. Wb.
Dengan coretan ini, saya mencoba untuk berbagi cerita dengan siapa saja yang mungkin sedang melewati masa-masa sulit untuk menjadi seorang penulis.

Lomba Menulis Surat: “Terasa Hampa Bila Kita Tidak Saling Sapa dalam Karya"

Assalamualaikum Wr. Wb.
Hidup ibarat sebuah lagu yang terdiri atas nada-nada yang berbeda. Karena perbedaan tinggi rendahnya nada itulah sebuah lagu terasa keindahannya. Begitu pula kehidupan tidak akan selamanya monoton pada sebuah keadaan. Suatu saat naik dan pada saat yang lain akan turun dan kemudian naik lagi.
Apabila kita jalani dengan penuh keikhlasan, ikhtiar dan tawakal kepada Allah SWT, semuanya akan terasa indah. Saat berada di nada rendah tidak akan berkeluh kesah dan ketika berada di nada tinggi tidak akan angkuh atau pongah.

Lomba Menulis Surat: "Senang Sekali Ketika Tulisan Pertama Terbit di Koran”

Kepada Ydh: FAM Indonesia Sahabat saya yang baik.
Salam santun untuk FAM dan seluruh keluarga FAM di Indonesia.
FAM yang baik, saya telah mengenalmu sejak beberapa bulan yang lalu. Saya sering menjelajahi rumah mayamu dan mengintip informasi serta agenda-agendamu. Dari sanalah saya jatuh cinta padamu. Saya merasa FAM adalah wadah yang sangat saya butuhkan untuk mendukung hobi menulis saya. FAM memberikan saya banyak motivasi melalui postingan-postingan di grup facebook dan blog, serta memberikan inspirasi melalui pengalaman dan profil para penulis berbakat yang tergabung di FAM.
Alhamdulillah, sejak 18 Oktober 2012 lalu saya resmi menjadi anggota FAM Indonesia. Saya senang sekali menjadi bagian dari keluarga besar FAM yang selalu menularkan semangat menulis kepada saya.

Ulasan Cerpen “Cappuccinoku Tak Hangat Lagi” Karya Rahmizakia Rifka (FAM Padang)

Cerpen “Cappuccinoku Tak Hangat Lagi” ini bercerita tentang kerinduan seorang anak kepada kedua orangtuanya yang telah tiada. Ia merindukan hangatnya kebersamaan saat menikmati cappuccino buatan sang Ibu.
Penulis benar-benar merasakan kepiluan yang mengisi ruang jiwanya, terutama saat ia menerima surat kelulusan Ujian Nasional (UN). Teman-temannya bergembira dan bahagia menerima surat kelulusan itu bersama orangtuanya, sementara ia? Tak tahu entah kepada siapa surat kelulusan itu dipersembahkan. Batinnya berkecamuk.

Lomba Menulis Surat: “Empat Bulan Mengintip Aktivitas FAM di Dinding Facebook”

Bandung, 21 Oktober 2012
Kepada Ydh. FAM Indonesia di tempat
Dengan hormat,
FAM Indonesia yang teramat baik, terima kasih atas kesempatan yang FAM berikan padaku untuk menulis surat di dinding grupmu ini. Mungkin FAM merasa asing dengan kehadiran namaku yang secara tiba-tiba muncul bersama dengan surat ini. Di heningnya sudut warnet malam hari ini, ijinkan aku tulis surat luapan hati khusus FAM.

Mewujudkan Masyarakat Sadar Arsip

Oleh Muhammad Subhan*)
Rumah gadang itu tidak terlalu luas. Hanya sekitar 3 x 6 meter. Di dalamnya punya tiga ruang. Tidak lumrah seperti rumah gadang lainnya di Minangkabau. Ruang depan seperti serambi. Ada pintu kayu di bagian kanan serambi rumah itu. Di bawahnya ada tangga batu.
Dinding-dinding kayu bagian dalam dilapisi kain beraneka warna. Dominan warna kuning. Tonggak-tonggak rumah itu pun sudah terlihat sangat tua. Juga dilapisi kain. Kusam dimakan usia. Rumah itu beratapkan seng.

