• Info Terkini

    Wednesday, October 10, 2012

    Belajar Menulis Puisi Indah

    Berpuisi adalah ekspresi jiwa kita. Setiap puisi yang kita buat, biasanya lebih sebagai perwakilan hati. Tak jarang, seorang penulis terheran-heran dengan kalimat-kalimat yang telah ia tulis sendiri. Tanpa disadari, muncul kejutan-kejutan ekspresi yang menggambarkan sebuah situasi: cinta, rindu, dendam, kebencian, indah, bahkan permusuhan. Puisi sering juga menjelma menjadi mantra-mantra yang mampu menaklukkan kerasnya hati seorang pembaca.

    Karena puisi lahir dari dalam diri seseorang, kita perlu merangsang agar ia mau keluar menjadi kalimat-kalimat canggih yang indah. Proses perangsangan itu tak berbeda dengan saat kita menulis cerpen atau novel. Hanya saja, menulis puisi lebih dibutuhkan konsep simbol dari kata-kata yang harus kita pilih untuk mewakili ungkapan perasaan atau suatu situasi yang ingin kita lantunkan menjadi bait-bait syair yang mempesona.

    Untuk itu, setidaknya kita harus melalui proses perangsangan itu sebagai berikut. Meskipun beberapa orang tidak harus melewati proses ini, setidaknya bisa membantu atau mempermudah lahirnya sebuah puisi.

    1. Meditasi untuk ketenangan hati

    Meditasi tidak harus dilakukan seperti orang sedang melakukan yoga. Anda hanya perlu menenangkan pikiran sebelum melakukan proses selanjutnya. Dalam setiap agama, kita mengenal istilah sembahyang, yang tidak lain adalah proses meditasi untuk menenangkan diri atau berdialog dengan Sang Pencipta.

    2. Membayangkan peristiwa atau situasi

    Jika ketenangan hati telah menghampiri Anda, silakan membayangkan peristiwa atau situasi yang indah atau yang selama ini membuat hati Anda bergejolak atau tertarik untuk mengamati ulang.

    3. Mengilustrasikan dalam media

    Setelah membayangkan peristiwa atau situasi, silakan mencoba mengilustrasikannya secara ringkas ke dalam pikiran. Akan lebih mudah jika Anda melakukannya dalam bentuk coretan-coretan kalimat atau beberapa kata di kertas, di laptop, atau media apapun yang mampu menyimpan gagasan Anda.

    4. Meraba simbol dan tanda kalimat

    Tahap selanjutnya, ringkaslah kalimat-kalimat atau rangkailah kata-kata yang telah Anda ilustrasikan dengan kalimat atau kata-kata yang menyimbolkan atau menjadi tanda khas dan menarik sesuai dengan hati dan pikiran.

    5. Merapikan dan menghaluskan kalimat atau kata

    Terakhir, jangan lupa membaca ulang kalimat-kalimat yang telah Anda susun tadi, dan rasakan nada dan intonasinya. Jika Anda masih merasakan ada kejanggalan, ulangi terus membacanya hingga didapatkan kenikmatan dan kepuasan spiritual atas karya puisi Anda sendiri itu.

    Begitulah proses perangsangan ide untuk menjadi sebuah puisi yang menarik dan memesona. Anda tidak perlu ragu untuk melakukannya. Sebab, setiap orang memiliki potensi untuk membuat keindahan dalam puisi karyanya. Setidaknya, puisi Anda bisa membantu melegakan berbagai masalah yang sedang dihadapi. Akan lebih beruntung lagi jika Anda kumpulkan puisi tersebut, lalu diterbitkan menjadi sebuah buku. Bukankah itu sangat memuaskan secara spiritual? Selamat mencoba.

    [sumber: http://www.titahsurga.com/2012/10/belajar-menulis-puisi-indah.html]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Belajar Menulis Puisi Indah Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top