• Info Terkini

    Monday, October 22, 2012

    Lomba Menulis Surat: “Suka Menulis Setelah Guru Memberi Tugas Mengarang Cerpen”

    21 Oktober 2012
    Kepada
    FAM Indonesia, Sahabat Terbaikku

    Assalammu’alaikum Wr. Wb.

    Suara hati ini takkan terhenti, mengucapkan salam shalawat untukmu, kau-lah anugerah cahaya hidupku, dan kau sebagai tuntunan jalanku, ya Rasulullah salamun ‘alaih, ya Rabbi ‘asati wal karomi…

    Sahabat FAM yang baik, yang selalu semangat dan tersenyum lebar dalam menyambut setiap uraian tangan dan untaian kata dari kami semua untukmu, teriring salam dari Ananda yang jauh di kota seberang, walaupun jarak yang sangat jauh dari Merak-Cilegon ke Pare-Kediri, namun tak menyurutkan saya untuk kita bisa saling sapa dalam surat Ananda yang sangat sederhana ini, teriring salam tak lupa saya haturkan untuk Rasul kita baginda Muhammad saw dan Allahu Rabbi, agar saya dan semua sahabat FAM selalu berada dalam lindunganNya yang baik, amin.

    FAM... dengan mengenalmu, aku sangat bahagia.

    Entah kenapa, dengan mengenalmu membuatku menjadi sangat bersemangat untuk menulis. Hanya denganmu aku akan bercerita tentang masa menulisku di waktu dulu, apakah engkau ingin menjadi sahabat dan pendengar yang baik, dalam mendengarkan setiap untaian kata dariku yang sangat sederhana ini? Terima kasih kuucapkan kepadamu, atas kesedian waktu yang engkau luangkan untukku.

    FAM... aku tak pernah tahu seperti apa diriku dan apa sebenarnya impian dan juga cita-citaku, jujur aku dulu sangatlah buta dan gelap akan dunia kepenulisan, sungguh begitu terharu ketika sekarang ini saya selalu membaca tentang riwayat hidup teman-teman dan penulis lainnya, yang digambarkan bahwa sewaktu dahulu mereka sudah sangat gemar menulis lalu mereka mengisi segala karya-karya mereka lewat mading atau mereka sudah mengenal media dan ingin sekali memplubikasikan karya mereka dalam media tersebut, namun aku? Sungguh, tak sedikitpun aku mengetahui tentang mading-mading itu, tak sedikitpun aku tergabung dalam anggota atau forum-forum menulis, aku terlalu hanyut dalam duniaku sendiri, dunia di mana aku sangat tak mengenal akan dunia luar, dunia kepenulisan itu, begitu bangganya aku melihat sahabat-sahabat kecilku di luar sana yang sudah memiliki karya, namun aku barulah sadar sekarang, walaupun aku tahu tak ada sesuatu yang terlambat, asalkan kita mau berusaha dan mencoba namun rasanya sebagai impian ingin menjadi seorang penulis, pastilah memiliki riwayat hidup yang sudah sangat mengenal dunia tulis menulis sejak kecil, sedangkan aku tidak.

    Dan kuungkapkan hanya kepadamu FAM dan di sini akhirnya kau sedikit demi sedikit akan dapat mengenalku nanti, bahwa aku tak memiliki riwayat hidup yang mencukupi untuk menjadi seorang penulis, aku masih belum memiliki karya dan aku sudah jauh dari masa kecilku… masih belum ada yang bisa membanggakan dari diriku, bahkan sampai saat ini orangtuaku pun belum menikmati hasil dari buah karyaku.