Lomba Menulis Surat: “Suka Menulis Setelah Guru Memberi Tugas Mengarang Cerpen”

21 Oktober 2012 Kepada FAM Indonesia, Sahabat Terbaikku
Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Suara hati ini takkan terhenti, mengucapkan salam shalawat untukmu, kau-lah anugerah cahaya hidupku, dan kau sebagai tuntunan jalanku, ya Rasulullah salamun ‘alaih, ya Rabbi ‘asati wal karomi…
Sahabat FAM yang baik, yang selalu semangat dan tersenyum lebar dalam menyambut setiap uraian tangan dan untaian kata dari kami semua untukmu, teriring salam dari Ananda yang jauh di kota seberang, walaupun jarak yang sangat jauh dari Merak-Cilegon ke Pare-Kediri, namun tak menyurutkan saya untuk kita bisa saling sapa dalam surat Ananda yang sangat sederhana ini, teriring salam tak lupa saya haturkan untuk Rasul kita baginda Muhammad saw dan Allahu Rabbi, agar saya dan semua sahabat FAM selalu berada dalam lindunganNya yang baik, amin.

Profil Anggota FAM Indonesia: Irzen Hawer (Padangpanjang)

"Guru yang Menulis, Tiga Tahun Terbitkan Lima Novel”
Irzen Hawer lahir di Padangpanjang, Sumatera Barat. Setelah tamat SMA jurusan IPA, ia kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS IKIP Padang. Kini menjadi guru SMA Negeri 1 Batipuh, Kabupaten Tanah Datar.
Semasa kuliah ia aktif di Sanggar Prakarsa FPBS IKIP Padang. Aktif menulis cerpen. Salah satu cerpennya ”Lenggang” memenangkan Juara 1 Lomba Penulisan Cerpen se-Sumatera Barat tahun 2010 yang diadakan Rumah Puisi Taufiq Ismail—cerpen ini telah terbit dalam Antologi Cerpenis Sumatera Barat dengan judul Potongan Tangan di Kursi Tuhan (2011).

Lomba Menulis Surat: “Walau Tak Muda Lagi Saya Tidak Malu Belajar Menulis”

Tangerang 20 Oktober 2012
Kepada Ydh. FAM Indonesia di tempat
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bersama surat ini Mulyani kabarkan bahwa Mulyani dalam keadaan baik dan sehat selalu, dan harapan Mulyani FAM Indonesia semakin cantik dan selalu menjadi semangat motivasi untuk berkarya bagi seluruh anggotanya.

Agenda Tim FAM Indonesia di Bulan November 2012

Seminar “Membangun Semangat Menulis, Menggapai Asa, Meraih Mimpi”
Panitia: Komunitas Blogger Bukittinggi Hari/Tanggal: Minggu, 4 Nopember 2012 Pukul: 08.00 WIB s/d Selesai Tempat: Auditorium Kantor Pos Bukittinggi, Jl. Sudirman No. 75, Kota Wisata Bukittinggi. Narasumber: Muhammad Subhan (Ketum FAM Indonesia) *) Turut diundang sejumlah narasumber lainnya
Seminar “Minangkabau Youth Forum”

Lomba Menulis Surat: “Setia Membaca Buku di Perpustakaan Sekolah”

Solok, 20 Oktober 2012
Kepada FAM Indonesia yang saya sayangi.
Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Apa kabar FAM ku tercinta? Semoga tak lelah berkarya, menciptakan literasi-literasi dan mengayomi para bakal calon penulis yang akan menggegerkan bumi pertiwi dengan sumbangsih karya-karyanya.
Salam hangat, dari Ayu yang sekarang berdomisili di Sumani, sebuah Nagari yang berada di wilayah Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Tidak jauh dari danau elok Singkarak, yang berdekatan langsung dengan sekolah SMAN 1 Singkarak di mana tempat saya belajar sekarang ini, mencari dan mengekplorasi ilmu.

Tips Menulis Novel

1. Inspirasi
Novel berbeda dari novella atau cerpen karena ceritanya jauh lebih panjang dan kompleks. Tanpa inspirasi gimana kita bisa memulai menulis novel?
2. Proses Menulis

Lomba Menulis Surat: “Dua Tahun Menulis Diam-diam Tanpa Sepengetahuan Orangtua”

20 Oktober 2012 Teruntuk FAM Indonesia di Tempat
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam kenal dan salam persahabatan saya haturkan kepada FAM Indonesia dari tanah Sakera yang penuh cinta bernama Madura. Doa pun saya kirimkan semoga FAM Indonesia semakin menjadi media yang mampu melahirkan penulis-penulis handal yang senantiasa menebar cinta dan damai, pada tiap dansa pena yang tercipta.

