Skip to main content

FAM Indonesia Tukaran Link dengan Media Grup KapanLagi.com

Sebuah kabar gembira datang dari Vemale.com, media online terbesar di Indonesia. Media grup KapanLagi.com tersebut menghubungi FAM Indonesia dan mengajak kerjasama bertukar link. Tentu saja, bak gayung bersambut, FAM Indonesia menerima tawaran itu.

Lewat pesan singkatnya di blog FAM Indonesia www.famindonesia.blogspot.com, Humas Vemale.com Mbak Ari Rahmawati menulis:

Halo Admin http://famindonesia.blogspot.com. Kami dari Vemale.com, situs wanita grup dari KapanLagi.com. Apakah kita bisa kerjasama untuk bertukar link? Anda bisa menampilkan link Vemale.com di http://famindonesia.blogspot.com. Untuk posisi link-nya, kami berharap link dari Vemale.com diletakkan di sidebar kanan. Dan kami akan menampilkan link http://famindonesia.blogspot.com di halaman Vemale.com: http://www.vemale.com/inspiring/lentera/, sesuai dengan kategori kisah nyata/kisah inspirasi. Jika berkenan silakan menghubungi kami via email dengan menyertakan email ini. Terima kasih atas kerjasamanya. Salam. [Humas Vemale.com Ari Rahmawati]

Sebagaimana yang telah disepakati, link FAM Indonesia ditampilkan di http://www.vemale.com/inspiring/lentera/ pada judul kolom VEMALE.COM FRIENDS. Di kolom yang sama, link FAM Indonesia sejajar dengan portal/blog Motivasi Andrie Wongso, blog Frengky Hutabarat, blog Kumpulan Kisah Sahabat Oki Setiana Dewi, dan sejumlah blog keren lainnya. Sebagai balasan, FAM Indonesia menampilkan link Vemale.com di sidebar kanan di bawah Visitor blog FAM Indonesia www.famindonesia.blogspot.com.

Kerjasama-kerjasama saling menguntungkan dengan media-media besar di Indonesia bahkan dunia, akan terus digencarkan FAM Indonesia, sebagai forum kepenulisan Nasional yang berkantor pusat di Pare, Kediri, Jawa Timur. FAM sadar bahwa peran media massa, baik cetak maupun online sangat strategis untuk memperkenalkan eksistensi dan kegiatan-kegiatan FAM Indonesia. Tak terkecuali peran media jejaring sosial semisal facebook dan twitter yang menjadi media silaturahim pengurus dan anggota FAM Indonesia.

FAM menyadari, media massa online pamornya akan terus menanjak. Sebagaimana diketahui, teknologi informasi telah membentuk kebiasaan baru masyarakat. Bagi siapa saja yang tidak segera menyesuaikan diri, ia akan tertinggal dan dilupakan. Hukum aksiomatik teknologi berkembang berdasarkan deret ukur, melampaui deret hitung. Jika tidak berani melakukan lompatan penyesuaian, kita akan tertinggal jauh. Demikianlah sifat perubahan dan penetrasi teknologi komunikasi terhadap pola dan gaya hidup dalam pergaulan masyarakat modern.

Mengutip pandangan Charles Darwin, bahwa untuk mampu bertahan di era teknologi dengan perubahan yang gencar dan dahsyat itu, dibutuhkan kemampuan penyesuaian diri. Dan pada akhirnya, bukan yang kuat yang bertahan hidup, melainkan yang bisa menyesuaikan diri. Terbukti, banyak media besar dan kuat, yang pada akhirnya gulung tikar bahkan punah, karena tidak mampu menyesuaikan diri. Teknologi informasi adalah lokomotif perubahan. Siapa yang tidak mampu mengantisipasinya akan tergilas oleh roda sejarah perubahan. Tentu saja, FAM Indonesia tidak mau bernasib seperti itu.

Alhamdulillah, didukung loyalitas seluruh anggota FAM Indonesia dan komitmen serta kerjakeras Tim FAM Indonesia, forum kepenulisan ini semakin mendapat tempat di hati banyak orang. Di awal-awal berdirinya FAM Indonesia, banyak pihak yang meragukan bahkan mengecilkan eksistensi forum ini. Namun seiring pergantian masa dan pertukaran waktu, alhamdulillah FAM Indonesia telah mampu memberikan yang terbaik, sesuai cita-citanya membentuk banyak pribadi penulis bervisi Islami dan berkarakter santun. Tentu perjuangan itu masih panjang dan sarat tantangan.

Puji syukur kepada Allah SWT yang masih memberikan kesehatan dan kekuatan kepada seluruh Tim FAM Indonesia untuk tetap istiqamah bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas, sehingga “mimpi-mimpinya” semakin dekat dan nyata. Insya Allah. Amin ya Rabbana.

Salam santun, salam karya.

FAM INDONESIA

Ket: Tampilan Website Vemale.com, grup KapanLagi.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…