• Info Terkini

    Saturday, October 20, 2012

    Lomba Menulis Surat: “Menulis Dongeng Tentang Putri Anastasya, Putri Elisabeth dan Pangeran Alexander”

    Kepada
    Ydh. FAM Indonesia
    di
    Tempat

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    Mengawali surat dari saya terlebih dahulu saya ucapkan rasa syukur yang tak terkira karena Allah telah mengizinkan saya menemukan FAM Indonesia di tengah kebingungan saya mencari komunitas yang bisa meningkatkan motivasi menulis saya.

    FAM yang baik, saya akan bercerita tentang masa-masa awal ketertarikan saya dengan pena. Semua terjadi ketika saya kelas empat Sekolah Dasar (SD) di Ciamis. Kala itu saya bertemu dengan seorang anak perempuan bernama Eka Septiani R. Kecintaan kami terhadap buku dan cerita dongeng pada akhirnya membuat kami mulai menulis cerita dongeng sendiri. Saat itu belum ada komputer di desa kami, bahkan mesin tik pun tidak ada. Kami menulis dengan pena di kertas folio dan menyertakan gambar-gambar dari majalah untuk membuat cerita kami semakin menarik.

    Cerita dongeng yang paling saya ingat adalah tentang Putri Anastasya, Putri Elisabeth dan Pangeran Alexander. Dongeng ini kami tulis saat kelas lima Sekolah Dasar (SD), terinspirasi dari rasa suka kami terhadap salah satu anak laki-laki di kelas bernama Andri. Lucu memang, kami menyukai anak laki-laki di usia kami yang masih kanak-kanak saat itu. Putri Anastasya dalam cerita itu adalah saya, sementara Eka dan Andri diibaratkan sebagai Putri Elisabeth dan Pangeran Alexander. Kami menulis bersama-sama, bergantian dengan pena. Tapi menjelang akhir cerita, diam-diam aku menulis ulang dan membuat tempelan gambar-gambar sendiri dari Majalah Bobo, akhir cerita kubuat dengan versiku sendiri. Pangeran Alexander akhirnya memilih Putri Anastasya sebagai pendamping hidupnya. Tanpa sepengetahuanku, Eka ternyata melakukan hal yang sama. Dia menulis ulang cerita yang kami buat dan membuat akhir cerita yang indah di mana Pangeran Alexander akhirnya memilih Putri Elisabeth. Padahal, akhir cerita yang kami buat bersama berakhir sedih di mana Pangeran Alexander tewas di tangan penyihir jahat.

    Saat kenaikan kelas ke kelas enam Sekolah Dasar, suatu pagi aku dikejutkan dengan kabar kepindahan Eka ke Bandung karena orangtuanya pindah ke sana. Aku sangat sedih saat itu, sahabat dan rekanku menulis harus pergi jauh. Aku bahkan tidak pernah ke Bandung dalam usia sekecil itu. Kukira Bandung – Ciamis memiliki jarak yang sangat jauh. Aku dan Eka belum mengenal handphone, sementara telepon dan internet sama sekali belum masuk ke desaku. Di saat perpisahan itulah aku dan dia menangis dan mengakui tentang akhir cerita yang sama-sama kami buat berbeda. Pengakuanku dan dia menjadi lelucon indah di saat perpisahan kami. Saat itu juga aku berjanji akan tetap menulis meskipun tak bersamanya lagi.

    Waktu terus bertasbih, penggal cerita hilir mudik silih berganti. Hampir sebelas tahun aku tak bersama Eka. Kesibukanku di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah memang sempat membuatku lalai dari janji itu, aku sempat vakum menulis. Tapi kini aku berniat untuk menunaikan janjiku padanya lagi, tetap menulis dan berkarya. Di saat yang sama, aku bersyukur bertemu dengan FAM Indonesia, semoga FAM bisa memotivasiku untuk tetap menunaikan janjiku tanpa pernah lalai kembali.

    Salam santun, salam karya.
    Anisa Wijayanti
    ID FAM 1020 U
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Lomba Menulis Surat: “Menulis Dongeng Tentang Putri Anastasya, Putri Elisabeth dan Pangeran Alexander” Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top