• Info Terkini

    Sunday, October 28, 2012

    Penggunaan Kata "Orangtua" atau "Orang Tua"

    Ketika dituturkan tak jelas benar bedanya kecuali dalam kontek kalimat, namun ketika ditulis akan jelas sekali perbedaannya meskipun tidak dalam susunan kalimat. Pengertian orangtua (satu suku kata) memang tidak sama dengan orang tua (dua suku kata). Kata lain sering membingungkan penulis yang malas berpikir lebih cermat, adalah penggunaan kata keluar dan ke  luar, sama penuturannya tetapi tak sama penulisannya karena memang tak sama maknanya.

    Orang Tua atau Orangtua?

    Cermat-cermatlah menulis. Bahasa tulisan memang tak sama dengan bahasa lisan. Dalam tulisan orang tidak melihat gerak tubuh si penutur, atau ekspresi muka, atau intonasi, atau suasana. Dalam bahasa lisan, kalimat tak sempurna pun masih dapat ditangkap maksudnya, tetapi tidak demikian halnya dalam bahasa tulisan.

    Untuk membantu pemahaman maksud si penulis, maka dalam bahasa tulisan dibantu dengan tanda baca; simbol yang amat sering diabaikan. Lebih dari itu, harus ditulis dengan benar agar makna yang dimaksud dipahami dengan benar pula.

    Simaklah kalimat-kalimat berikut:

    Orangtua itu mengantar anak ke sekolah.
    Para orangtua siswa diundang ke sekolah.

    Yang dimaksud dengan orangtua dalam dau kalimat di atas adalah ayah-ibu si anak/siswa.

    Orang tua itu mengantar Unyil  ke sekolah.

    Makna orang tua dalam kalimat ini adalah orang lanjut usia, belum tentu ayah-ibu si Unyil.

    Para orang tua diundang ke sekolah.

    Wah, siapa yang dimaksud? Mungkin ayah-ibu siswa, yang jelas sudah tergolong lanjut usia, sedang yang lain bisa jadi kakek atau nenek atau tak ada hubungan apa-apa dengan siswa, yang pokok adalah manula. Bila kalimatnya adalah “Para orang tua siswa diundang ke sekolah”, maka maksud kalimat itu menjadi rancu.

    Barangkali kalimat berikut dapat memperjelas perbedaan makna orangtua dengan orang tua.

    “Dua orang yang berdiri di dekat jendela itu adalah orangtua saya (maksudnya ayah-ibu), sedang dua orang tua (lansia) di sebelahnya adalah kakek si Unyil”.

    Kata orangtua, berkaitan dengan status bukan dengan usia orang yang bersangkutan, sedangkan kata orang tua, barkaitan dengan usia; orang yang sudah lanjut usianya. Orangtua siswa sangat mungkin usianya masih muda, belum layak disebut “orang tua” (lansia). Orang tua pada umumnya adalah orangtua, tetapi tidak setiap orangtua adalah orang tua.

    Ada kata lain yang harus ditulis secara cermat, yakni: keluar dan/atau ke luar.

    Keluar adalah lawan kata masuk, misalnya: “Si Polan keluar dari tempatnya bekerja di PT. Anu karena mendapat pekerjaan lebih baik di Surabaya”, sedangkan ke luar adalah lawan kata ke  dalam, misalnya: “Si Polan pergi ke luar ruangan untuk menghirup udara segar!”

    Suwardjoko P Warpani
    Pemerhati Bahasa Indonesia
    Staf Pengajar pada
    Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota
    SAPPK – Institut Teknologi Bandung

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Penggunaan Kata "Orangtua" atau "Orang Tua" Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top