• Info Terkini

    Sunday, October 14, 2012

    Bukan Sekadar Simpati, Berikan Juga Empati

    Apakah ada orang yang bersimpati padamu? Sebagian besar orang akan menjawab, “Oh ada, bahkan banyak. Apalagi teman-teman di dunia maya. Saat mendapat kebahagiaan nulis status, banyak yang memberi komentar, ‘Wah selamat, selamat ya.’ Saat sedih, banyak yang mengucapkan rasa prihatin, ikut berbela sungkawa atau ikut menyesalkan.” Adapula yang mengungkapkan rasa simpati dengan mengirim karangan bunga. Atau yang nun jauh di sana mengirim pesan, “Andai aku dekat, akan kuhapus air matamu, kupeluk dan kuobati lukamu.”

    Wah, rangkaian kalimat yang menunjukkan rasa simpati cukup dalam. Mendapat ucapan sejuk seperti itu, rasanya bagai berenang di air telaga jernih, bersantai di bawah pohon dalam buaian semilir angin senja yang melenakan. Nyaman di hati. Ternyata, ada jiwa-jiwa yang siap membasuh luka, meredakan tangis dan menorehkan catatan bahagia. Hidup menjadi begitu indah.

    Hmm… apakah mereka berempati? Nah itu dia. Lain simpati, lain pula empati. Orang yang bersimpati pada kita banyak, tetapi yang berempati belum tentu. Simpati hanya sekadar ikut berduka cita, berbela sungkawa, ikut menyesalkan dan lain sebagainya. Simpati sifatnya juga temporer, hanya pada saat kejadian saja. Bentuk dari simpati dengan mengirim karangan bunga saja sudah dianggap cukup.

    Nah, kalau empati lebih dalam dari sekadar simpati. Berempati adalah merasakan bagaimana orang itu merasakan. Mencoba untuk berposisi seperti orang yang mendapat musibah itu. Sifatnya lebih lama, sebab berposisi seperti orang yang bersangkutan. Tidak cukup hanya sekadar mengucap bela sungkawa atau mengirim karangan bunga. Orang yang berempati akan menunjukkan dengan sikap lebih nyata. Misalnya datang langsung mengucapkan salam hangat dan ikut andil memberikan kepedulian.

    Seseorang datang mengeluhkan tentang kegagalan yang terjadi dalam hidupnya. Orang yang bersimpati memberi komentar, “Wah, sayang sekali. Andai dulu kamu begini dan begitu, bla, bla...” Itulah komentar orang yang bersimpati. Sebatas itu. Orang yang berempati memberi komentar, “Apa masalahnya? Apakah ada yang bisa saya bantu?” Orang yang berempati ikut terlibat membantu, memberi solusi, dan merasakan beratnya masalah yang ditanggung orang lain. Ia berusaha memberi kepedulian atau perhatian semampunya.

    Ternyata simpati saja tidak cukup. Mari kita saling berempati dalam hidup.

    ALIYA NURLELA
    Sekjen FAM Indonesia
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Bukan Sekadar Simpati, Berikan Juga Empati Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top