Lomba Menulis Surat: “Menulis Dongeng Tentang Putri Anastasya, Putri Elisabeth dan Pangeran Alexander”

Kepada Ydh. FAM Indonesia di Tempat
Assalamualaikum Wr. Wb.
Mengawali surat dari saya terlebih dahulu saya ucapkan rasa syukur yang tak terkira karena Allah telah mengizinkan saya menemukan FAM Indonesia di tengah kebingungan saya mencari komunitas yang bisa meningkatkan motivasi menulis saya.

Lomba Menulis Surat: “Nenek Menyimpan Puisi Pertama yang Saya Tulis”

Kepada: Yth. FAM Indonesia di tempat
FAM yang baik, saya senang sekali dapat menuliskan cerita di grup ini. Saya teringat saat duduk di bangku SMP kelas 1 di mana kakek saya telah dipanggil Sang Khalik. Kepergian kakek membuat saya sedih dan kehilangan. Tentu saja. Saya sangat dekat dengan kakek dan nenek karena saya adalah cucu pertama bagi mereka. Bahkan saya menuliskan puisi untuk kakek tak lama setelah kepergiannya. Sahabat FAM mau tahu?

Lomba Menulis Surat: “Suka Duka Mem-FAM-kan Aceh”

Sabtu, 20 Oktober 2012 Tertuju ke FAM Indonesia di tempat
Assalamuaalaikum Wr. Wb.
Salam santun, sebelum pena ini merangkai kata izinkan saya memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk merangkai kata dalam balutan kalimat di sini. Sungguh besar anugerahNya untuk kita semua, napas, jiwa, raga yang sempurna terus menemani kita hingga waktu itu tiba.

Kepengurusan Forum Aktif Menulis Sumatera Barat Terbentuk

Sabtu, 20 Oktober 2012 - 12:26:48 WIB
PADANG, SO--Kepengurusan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Wilayah Sumatera Barat Periode 2012-2013 resmi terbentuk. Terpilih sebagai Koordinator Wilayah Nuh Rafi (FAM Pariaman), Sekretaris Denni Meilizon (FAM Padang), dan Bendahara Rahmizakia Rifka (FAM Padang).
Salah seorang inisiator pembentukan FAM Wilayah Sumatera Barat Befaldo Angga, Sabtu (20/10) melalui siaran pers pengurus FAM Indonesia yang dikirimSekjen, Aliya Nurlela, disebutkan, bahwa pembentukan kepengurusan FAM Wilayah Sumatera Barat berlangsung pada Ahad (14/10) lalu di Tabing, Padang, dihadiri beberapa anggota FAM daerah di Sumatera Barat.

Lomba Menulis Surat: “Di Usia 12 Tahun Saya Bisa Terbitkan Novel Anak”

Kepada: Ydh. FAM Indonesia di tempat
Dengan hormat,
FAM yang baik, terima kasih telah memberi saya kesempatan menulis surat 'Suka Duka Menjadi Penulis' di sini. Saya ingin berbagi pengalaman saya selama menjadi penulis pemula. Saya pikir, menjadi penulis pemula sangatlah mudah. Hanya menuangkan ide yang ada dalam pikiran ke dalam kertas putih yang tak bernoda. Awalnya, tidak terbersit sedikit pun tentang keinginan saya untuk menjadi penulis. Saya hanya melihat karya tulis teman saya yang berisi kata-kata indah. Saya pikir, asyik sekali jika melakukan itu. Akhirnya saya mencoba-coba.

Biar Ada Tablet, Buku Tetap Digemari

Saat ini perangkat mobile seperti ponsel cerdas dan komputer tablet sudah mengakomodasi kebutuhan para kutu buku. Mereka bisa membaca buku atau artikel melalui tablet dengan berbagai aplikasi penunjang.
Memang ada orang-orang yang suka memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk menyerap berbagai informasi. Salah satunya adalah dari kalangan selebritas, DJ Delizious Devina.

