• Info Terkini

    Saturday, October 27, 2012

    Lomba Menulis Surat: “Sempat Menyerah pada Keadaan, Lalu Semangat Menulis Bangkit Kembali”

    Kepada:
    Ydh. FAM Indonesia
    di
    Tempat

    Asalamualaikum...

    FAM yang sangat saya kagumi. Ada banyak hal yang ingin saya sampaikan. Namun yang paling utama adalah rasa terima kasih saya yang teramat besar kepada FAM. Karena FAM, semangat menulis saya yang sudah bertahun-tahun terbenam mulai bersinar lagi. FAM mengajarkan banyak hal, bukan hanya tentang materi menulis dan berkarya akan tetapi juga karena di sini selalu ada tempat buat siapa saja yang mau belajar dan tak kenal letih untuk bermimpi. Dan FAM menampung semua mimpi para anggota keluarganya, bahkan tak sungkan untuk mewujudkannya dalam sebuah karya.

    Saya tak merasa heran, jika dalam waktu yang sangat singkat FAM sudah mendapat banyak tempat di hati masyarakat Indonesia. Terutama pecinta karya tulis dan juga para penulis. Semakin hari, FAM semakin menularkan semangat menulis pada kaum muda-mudi Islam di seluruh Nusantara, baik melalui event menulis maupun melalui road to schoolnya.

    Rasa terima kasih juga saya sampaikan pada Ayahanda Muhammad Subhan yang tak sungkan membagi pengalaman menulisnya. Juga atas keramahan Bunda Aliya Nurlela yang tak pernah lelah membimbing 'putra-putri'nya. Saya yakin itulah yang menjadi magnet tersendiri sehingga semakin hari semakin bertambah anggota-anggota FAM dari seluruh pelosok Nusantara.

    Namun di balik semua kebahagiaan ini, saya menyimpan pula kesedihan. Karena saya tak bisa sering-sering aktif memposting karya ataupun saling memberikan pendapat bersama anggota FAM yang lain.

    Jujur saja, ada banyak ide di kepala saya. Bahkan setiap saat saya selalu mencatat dalam kepala saya alur cerita dari ide yang muncul tersebut. Namun saya tak bisa menyalurkan ide-ide tersebut dalam ketikan tangan saya dikarenakan waktu yang sangat terbatas. Sempat menyerah pada keadaan, akan tetapi FAM lagi-lagi menyelamatkan semangat menulis saya. Dengan melihat semangat teman-teman FAM yang lainnya di sini, sungguh saya tak ada apa-apanya. Dan sungguh hambatan saya tak ada artinya. Dari sanalah saya belajar untuk tidak mudah menyerah.

    Saya sangat ingin menjadi penulis. Dan menjadi penulis yang melahirkan karya dari hati, di sinilah tempatnya. Karena jujur saja, ketika menulis sudah tertuju pada hadiah maka hasilnya tidak akan maksimal. Satu judul cerpen saya "Kamar untuk Ayah dan Bunda" di salah satu Antologi Cerpen Cinta Bernilai Dakwah buku kedua adalah bukti nyata bahwa apapun yang lahir dari ketulusan hati maka akan menjadi sesuatu yang indah.

    Saya juga ingin menjadi penulis yang sukses, dan menjadi penulis yang berguna bagi dunia juga kelak Insya Allah untuk akhirat hanya di sinilah tempatnya. Karena FAM tak hanya membina penulis untuk menghasilkan karya yang berguna untuk kepentingan dunia saja. Akan tetapi sebuah karya yang bernilai dakwah dan Insya Allah berguna untuk kepentingan umat.

    Sekian yang ingin saya sampaikan. Semoga FAM semakin berkibar. Amin.

    Wasalamualaikum.

    Salam hangat. Salam Aishiteru.

    Hormat Saya,
    SWITZ RAHAYU
    IDFAM 988U JAKARTA
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Lomba Menulis Surat: “Sempat Menyerah pada Keadaan, Lalu Semangat Menulis Bangkit Kembali” Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top