Skip to main content

Laskar Pelangi Siap Dibuat Versi Hollywood

Jakarta-C&R/OMG – Setelah sukses memukau penonton Indonesia, film Laskar Pelangi kembali menorehkan prestasi. Film yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata itu akan diproduksi ulang oleh Brad Pitt's Company milik aktor Hollywood Brad Pitt yang juga memproduksi film Eat Pray Love.

"Saya sangat terkejut ketika mendapatkan kabar ini. Saya tidak menyangka, karya saya dapat memikat Hollywood. Ketika saya menerima email itu dari manajemen internasional saya di Amerika, saya pikir ini adalah berita besar bagi Indonesia, amazing!" tutur Andrea Hirata di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pria yang meraih gelar master di sebuah perguruan tinggi di Inggris ini bahkan tak menyangka bahwa karyanya akan diapresiasi sejauh ini. Ia merasa bahwa dirinya hanyalah putra daerah yang tak pernah bermimpi untuk menjadi seorang penulis yang karyanya akan difilmkan di Hollywood.

“Kadang saya berpikir, saya ini hanya anak kampung yang cuma punya mimpi. Saya cuman modal keyakinan dan kini saya tahu bahwa saya telah membawa nama Indonesia ke Hollywood,” katanya.

Menurut Andrea, rencana ini telah disetujui oleh poduser dan sutradara yang terdahulu Mira Lesmana dan Riri Riza yang telah memberikan izin pada pihak Hollywood untuk membuat ulang film fenomenal, Laskar Pelangi.

"Mira dan Riri juga sudah menyetujuinya, ini langkah besar, manajemen saya sedang mengurus kontraknya," ujarnya. “Saya berharap Pemerintah mengapresiasi para penulis agar dapat menghasilkan karya yang mampu bersaing,” katanya. (Rere Kumampung)

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…