• Info Terkini

    Saturday, November 10, 2012

    Profil Anggota FAM Indonesia: Firdaus (Sigli, Aceh)

    "Belajar Menulis dari Hasil Ulasan Karya Anggota FAM Indonesia”

    Namanya Firdaus. Ia lahir di Sigli pada tanggal 25 April 1990. Firdaus adalah anak kedua dari pasangan Almarhum M. Yusuf Umar dan Almhumah Rosdiana Abdul Muluk. Sekarang ia masih tercatat sebagai salah satu mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Inggris di Universitas Jabal Ghafur Gle Gapui-Sigli. Ia juga bekerja sebagai staf pengajar (tutor) di salah satu lembaga pendidikan bahasa Inggris di kota tempat tinggalnya, yaitu Kota Sigli, Kabupaten Pidie.

    Untuk bidang kepenulisan, Firdaus mulai mengenal dan belajar menulis saat duduk di bangku kuliah. Ia mendapat bekal menulis pada mata kuliah writing dan literature. Sebenarnya Firdaus memiliki hobi menulis sejak masih sekolah dasar. Ia mengaku sering menulis apa saja yang ada dalam benaknya di kertas. Pengalaman-pengalaman yang aneh, hal-hal yang menyedihkan, dan juga kenangan yang pernah hadir dalam kehidupannya.

    Saat ia semester lima, mulailah memberanikan diri untuk mengirim tulisan-tulisannya pada beberapa media cetak di Aceh. Namun semua tulisan tersebut tak pernah dimuat. Ia terus mencoba untuk mengirim tulisannya ke website resmi kampus. Alhasil, dua artikelnya yang berjudul “Menatap Jabal Ghafur ke Depan” dan “Learning by Doing” akhirnya dipublish.

    “Saya merasa belajar menulis itu butuh proses waktu dalam melahirkan tulisan-tulisan yang berkualitas. Demikian pula untuk bisa diterima media membutuhkan perjuangan yang ekstra keras,” ujarnya yakin.

    Firdaus tak pernah menyerah untuk mewujudkan cita-citanya agar menjadi seorang penulis. Salah satu caranya dengan menambah informasi seputar dunia kepenulisan melalui internet. Hasilnya, ia pun mengenal Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia melalui sebuah jejaring sosial. Ia mencoba membangun komunikasi dengan beberapa anggota FAM, dan mencari tahu tentang gambaran FAM itu sendiri secara dalam. Selang beberapa waktu, Sekjen FAM, Mbak Aliya Nurlela memberikan informasi tentang “Antologi Cerpen Cinta Bernilai Dakwah” kepadanya. Ia pun tergerak untuk mengirimkan sebuah naskah yang berjudul “Cinta Si Abua Amat” pada event tersebut. Setelah menanti beberapa hari, naskah cerpennya dinyatakan lolos seleksi dan akan diterbitkan di FAM Publishing.

    “Saya merasa FAM adalah tempat yang bisa menolong agar tulisan-tulisan saya bisa dibaca oleh banyak orang. Bergabung dengan forum ini saya merasa wawasan dibidang kepenulisan semakin hari semakin bertambah. Saya tipikal manusia yang tak suka banyak bertanya akan hal-hal yang tidak terlalu penting (menurut saya). Jadi, saya pun belajar secara mandiri dengan membaca ulasan-ulasan tulisan para anggota FAM yang dikupas oleh tim FAM. Dari sana saya belajar mengenai format tulisan yang benar dan sebagainya,” ucap Firdaus.

    Motto hidupnya “menulislah untuk membangun jembatan waktu (kemarin, hari ini, dan esok)”.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Profil Anggota FAM Indonesia: Firdaus (Sigli, Aceh) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top