• Info Terkini

    Saturday, October 13, 2012

    Kopi Darat Forum Aktif Menulis (FAM) Surabaya

    Siang itu matahari masih saja menyinari penghuni jalan surabaya. Lengan saya yang terbuka tetap tak mampu bersembunyi dari panasnya. Bolehlah sekedar berteduh tapi jam sudah menunjukkan pukul satu siang, berleha-leha berarti terlambat. Berjalan dalam panas dan kesibukan jalan seperti ini membuat saya harus cerdas mengendarai Yamaha.

    Sesampainya di komplek parkir, saya menata  rapi motor yang saya bawa. Tak berselang lama satu sms masuk ke inbox. “Ada perubahan. Tempat ketemuanx di depan toko buku Gunung Agung Lt 3 Delta Plasa. Ditunggu kedatangannya”, begitu kira-kira isinya. Selama perjalanan ke lt 3 Mall Delta, saya harus pegang kata-kata di dalamnya. Kalau tidak, saya bakal mati bahagia menembus hutan para wanita ber-rok pendek.

    Menunggu adalah hal yang membosankan. Di depan toko Gunung Agung tak satupun saya temui batang leher teman-teman yang ada.  Padahal sudah dua pulsa sms  terbang lari dari pemiliknya.

    “Mas, saya sudah ada di depan toko Gunung Agung”, begitulah pesan saya saat itu.

    Saya tatapi buku-buku yang ada disana. Tentu dengan menunggu saya berharap ada yang “plek” menyentuh pundak saya sambil berkata, “Aldy ya?”. Mungkin juga ada suara dari seberang tumpukan buku-buku best seller yang memanggil saya, “oi Aldy sini!” atau malah ada gadis-gadis cantik yang menyapa saya dengan genitnya, “Hai Aldy…”. Tapi sayangnya, beberapa menit ditunggu, pupus sudah bayangan itu disedot AC yang ada.

    HP s60 saya bergetar. Satu pesan masuk.

    “Kamu naik aja ke lt 4 di FoodCourt semua ngumpul disini. Aq pake jaket biru,” kata Mas Satria di seberang lantai atas yang saya tidak tahu dimana. Tanpa buang sampah saya segera naik ke atas.

    Rupanya beberapa teman sudah ngumpul. Inilah teman-teman FAM yang super sekali. Seperti di foto, mulai dari kanan Mas Satria Nova, calon wisudawan ITS dan penulis 8 buku. Sebelah kirinya ada Ken Hanggara, seorang pemain dan model film. Kemudian pak Yudha, pengajar dan penulis. Kemudian ada saya, bukan apa-apa masih newbie. Selanjutnya ada Dewi, anak pondok yang tulisannya sudah jadi referensi studio animasi di Jakarta, dia muridnya pak Yudha. Lalu ada Auliya Putri, anak farmasi Unair, selanjutnya ada Siti Mustaghfiroh, anak Unair juga. Dilanjutkan ada Puti Anggraeni, anak sastra inggris Unesa lalu Mbak Rohmawati yang datang jauh-jauh dari Sidoarjo buat datang kopdar siang menjelang sore itu.

    Alhamdulillah kopdar Surabaya telah selesai dilaksanakan. Berikut adalah hasilnya saya sadur dari tulisan mas Satria Nova.

    1. Kopdar dilaksanakan setiap bulan, tepatnya pada minggu pertama. Sebelum ekspansi besar-besaran, ada baiknya dari internal dulu yang dibenahi. Oleh karenanya, pertemuan tiap bulan ini akan diisi diskusi kepenulisan, bedah karya, membahas rencana ke depan sekaligus silaturahim tentunya. Tujuannya dari internal sendiri bisa dan terbiasa menulis dengan baik.

    2. Menggagas Gerakan Indonesia Membaca. Bagaimanapun, aktifitas menulis tak akan lepas dari membaca. Oleh karenanya, gerakan ini dibuat. Gerakan ini intinya setiap orang hendaknya membaca minimal 1 buku setiap bulan. Diharapkan gerakan ini bisa ditindaklanjuti oleh FAM dan bisa berkibar dengan bendera FAM. Target jangka pendeknya, seluruh anggota FAM gemar membaca minimal 1 buku setiap bulan. Jangka panjangnya dengan membuat Indonesia gemar membaca. Barangkali nanti FAM bisa mengajukan ini kepada kemendiknas sehingga ada semaca regulasi bagi siswa SD, SMP, SMA untuk ‘diwajibkan’ membaca.

    3. Menggagas Gerakan Indonesia Menulis dengan jargon “Sekali Menulis, Selamanya Menginspirasi”. Inti gerakan ini adalah bahwa hendaknya setiap orang memiliki setidaknya satu buku karyanya seumur hidup. Target jangka pendeknya, diharapkan masing-masing anggota FAM sudah menulis minimal 1 buku (solo bukan antologi) dalam hidupnya. Jangka panjangnya adalah melahirkan banyak penulis tanah air. Dan gerakan ini akan berkibar dengan bendera FAM.

    4. Mengusulkan kepada FAM untuk membuat website yang profesional. Karena banyak yang mempertanyakan kenapa hanya blog yang sederhana. Website nanti bisa dibentuk seperti kompasiana, namun lebih sederhana. Setiap anggota FAM akan punya akun untuk masuk web tersebut.

    5. Secepatnya dibentuk dan diresmikan FAM cabang Surabaya sehingga nantinya bisa dengan mudah melakukan kegiatan seperti mengadakan lomba, pelatihan penulisan dll.

    Demikian beberapa hasil kopdar kali ini. Semoga bisa menjadi inspirasi, masukan dan segera ditindaklanjuti oleh FAM Indonesia.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kopi Darat Forum Aktif Menulis (FAM) Surabaya Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top