• Info Terkini

    Saturday, October 6, 2012

    Profil Anggota FAM Indonesia: Nenny Mardaeny (Pangkep)

    "Ingin Mengasah Kemampuan Menulis di FAM Indonesia”

    Nenny Muno, nama pena dari Nenny Mardaeny yang lahir di Pangkajene, 15 Mei 1992. Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Pangkajene pada tahun 2010, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Negeri Makassar. Anak pertama dari dua bersaudara ini, tercatat sebagai mahasiswi semester lima di Fakultas Bahasa dan Sastra dengan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

    Pencinta drama Korea ini sangat senang membaca. Terlebih membaca prosa fiksi. Membaca banyak judul cerpen dan novel membuatnya tertarik dalam dunia kepenulisan. Ia membuat cerpen pertamanya yang berjudul “Kenangan Terindah” sewaktu duduk di bangku kelas VII. Karya pertamanya itu mendapat respon yang baik dari teman-temannya, hingga menggugah hatinya untuk menghasilkan tulisan-tulisan baru berikutnya. Hanya saja, semangat menciptanya tidak bertahan lama. Semangatnya dalam menghasilkan tulisan-tulisan mulai merosot hingga mencapai titik terendah saat duduk di kelas IX. Setelah itu, ia hanya membuat tulisan sebagai penunjang pembelajarannya di sekolah.

    Setelah lulus di UNM, mahasiswi yang memiliki motto ‘Hidup Bukan untuk Menjadi Beban’ ini kembali menekuni dunia kepenulisan. Walaupun beberapa cerpen yang dihasilkannya tetap hanya sebagai penunjang pendidikannya dan sebagai penghias blog pribadinya, tetapi jiwanya sebagai penikmat sastra tidak pernah hilang.

    Ketika mengetahui Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia dari temannya, Nenny segera bergabung dan berharap mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak tentang dunia kepenulisan. Mengingat FAM Indonesia juga sangat peka terhadap penggunaan EYD dalam sebuah karya. Selain itu, ia juga ingin mengasah kembali kemampuannya dalam menulis.

    Setelah menjadi anggota resmi FAM Indonesia, event pertama yang diikutinya Lomba Cipta Cerpen dan Cipta Puisi tingkat Nasional 2012. Meskipun bukan sebagai pemenang tetapi ia telah ikut berpartisipasi sebagai peserta sudah merupakan hal yang patut dibanggakan. Ia akan selalu menantikan event-event terbaru yang digelar FAM Indonesia.

    “Menulis bukan hanya proses menggerak-gerakkan pena untuk membentuk berbagai kata-kata indah, karena menulis juga jalan terbaik untuk mencurahkan perasaan dan pikiran seseorang, hingga nantinya tulisan itu akan menjadi pelita ketika terkurung dalam gejolak hati tak bermakna,” ujarnya puitis.

    [sumber: www.famindonesia.blogspot.com]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Profil Anggota FAM Indonesia: Nenny Mardaeny (Pangkep) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top