Buku Antologi Cerpen “Pesona Odapus”

Setelah ditunggu-tunggu dengan harap cemas (bukan saja 25 penulis buku ini, tapi juga admin FAM ikut cemas, hehehe), akhirnya Buku Antologi Cerpen “Pesona Odapus” bertema “Cinta Bernilai Dakwah” terbit juga. Sebelumnya ada sedikit kendala teknis, namun teratasi dengan baik. Alhamdulillah.
Judul Buku: “Pesona Odapus” Penulis: 25 Cerpenis Indonesia ISBN: 978-602-18971-4-0 Tebal: 221 halaman Harga: Rp. 43.400,- /eks (di luar ongkos kirim)

Merubah atau Mengubah?

Kalau yang dimaksud dengan “merubah” adalah menjadikan lain dari semula, maka kata dasar untuk kata tersebut adalah ubah dan bukan rubah. Kalau kita rujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata rubah berarti binatang jenis anjing, bermoncong panjang, makanannya daging, ikan, dan sebagainya yang dalam bahasa Latin disebut Canis Vulpes. Tentu bukan ini yang dimaksud.
Kedua kata ini banyak digunakan. Penelusuran melalui google.com untuk halaman berbahasa Indonesia menemukan 928.000 halaman untuk kata kunci merubah dan 5.200.000 halaman untuk mengubah. Alhamdulillah, karena yang benar adalah mengubah.

"Curcol" Bersama Tim FAM Indonesia

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Yth. Tim FAM Indonesia di- Pare, Kediri
Saya Nora Yuliani. IDFAM1090U, Payakumbuh-Padang, Sumatra Barat. Sebelumnya saya memohon maaf jika e-mail yang saya kirim kemaren kurang sopan, tanpa nama dan tanpa pengantar sama sekali. Saya tersentak ketika membaca Blog FAM di www.famindonesia.blogspot.com. Baru beberapa hari menjadi anggota telah banyak kesalahan yang saya perbuat. Untuk itu saya mohon maaf. Namun saya akan menjadikan ini pelajaran dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Cara Mengatasi Rasa Takut Menulis

Penulis merupakan pekerjaan yang dapat dibilang susah-susah-gampang atau gampang-gampang-susah, itu tergantung dari tekad seseorang untuk menjadi seorang penulis. Salah satu hambatan yang dapat membuat seorang penulis tidak mau menulis adalah apabila hasil karya tulisannya tidak dapat diterima oleh siapapun. Sehingga seringkali seorang penulis akan merasa takut apabila tulisannya akan ditolak, dan hal inilah yang dapat menghilangkan sifat kreativitas seorang penulis.

Berikut di bawah ini adalah salah satu cara untuk mengatasi rasa takut akan penolakan terhadap hasil karya seorang penulis, yaitu:

1. Akuilah rasa takut akan penolakan tersebut. Rasa takut akan terus menghantui kita apabila kita masih belum dapat mengakui rasa takut tersebut. Terkadang memang sulit untuk memahaminya tetapi hal ini harus dikuasai terlebih dahulu.

2. Cari akar penyebab rasa takutnya. Dengan mengetahui akar penyebab rasa takut tersebut maka dapat membantu melepaskan diri dari kejadian yang tidak menyenangkan di…

Laskar Pelangi Siap Dibuat Versi Hollywood

Jakarta-C&R/OMG – Setelah sukses memukau penonton Indonesia, film Laskar Pelangi kembali menorehkan prestasi. Film yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata itu akan diproduksi ulang oleh Brad Pitt's Company milik aktor Hollywood Brad Pitt yang juga memproduksi film Eat Pray Love.

Ulasan Cerpen “Kisah Semut” Karya Hamdi Alfansuri (FAM Pekanbaru)

Kisah semut adalah sebuah cerpen yang bercerita tentang segerombolan semut yang terlibat percakapan ketika sedang bekerja mengumpulkan biji-bijian. Anhar, semut bertubuh kecil ternyata bisa mengumpulkan biji lebih banyak dari semut lainnya yang bertubuh besar. Ia bisa melakukan itu tak lebih karena semangatnya yang luar biasa.
Kisah semut mengajarkan pada kita bahwa tujuan hidup dan mimpi itu sangatlah penting. Itu yang menjadikan kehidupan seseorang berharga. Bahkan, ujian hidup yang kita alami sebenarnya untuk menunjukkan betapa nikmatnya keberhasilan yang diraih setelah melalui itu semua. Untuk melihat pelangi yang indah, diperlukan mendung dan hujan terlebih dahulu, bahkan terkadang petir dan badai.