    FAM… sejak dulu aku sudah mengenal yang namanya membaca, mungkin itu adalah satu point lebih yang dapat aku banggakan dari diriku, disaat teman-temanku lebih asik bermain pada waktu sekolah dasar dan SMP, aku malah lebih senang ke Perpustakaan, entah perasaan dari mana yang dapat mendorongku mengenal akan perpustakaan, di setiap istirahat, banyak waktu yang kulakukan di dalam perpustakaan, baik itu membaca ataupun hanya sekadar melihat-lihat encyclopedia dan cerita-cerita dongeng (walaupun sampai di situ, masih belum terlintas akan dunia kepenulisan, aku benar-benar buta informasi dalam hal tulis menulis), padahal seingatku sewaktu dulu, aku sering juga membeli dan membaca majalah Bobo, tapi aahk… aku benar-benar tak bisa meresponnya dalam dunia nyataku untuk segera bertindak. Tetap tak ada perasaan untuk ingin membuat suatu karya.

    FAM, sahabatku. Sampai akhirnya aku pun beranjak dewasa dan meneruskan masa pendidikanku ke tingkat SMA.

    Sampai di kelas dua semester satu, sedikitpun masih belum ada respon untuk diriku mengenal lebih jauh dunia kepulisan itu, namun ada yang berbeda pada hari itu, kapan waktunya aku sudah tak mengingatnya, rasanya waktu itu dunia menjadi mengubahku, hari itu dunia menyadarkanku lewat guruku yang sangat berjasa, dari tugas beliau pulalah akhirnya aku menyadari kehadiran akan mengarang itu yang sebelumnya tak bisa kurespon sama sekali dalam kesadaranku. Hari itu beliau menyuruh kami untuk mengarang cerita pendek, satu minggu batas waktu untuk kami. Subhanallah, rasanya kesadaranku tentang dunia tulis itu menjadi terang, terutama semenjak beliau mengaggetkanku tentang pujiannya pada waktu itu, “Cerpennya bagus, ini kamu dapat mengarang sendirikan?” tanyanya. Saat itu juga langsung kujawab mantap, “Iya Bu, itu hasil karya saya sendiri.” “Kalau begitu coba kamu kirimkan ke media, siapa tahu bisa dipublikasikan,” terang guruku.

    Dan dari situ pulalah, aku jadi mengenal apa itu yang namanya media dan apa itu publikasi, walaupun mungkin pada waktu itu, sangat benar-benar terlambat untukku mengetahuinya, tak apa. Yang penting itu jadi membuatku ingin sekali berjuang, bahwa mulai dari hari itu aku ingin membuat karya. Alhasil walaupun kenyataannya sangat pahit, karena masih belum ada komputer yang aku miliki saat itu, aku harus menerima kenyataan cerpenku masih kusimpan di dalam kertas folio, dan belum bisa kuketik saat itu juga. Namun aku sedikit bangga karena setelah mulai dirombak sana-sini, allhamdulillah cerpen pertamaku bisa menjadi cerpen karya favorit LMCR-2011. Sungguh itu jadi mengingatkanku akan jasa besar dari seorang guru yang telah menyadarkanku waktu itu.

    Sahabatku FAM, itulah sepenggal kisah yang dapat kuberikan kepadamu, sepenggal kisah dari seorang yang masih belum mengenal apa itu media dan dunia tulis, namun seiring dengan berjalannya waktu sedikit demi sedikit aku pun mulai paham, terlebih lagi ketika aku telah menempuh pendidikanku lebih jauh lagi, dan di mana situs-situs internet mulai merebak dengan luas, aku jadi tambah bersemangat untuk mencari-cari info lomba, baik itu lomba cerpen ataupun puisi. Walaupun cerpen dan puisiku masih sangat jauh sekali dari kesempurnaan. Dan berkali-kali gagal namun berkali-kali juga aku akan bangkit. Karena itulah yang namanya proses menurutku, untuk kita bisa menuju dalam kesempurnaan. Dan dengan dirimu FAM aku sangat bangga bisa mengenalmu, dengan santunmu engkau dapat membimbingku. Terima kasih kuucapkan, salam santun dan salam semangat selalu untukmu.

    Salam dari sahabatmu
    Puji
    FAM1055M, Cilegon-

    [www.famindonesia.blogspot.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Lomba Menulis Surat: “Suka Menulis Setelah Guru Memberi Tugas Mengarang Cerpen” Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top