• Info Terkini

    Thursday, November 22, 2012

    Sewaktu Kelas 6 SD Sudah Menulis 30 Judul Puisi

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    Sahabat FAM yang santun, izinkan aku bercerita dalam surat ini tentang sedikit kehidupanku sejak mencintai karya tulis. Meskipun sedikit kampungan dengan hilangnya setiap buku catatan hasil karyaku yang sering aku kumpulkan di buku isi 40 lembar. Menyukai menyusun kata-kata hadir sejak belajar puisi di kelas 5 SD dan sering menulis apa yang dirasakan melalui puisi-puisi amatir ala anak ingusan. Sesekali aku mencoba menulis cerita pendek. Di sini aku mendapatkan tantangan, membuat cerpen itu ternyata tidak mudah di tangan seorang amatir berusia 11 tahun waktu itu.

    Awalnya menulis 1 atau 2 paragraf sudah bisa saling terkait ide-idenya, tapi saat masuk ke paragraf selanjutnya sudah mulai menjauh dari ide yang telah direncanakan. Maka sejak itu aku ragu untuk menulis cerita. Hanya berani membuat puisi saja. Tapi banyak puisi yang pernah aku buat, di kelas 6 SD aku sudah punya sekitar 30 judul puisi tentu dengan tema anak-anak. Tapi bukunya hanyut saat bermain ke sungai bersama teman-teman di kelas. Selalu ada saja alasan yang membuatku kehilangan setiap buku catatan kumpulan puisi karyaku sendiri. Yang paling pilu kehilangan buku kumpulan karyaku di kelas 8 SMP. Waktu itu mulai ada polesan dari guru Bahasa Indonesiaku. Dan semua puisi itu punya kisah sendiri.

    Saat buku yang satu ini hilang, aku panik bukan kepalang. Aku sempat menuduh beberapa teman yang suka usil di kelas. Tapi setelah banyak tuduhan, hasilnya nihil. Buku itu tidak ditemukan. Kejadian itu sangat mengesalkan, mulai saat itu semangat menulisku mulai luntur. Tidak pada semangatku mencintai sastra, aku masih suka menulis puisi dengan intensitas yang sedikit. Masuk ke SMA favorit di kabupaten mulai merangsang jiwa menulisku kembali.

    Aku mulai memberanikan diri menulis cerpen waktu mendapat tugas menulis cerpen dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Saat itu aku jadi penulis terhebat di kelas. Dan kejadian itu mulai lagi menggali potensi yang aku punya untuk sastra. Semangat menulisku kembali datang. Meski setiap ada perlombaan aku gagal ikut dengan berbagai macam alasan yang ngawur.

    Ditambah lagi baru-baru ini kelasku diboyong oleh wali kelas kami yang merupakan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia ke Rumah Puisi di Padangpanjang. Di sanalah aku mengenal Pak Muhammad Subhan, orang yang juga mengenalkan aku pada FAM ini. Tapi sayang hanya aku yang berminat pada ini, walaupun belum jadi member secara resmi. Kata-kata yang sangat terpahat dalam hatiku dari Pak Subhan, "Kalau ingin jadi penulis banyak-banyaklah membaca". Dan itu telah aku lakukan, alhasil memang berpengaruh terhadap kata-kata yang kita susun.

    Dalam grup FAM aku juga dihadapkan banyak puisi dan cerpen yang diposting setiap hari. Sekarang dengan adanya FAM ini, semangat menulisku naik entah berapa derajat. FAM yang punya penerbitan buku sendiri, membuat aku punya inisiatif untuk menyusun novel. Namun memang sulit, sekarang aku baru punya 3 tulisan yang sambung menyambung setelah sebulan ini. Maka di FAM aku kembali merangkai semua impian menjadi seorang sastrawan layaknya seperti Rendra—orang yang jadi panutan bagiku sendiri. Dan bulan depan atau akhir tahun aku akan menjadi member di FAM Indonesia secara resmi. Masih banyak harapan dengan cita-citaku pada FAM ini.

    Salam santun, Aishiteru Menulis.

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Febrieza Rahmadani
    SMAN 1 Gunung Talang
    Kab. Solok, Sumatera Barat
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Sewaktu Kelas 6 SD Sudah Menulis 30 Judul Puisi Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top